Posted by: budhisetyawan on: November 2, 2007
Selanjutnya kita akan bercakap
selanjutnya kita akan melihat
betapa kita bersikap
ungkapkan suatu hasrat
tersirat
lalu makin dekat
selanjutnya kita akan berucap
adakah jawab sudah terdekap
Yogyakarta, 4 Maret 1990
PERJALANAN
Di bawah mentari, aku berlari
dengan, segenggam resah
meniti jalan, penuh lubang dan jerami
begitu berliku
ejekan burung terbang
lihat gelisah di dada
pohon-pohon berbisik
“akan putus asakah bila tak kau temui yang kaucari”
aku terdiam
sementara aku tetap berlari
dengan dekap seulas harap
Banyuurip, 25 Maret 1990
KERING I
Angin Agustus bertiup
kering
mencipta segenap deru
debu
patahkan ranting-ranting
kerontang
menghembus teras hati
sepi
luruhkan daun-daun
sunyi
Purworejo, 26 Agustus 1993
SAAT INDAH
Saat indah, lihat kerling matamu
menusuk tajam rongga sukma
derai ilalang melambai lesu
Saat indah, tangkap ulas senyummu
memeluk jingga-jingga biru
merunduk mencari garis pelangi
Saat indah, gamit lenganmu
menulis puisi dalam rasa
lebur malam cerah
Saat indah, lepas aku
renangi kolam angin
dahaga merintih rindu
Jakarta, 6 Juni 2000
SAPI LEPAS
Sapi betina-sapi betina
dengan paha terbuka
keluar tinggalkan kandangnya
kangkangi angkasa kota
berjalan beriringan
tanpa pedati
bersepatu hak tinggi
tak takut jatuh luka kaki
bahkan bergoyang
di atas gedung-gedung mencekik langit
sapi betina
lagi bunting besar
hasil kawin suntik
siap melahirkan bayi montok
yang sigap memainkan pedang
menikam jantung peradaban
sapi betina bertanduk manja
terus keliaran
tak peduli bertemu manusia
malah melenguh manja
bangga tampakkan belahan dadanya
Jakarta, 15 Oktober 2000
NAFAS EKOR KUDA
Bunga yang tumbuh di balik nadi
menarik nafasku mengarungi belantara
menggelitiki hidungku geli
dan bersin menyebarkan salam
nafasku yang turun naik memegangi ekor kuda
bertanya-tanya apa maksud sebenarnya
pertikaian membelenggu langkah ubur-ubur
mencari sosok akar kata di pinggir perkampungan
pagiku beranjak sendiri, dengan tanpa basa-basi
berlalu meninggalkan kepulan asap rokok
menggelitik hidung alam raya
nafas terbelenggu di bawah tempurung
ekor kuda yang menepuk-nepuk mukaku
menjadi tangan kekasih yang lincah
mengelus seluruh sudut kelemahanku
dan terengah-engah memburu bulan bulat di langit
lalu dimanakah kini kekasihku?
Jakarta, 8 Mei 2001
Kalau bisa di kasih read more>> yah biar ngak terlalu panjang ke bawah, saran nih. jangan marah ya……..
^_^
yang baru mana bosssss
tolong puisi nya yang bagus
.. mang yang ittu kurang bagus yagh … pdahall baguus th ..
keren….. ei!!
hahahah^^
merinding alias geli ah…..baca na
ada yang lebih mantap age g??????
hehehehehehe…
Mei 16, 2008 pada 11:29 am
Lagi dunk Puisinya yang lebih romantis……Thx