Budhi Setyawan

Bab Pewayangan: Jenenge Satriya lan Kasatriyane

Posted by: budhisetyawan on: Juni 27, 2009

Ana ing babagan pewayangan, ing ngisor iki saperangan jenenge satriya lan kasatriyane. Nyuwun pangapura amarga durung jangkep.

Baca entri selengkapnya »

Kawruh Basa Jawa: Jenenge Wit

Posted by: budhisetyawan on: Juni 27, 2009

Wit-witan kang urip utawa tinandur iku ana jenenge dhewe-dhewe, kayata kang kasebut ing ngisor iki.

  1. wit aren                   jenenge: ruyung
  2. wit gedhang            jenenge: debog
  3. wit jagung               jenenge: tebon
  4. wit jambe                jenenge: pucang
  5. wit kacang               jenenge: rendeng
  6. wit kapuk                 jenenge: randhu
  7. wit krambil               jenenge: glugu
  8. wit mlinjo                 jenenge: so, bego
  9. wit pari                    jenenge: damen
  10. wit pohung              jenenge: bonggol
  11. wit pring enom        jenenge: bung
  12. wit pring tuwa         jenenge: bungkilan
  13. wit siwalan              jenenge: tal, bogor
  14. wit tela                    jenenge: lung

(kapethik saka buku MUMPUNI BASA JAWI PEPAK, penyusun Suryo Subroto – M Abi Tofani, Penerbit Pustaka Agung Harapan, Surabaya)

Kawruh Basa Jawa: Jenenge Pentil

Posted by: budhisetyawan on: Juni 27, 2009

Iki ana saperangan kawruh basa jawa bab pentil, yaiku bakal woh. Sakdurunge wujud dadi pentil, biasane sinebut kembang.

  1. pentil          asem                jenenge:            cempaluk
  2. pentil          jagung              jenenge:            janten
  3. pentil          jambe               jenenge:            bleber
  4. pentil          jambu               jenenge:            karuk
  5. pentil          kacang             jenenge:            besengut
  6. pentil          krambil             jenenge:            bluluk, cengkir
  7. pentil          manggis           jenenge:            blibar
  8. pentil          nangka             jenenge:            babal
  9. pentil          pelem               jenenge:            pencit
  10. pentil          randhu             jenenge:            plencing
  11. pentil          semangka        jenenge:            plonco
  12. pentil          so/mlinjo          jenenge:            kroto
  13. pentil          timun                jenenge:            serit

 

(kapethik saka buku MUMPUNI BASA JAWI PEPAK, penyusun Suryo Subroto – M Abi Tofani, Penerbit Pustaka Agung Harapan, Surabaya)

Puisi Budhi Setyawan di Buletin Hysteria

Posted by: budhisetyawan on: Juni 23, 2009

Ada 3 puisi saya yang termuat di Buletin Hysteria Edisi 60/Juni/09/th V. Buletin ini diterbitkan oleh Komunitas Hysteria di Semarang. Komunitas ini sangat aktif menggelar pertemuan seperti diskusi karya, baca puisi, dll. Saya cantumkan 2 puisi pendek saya di sini. Alamat email Buletin Hysteria adalah: buletinhysteria@gmail.com

 

Selalu

 

di matamu

waktu senantiasa gelombang pasang

masihlah tinggi

membuncah terjang

mengangkut tajam

mengalirkan tegar

 

            Kudus, 2008

Baca entri selengkapnya »

Puisi Budhi Setyawan di Buletin Littera

Posted by: budhisetyawan on: Juni 17, 2009

Ada 2 puisi saya yang dimuat di Buletin Littera nomer 9 Th. II Edisi Mei – Juni 2009 yaitu berjudul Yang Menua di Stasiun Kereta dan Sejarah Menulis Dusta. Buletin Littera adalah bulletin sastra dwi bulanan yang diterbitkan oleh Taman Budaya Jawa Tengah  (Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pemerintah Provinsi Jawa Tengah) yang beralamat di Jln. Ir. Sutami 57 Surakarta 57126, telp. 0271-635414. Alamat email redaksinya adalah: litteratbjt@yahoo.com

 

 

Yang Menua di Stasiun Kereta

 

ini besi besi

berkarat

mengeriput tergigil termangu

membingkai lusuh memburu

relief tarian

batu

Baca entri selengkapnya »

Puisi Budhi Setyawan di Seputar Indonesia (SINDO)

Posted by: budhisetyawan on: Juni 1, 2009

Ada 6 (enam) puisi saya yang dimuat di harian Seputar Indonesia (SINDO) hari Minggu tanggal 31 Mei 2009. Berikut saya cantumkan 3 (tiga) puisi di blog ini. Selamat membaca dan silakan memberikan kritik. Salam kreatif-progresif.

Kaulah Hidupku

ribuan deras kuyup waktu mengalir

lewat warna yang menarikan pinta

: kau setia menyimpan kenangan dalam arusmu

bersampan ringkih renta tipis

kudayung pelan segenap kecipak

: sambil kubaca detak usia semoga menuang gemamu

Bekasi, 2008

Baca entri selengkapnya »

Puisi Budhi Setyawan di Sinar Harapan

Posted by: budhisetyawan on: April 20, 2009

Ada 5 puisi saya yang dimuat di harian Sinar Harapan tanggal 11 April 2009. Berikut saya ambilkan 2 puisi yang masih saja sederhana. Terima kasih atas dorongan teman-teman semua. Terus terang saya masih dalam taraf belajar menuliskan rangkaian kata, dan diupayakan agar menjadi puisi. Selamat membaca jiwa.

Baca entri selengkapnya »

Puisi Budhi Setyawan di Jurnal Nasional

Posted by: budhisetyawan on: April 20, 2009

Ada beberapa puisi saya yang termuat di harian Jurnal Nasional hari Minggu 8 Maret 2009. Saya ambilkan 2 puisi untuk saya taruh di blog saya. Selamat membaca dan silakan dikomentari atau diberi kritikan. Salam sastra.

Ada Yang Tertinggal Oleh Larimu

: sumantri

tak kau dengarkah roman rona masa silam

dengan teriak parau memanggilmu:

pulanglah sebentar, aku mau cerita. tapi riuh kemilau

gerak zaman menindih sepimu bertubi tubi.”

Baca entri selengkapnya »

Bertemu Penyair Makasar

Posted by: budhisetyawan on: April 20, 2009

Saya dan 3 Penyair Makasar

Saya dan 3 Penyair Makasar

Dalam dinas ke Makasar tanggal 1 – 3 Desember 2008, saya bertemu beberapa penyair Makasar. Karena waktu yang begitu terbatas dan juga kesibukan teman Makasar, saya hanya bertemu beberapa penyair saja. Saya bertemu dengan Aan Mansyur, Aslan Abidin, Asha Ray. Kemudian juga datang bang Asia Ramli P. Kami bertemu di Cafe Baca Biblioholic yang dikelola oleh Aan Mansyur dan beberapa teman penulis Makasar. Baca entri selengkapnya »

Bertemu Penyair Medan

Posted by: budhisetyawan on: April 20, 2009

Saya dan beberapa penyair Medan

Saya dan beberapa penyair Medan

Tanggal 24 – 26 November 2008 saya ada acara dinas di Medan. Sebelum berangkat, saya telah memberitahukan kepada 2 penyair Medan yang sebelumnya pernah bertemu di TIM Jakarta yaitu Hasan Al Bana dan Suyadi San. Saya tiba di Medan hari Senin sore sehingga tidak ada agenda dinas dan langsung ke hotel. Saya dan rombongan menginap di Hotel Inna Dharma Deli. Hotel lama dan kamar sederhana. Malam itu saya bersama tim dinas hanya makan rujak di Medan Plaza dan sea food di belakang Hotel Best Western. Di sela sela makan sea food, ada telepon masuk dari teman di komunitas Pasar Malam yaitu Nina. Karena di tempat makan suasana sangat gaduh, saya tidak mengangkat telepon itu. Lewat Baca entri selengkapnya »