Budhi Setyawan

Puisi Budhi Setyawan dalam Antologi Kakilangit KESUMBA

Posted by: budhisetyawan on: Oktober 31, 2009

Kakilangit KESUMBA

Kakilangit KESUMBA

Kelompok Peminat Seni Sastra (KOPISISA) Purworejo didirikan oleh Soekoso DM dan Maskun Artha serta beberapa aktivis sastra pada 28 April 1979 di Purworejo, Jawa Tengah. Eksistensinya tercatat dalam buku Direktori Seni dan Budaya Indonesia 2000 (editor Sapardi Djoko Damono, terbitan Yayasan Kelola & The Ford Foundation, Surakarta, Indonesia, Thn 2000).

Baca entri selengkapnya »

Lagu Rock Manca Favorit (vol. 2)

Posted by: budhisetyawan on: Oktober 13, 2009

Fear Of The Dark

                        Iron Maiden
I am a man who walks alone
And when I’m walking a dark road
At night or strolling through the park

When the light begins to change
I sometimes feel a little strange
A little anxious when it’s dark.

Baca entri selengkapnya »

Berbagi Puisi Menebar Imaji

Posted by: budhisetyawan on: Oktober 1, 2009

Puisi Budhi Setyawan di Majalah STORY

Posted by: budhisetyawan on: September 30, 2009

Ada 4 (empat) puisi saya yang termuat di Majalah STORY edisi 3/Th. I/25 september – 24 Oktober 2009. Berikut saya cantumkan 2 (dua) puisi untuk blog saya ini. bagi yang ingin mengirim karya cerpen atau puisi ke Majalah STORY, silakan ke email: story_magazine@yahoo.com

Story edisi 3

Story edisi 3

Baca entri selengkapnya »

Beberapa waktu yang lalu saya iseng mengetikkan kata-kata “draft puisi Budhi Setyawan” di mesin pencari Google, saya terkejut dan setengah tidak percaya karena puisi karya saya yang berjudul Bara Juang menjadi salah satu Puisi Pilihan dalam Festival Musikalisasi Puisi 2009 yang diselenggarakan oleh Kantor Bahasa Provinsi Lampung. Festival itu diadakan pada tanggal 19 – 20 Mei 2009 di Kantor Bahasa Provinsi Lampung. Puisi saya sebagai 5 puisi pilihan bersama puisi lainnya yaitu Tanah Air Mata karya Sutardji Calzoum Bachri, Nyanyian Untuk Yang Dilupakan karya Ramadhan KH, Elegi Tanah Airku karya Aspar Paturusi, dan Cahya Merdeka karya Rustam Effendi. Sedangkan sebagai Puisi Wajib adalah Kerawang-Bekasi karya Chairil Anwar. Bisa dicek di blog di bawah ini:

http://kantorbahasaprovinsilampung.blogspot.com/2009/04/festival-musikalisasi-puisi-2009.html

Baca entri selengkapnya »

TEMU SASTRAWAN INDONESIA II di Pangkalpinang, Prov. Bangka Belitung

Posted by: budhisetyawan on: Agustus 29, 2009

Buset&teman2 di Pangkalpinang

Buset&teman2 di Pangkalpinang

Pada tanggal 30 Juli s.d 2 Agustus 2009 diadakan acara Temu Sastrawan Indonesia II di kota Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung. Pertemuan tersebut merupakan rangkaian dari pertemuan serupa setahun sebelumnya di Jambi. Tema TSI II adalah Sastra Indonesia Pascakolonial; dengan beberapa subtema: (1) Merumuskan Kembali Sastra Indonesia: Definisi, Sejarah, Identitas; (2) Kritik Sastra Indonesia Pascakolonial; (3) Membaca Teks dan Gerakan Sastra Mutakhir: Mencari Subyek Pascakolonial; (4) Penerjemahan Sastra: Keharusan, Pilihan, atau Sekadar Perkenalan?.

Baca entri selengkapnya »

Bertemu Penyair Mardiluhung

Posted by: budhisetyawan on: Agustus 29, 2009

Buset&Mardiluhung

Buset&Mardiluhung

Dalam kegiatan dinas tugas kantor ke Surabaya awal Juli 2009, dengan semangat sekali saya berkeinginan untuk bertemu dengan penyair asal Gresik, Mardiluhung. Ini sekaligus untuk membayar dendam janji untuk bertemu dengannya, ketika bulan Mei 2009 saya ke Surabaya dan tak sempat ke Gresik (waktu itu sampai lumayan malam, saya bertemu dengan penyair Mashuri dan teman-temannya di Teater Gapus di dekat gerbang Universitas Airlangga. Juga bertemu dengan Gita Pratama dan temannya. ). Setelah kegiatan tugas kantor selesai, maka saya pada tanggal 3 Juli, selepas Jumatan dan makan siang, saya melaju menuju Gresik di antar oleh teman. Saya yang dulu sempat sekali ke Gresik, namun merasa seperti mengunjungi daerah baru. Perjalanan meyusuri tol yang gersang, disambung dengan rute dalam kota Gresik dengan jalan yang kecil-kecil masih saja terasa panas. Gresik sebagai kota di dekat pantai Baca entri selengkapnya »

Bab Pewayangan: Jenenge Satriya lan Kasatriyane

Posted by: budhisetyawan on: Juni 27, 2009

Ana ing babagan pewayangan, ing ngisor iki saperangan jenenge satriya lan kasatriyane. Nyuwun pangapura amarga durung jangkep.

Baca entri selengkapnya »

Kawruh Basa Jawa: Jenenge Wit

Posted by: budhisetyawan on: Juni 27, 2009

Wit-witan kang urip utawa tinandur iku ana jenenge dhewe-dhewe, kayata kang kasebut ing ngisor iki.

  1. wit aren                   jenenge: ruyung
  2. wit gedhang            jenenge: debog
  3. wit jagung               jenenge: tebon
  4. wit jambe                jenenge: pucang
  5. wit kacang               jenenge: rendeng
  6. wit kapuk                 jenenge: randhu
  7. wit krambil               jenenge: glugu
  8. wit mlinjo                 jenenge: so, bego
  9. wit pari                    jenenge: damen
  10. wit pohung              jenenge: bonggol
  11. wit pring enom        jenenge: bung
  12. wit pring tuwa         jenenge: bungkilan
  13. wit siwalan              jenenge: tal, bogor
  14. wit tela                    jenenge: lung

(kapethik saka buku MUMPUNI BASA JAWI PEPAK, penyusun Suryo Subroto – M Abi Tofani, Penerbit Pustaka Agung Harapan, Surabaya)

Kawruh Basa Jawa: Jenenge Pentil

Posted by: budhisetyawan on: Juni 27, 2009

Iki ana saperangan kawruh basa jawa bab pentil, yaiku bakal woh. Sakdurunge wujud dadi pentil, biasane sinebut kembang.

  1. pentil          asem                jenenge:            cempaluk
  2. pentil          jagung              jenenge:            janten
  3. pentil          jambe               jenenge:            bleber
  4. pentil          jambu               jenenge:            karuk
  5. pentil          kacang             jenenge:            besengut
  6. pentil          krambil             jenenge:            bluluk, cengkir
  7. pentil          manggis           jenenge:            blibar
  8. pentil          nangka             jenenge:            babal
  9. pentil          pelem               jenenge:            pencit
  10. pentil          randhu             jenenge:            plencing
  11. pentil          semangka        jenenge:            plonco
  12. pentil          so/mlinjo          jenenge:            kroto
  13. pentil          timun                jenenge:            serit

 

(kapethik saka buku MUMPUNI BASA JAWI PEPAK, penyusun Suryo Subroto – M Abi Tofani, Penerbit Pustaka Agung Harapan, Surabaya)