Budhi Setyawan

Kepakkan Sayap Jiwamu!

Posted by: budhisetyawan on: Maret 19, 2007


Musim hujan kian dekat akan berlalu, meninggalkan berbagai wajah cerita. Dan kemarau akan segera mengisi kisi-kisi hari. panas terik dan debu adalah muatan dalam perjalanannya. debu kering mengangkut gersang disebarkan ke penghuni semesta. debu-debu berjalan pelan, lalu berlari seperti badai, menelusup sudut-sudut sempit dedauan yang didera haus.

Ketika kemarau meradang, banyak yang mengeluh. Tak hanya manusia, tapi juga hewan dan tumbuhan. Seperti ayam, yang kalau siang hari mencari tempat teduh di bawah perdu pohonan. Juga peohonan mengurangi beban kerjanya dengan menggugurkan daun-daunnya. Apakah manusia juga seperti itu? yang tersering terdengar adalah ah…kemarau ini sungguh panas!

Dan kemarau akan kembali berganti musim penghujan. Banyak awan mendung yang kian rindu menumpahkan deras air ke bumi. Hujan memberikan kesejukan, mengobati dahaga bumi. Para petani menyenandungkan lagu gembira, sawah-sawah kembali basah, tanaman akan menghijau kembali. Hanya kadang manusia masih banyak yang kurang bersyukur. Dan alam akan memberikan peringatan dalam wajah: tanah longsor, banjir, badai, dll

Hendaknyalah pergantian hari, pergantian bulan, pergantian musim; menjadikan bahan untuk berpikir dan merenungkan kehidupan. Dengan merenung, kembali ke dalam, menyelam ke jiwa; diharapkan akan terbit satu sikap arif bijaksana. Arif dalam bersahabat dengan alam, bijaksana dalam memesrai kehidupan. Salam.

“MEMAYU HAYUNING BAWANA”

3 Tanggapan ke "Kepakkan Sayap Jiwamu!"

mantaf…

ayo dung pak, lebih banyak kata2nya. pasti jadi seru dan penuh filosofi.

btw, aku lihat buku pak budi banyak di bandara juga. duh, doain aku segera menyusul terbit ya bukunya…

Wah, foto taon piro kuwi Dab, masi alami bgt kyne

salut mbanget buat kang budi

Tinggalkan Balasan