Posted by: budhisetyawan on: Februari 1, 2010
Ada 2 puisi saya yang termuat di surat kabar yang terbit di Sumatera Barat yaitu Padang Ekspres, hari Minggu 31 Januari 2010. Kedua puisi tersebut berjudul Kepingan Malam di Desahmu dan Yang Meremang di Jalanmu. Berikut saya cantumkan kedua puisi tersebut di sini.
Kepingan Malam di Desahmu
dalam matamu yang rimbun pasang,
ada serimba aum terkam
juga seberkas luka dalam
jalanan kecil tanpa lampu
menyemaikan insomnia
arus sungai tanpa nama
Posted by: budhisetyawan on: Januari 26, 2010
Ada 6 puisi saya yang termuat di surat kabar Jurnal Nasional atau kadang beberapa orang menyebut dengan singkatan yaitu Jurnas, hari Minggu 24 Januari 2010. Keenam puisi tersebut berjudul: Saat Kauukir Jarak Sajak, Risau yang Memisau, Slendro Frasa 13, Putaran Kesunyian, Apatis Tragis, dan Kelopak Teratai. Berikut saya cantumkan 3 puisi di sini:
Risau Yang Memisau
nafasku masih tersaruk pada lusuh percakapan kita yang ada di belakang taman kota. memang tak begitu terawat karena cuaca yang sering menghunjam tanpa pemberitahuan. juga keisengan para pembaca riwayat yang suka datang dengan membuang serapah semaunya. bisa saja telah ada gerumbul semak di situ, serupa kata kata yang menghambur dan bergerombol berupaya menjadi sajak. semenjak kita berbeda rute jalan di senja yang lengang. tak ada deru kendaraan juga tampias senandung yang melenggang. taburan debu memang masih menggantung di krah baju kita. masing masing. sendiri. kering. pasi. arung pencarian sarat kelokan dan menanjak. aku selalu bingung dan tak sanggup menghitung. ketika jarak mulai menggelarkan jauh. tentang tuduhanmu kala itu. sungguh aku tak sepenuhnya meninggalkanmu. karena telah kusiapkan sepetak kenangan, dan aku selalu mengairinya di sepanjang rentang kemarau. meski aku harus berebut dengan banyak wajah asing yang juga menyebut namamu untuk membasahkan kisah. tapi menunggumu untuk kembali seperti kebingungan mengisi teka teki silang yang masih menyisakan tiga pertanyaan dalam bahasa yang tak kukenal. lepas dari jaring ingatan. kata kata itu telah kau bawa pergi. entah kau simpan di mana hingga tak pernah terjamah dan terjemah.
Posted by: budhisetyawan on: Januari 26, 2010
Selain puisi saya termuat di Radar Banjarmasin, Kalimantan Selatan, pada hari yang sama yaitu Minggu 17 Januari 2010 ada 5 puisi saya yang termuat di Radar Tasikmalaya, Jawa Barat. Kelima puisi tersebut berjudul: Yang Tersisa, Rimba Terbakar, Di Batas Cemas, Marga Nirwana, dan Lentik Aura. Berikut saya cantumkan 3 puisi di sini:
Rimba Terbakar
kau kirimkan paragraf paragraf neraka
melalui malam kering
ketika di sini waktu tengah setitik api
mencakar langit sesepi
kau kirimkan kamar kamar pengap
melalui tikam tatap
menelisik kisah di balik dinding wajah
menusuk labirin tanya
Posted by: budhisetyawan on: Januari 26, 2010
Ada 3 puisi saya yang termuat di kolom Cakrawala Sastra & Budaya harian Radar Banjarmasin, Minggu 17 Januari 2010. Ketiga puisi tersebut berjudul: Terjuntai Terkulai, Aku Memilih Telanjang, dan Jalanan Tepi Kota. Berikut akan saya cantumkan di sini 2 puisi yaitu:
Aku Memilih Telanjang
kukunyah onggokan hari yang telah tertiriskan sejuknya
begitu kenyal hingga mencabuti gigiku
melubangi langit langit ingatan
membuat liang bagi persembunyian tentara
yang kalah perang, serta karat lapuk lapis baja dan tank
tak ada kiriman luberan parfum dari ujung gang
atau wangi surat petani berisi kabar tentang panen
kacang tanah dengan beberapa biji merah
serta jagung yang gemar merawat warna senja
kemana larinya yang kian mengibarkan kesangsian
Posted by: budhisetyawan on: Desember 21, 2009
Ada 8 puisi saya yang dimuat dalam kolom Oase di www.kompas.com pada tanggal 19 Desember 2009. memang cukup banyak, namun hampir semuanya adalah puisi-puisi pendek. kepada para pembaca yang mau kirim tulisan silakan ke alamat email: jodhi@kompas.com atau nanagung@gmail.com.
klik di: http://oase.kompas.com/read/xml/2009/12/19/17463389/puisi-puisi.budhi.setyawan
Saya tuliskan 3 puisi di blog saya ini. Salam damai penuh keindahan.
Debar Denyar
sekuntum puisi yang kuberikan dulu
masihkah segar di taman rindumu?
Posted by: budhisetyawan on: Desember 14, 2009
Ada 2 puisi saya yang termuat di harian Radar Bandung edisi Minggu tanggal 13 Desember 2009, yaitu berjudul: Jalan Setapak di Kepalaku dan Fragmentasi Pagi. Berikut saya tuliskan 2 puisi tersebut dalam blog ini.
Jalan Setapak di Kepalaku
ketapel. egrang. gampar adu batu. gangsingan. mahkota rangkaian daun nangka. gambar kecil, rin tin tin atau wayang untuk adu sisi diterbangkan, juga mencari jumlah sembilan. lempar gelang karet, pada lidi atau lekuk tembok. petak umpet. gobag sodor. senapan senapanan carang bambu, bunga jambu. seruling dan tulup. mobil mobilan, roda sabut kelapa, kulit jeruk bali atau batang kelapa. main kelereng, pot dan gendiran.
Posted by: budhisetyawan on: Desember 11, 2009
Setelah kejadian gempa bumi di Padang, Sumatera Barat dan sekitarnya pada hari rabu tanggal 30 September 2009, penyair Malaysia Dr Ahmad Khamal Abdullah yang sering dipanggil dengan sebutan Dato Kemala, mempunyai ide untuk membuat antologi puisi berkaitan dengan musibah tersebut. Setelah jadi buku, para penyair yang karyanya termuat dikirimi buku antologi tersebut. Puisi saya yang ada dalam buku tersebut berjudul LAGU DUKA ANDALAS. Berikut saya tuliskan di sini:
Lagu Duka Andalas
tanah bergetar
bumi berdenyar
senja elok terbirit
dipukul gemeretak sesaat peristiwa
Posted by: budhisetyawan on: Oktober 31, 2009

Kakilangit KESUMBA
Kelompok Peminat Seni Sastra (KOPISISA) Purworejo didirikan oleh Soekoso DM dan Maskun Artha serta beberapa aktivis sastra pada 28 April 1979 di Purworejo, Jawa Tengah. Eksistensinya tercatat dalam buku Direktori Seni dan Budaya Indonesia 2000 (editor Sapardi Djoko Damono, terbitan Yayasan Kelola & The Ford Foundation, Surakarta, Indonesia, Thn 2000).
Posted by: budhisetyawan on: Oktober 13, 2009
Fear Of The Dark
Iron Maiden
I am a man who walks alone
And when I’m walking a dark road
At night or strolling through the park
When the light begins to change
I sometimes feel a little strange
A little anxious when it’s dark.
Posted by: budhisetyawan on: Oktober 1, 2009