Posted by: budhisetyawan on: November 21, 2007
SENJA DI PELABUHAN KECIL
Buat Sri Ajati
Ini kali tidak ada yang mencari cinta
di antara gudang, rumah tua, pada cerita
tiang serta temali. Kapal, perahu tiada berlaut
menghembus diri dalam mempercaya mau berpaut
Gerimis memepercepat kelam. Ada juga kelepak elang
menyinggung muram, desir hari lari berenang
menemu bujuk pangkal akanan. Tidak bergerak
dan kini tanah dan air hilang ombak
Tiada lagi. Aku sendiri. Berjalan
menyisir semenanjung, masih pengap harap
sekali tiba di ujung dan sekalian selamat jalan
dari pantai keempat, sedu penghabisan bisa terdekap
Dari: Deru Campur Debu (1949)
Dalam puisi ”Senja di Pelabuhan Kecil” diatas, terasa bahwa penyair sedang dicengkeram perasaan sedih yang teramat dalam. Tetapi seperti pada puisi-puisi Chairil Anwar yang lain, kesedihan yang diungkapkan tidak memberikan kesan cengeng atau sentimental. Dalam kesedihan yang amat dalam, penyair ini tetap tegar. Demikian pula pada puisinya diatas. Di dalamnya tak satu pun kata ”sedih” diucapkannya, tetapi ia mampu berucap tentang kesedihan yang dirasakannya. Pembaca dibawanya untuk turut erta melihat tepi laut dengan gudang-gudang dan rumah-rumah yang telah tua. Kapal dan perahu yang tertambat disana. Hari menjelang malam disertai gerimis. Kelepak burung elang terdengar jauh. Gambaran tentang pantai ini sudah bercerita tentang suatu yang muram, di sana seseorang berjalan seorang diri tanpa harapan, tanpa cinta, berjalan menyusur semenanjung.
Satu ciri khas puisi-puisi Chairil Anwar adalah kekuatan yang ada pada pilihan kata-katanya. Seperti juga pada puisi diatas, setiap kata mampu menimbulkan imajinasi yang kuat, dan membangkitkan kesan yang berbeda-beda bagi penikmatnya. Pada puisi diatas sang penyair berhasil menghidupkan suasana, dengan gambaran yang hidup, ini disebabkan bahasa yang dipakainya mengandung suatu kekuatan, tenaga, sehingga memancarakan rasa haru yang dalam. Inilah kehebatan Chairil Anwar, dengan kata-kata yang biasa mampu menghidupkan imajinasi kita. Judul puisi tersebut, telah membawa kita pada suatu situasi yang khusus. Kata senja berkonotasi pada suasana yang remang pada pergantian petang dan malam, tanpa hiruk pikuk orang bekerja.
Pada bagian lain, gerimis mempercepat kelam, kata kelam sengaja dipilihnya, karena terasa lebih indah dan dalam daripada kata gelap walaupun sama artinya. Setelah kalimat itu ditulisnya, ada juga kelepak elang menyinggung muram, yang berbicara tentang kemuraman sang penyair saat itu. Untuk mengungkapkan bahwa hari-hari telah berlalu dan berganti dengan maas mendatang, diucapkan dengan kata-kata penuh daya: desir hari lari berenang menemu bujuk pangkal akanan. Penggambaran malam yang semakin gelap dan air laut yang tenang, disajikan dengan kata-kata yang sarat akan makna, yakni: dan kini tanah dan air hilang ombak. Puisi Chairil Anwar ini hebat dalam pilihan kata, disertai ritme yang aps dan permainan bunyi yang semakin menunjang keindahan puisi ini, yang dapat kita rasakan pada bunyi-bunyi akhir yang ada pada tiap larik.
(tulisan diatas disadur dari buku PENUNTUN PELAJARAN BAHASA & SASTRA INDONESIA, berdasarkan kurikulum 1984, untuk SMA Kelas III semester 5 (Program Inti), penulis Dra. Suparni, terbitan GANECA EXACT, Bandung, tahun 1986; yang aku peroleh waktu bongkar2 buku di bipet/lemari buku waktu pulang kampung ke Purworejo, 2 minggu yang lalu. Buku tersebut dipakai waktu aku kelas 3 SMAN 1 Purworejo tahun 1987.)
hmmmm….. ternyata….
mmg lebih gampang untuk menulis puisi ttg kesunyian.. kesepian.. dan kesendirian….
tapi bener gak sey, senja itu sendiri…?
senja itu ia tak mencari cinta….?
pastinya ia jg tak membuang cinta toh….?
dan yang pasti ia tak benar-benar sendiri..!!
angin, dermaga, riak ombak dan kelepak elang masih tetap menemani,,,
[...] Februari 21, 2008 oleh nurien Sebuah Puisi karya Chairil Anwar [...]
Wadu du du duh…..
No Comment la…..
Yang jelas puisi ChairiL emang keren koq……( sekeren aku…hahaha)
pilihan katanya plus merangkai kalimatnya bagus banget…
ceritanya ngalir….seakan pembacanya mau dibawa turut serta…(tolong bu’ne…!! aku mau di culik!!!)… ups!!!
salam…
Cayo…cayo….
setiap kata yang keluar dari bibir seorang chairil anwar mengandung seujuta makna yang sulit untuk di terka.
aku,aku,aku selalu ingin sepertinya.namun itu hanya mimpi belaka.
puisinya adalah insipirasi ku(……UNA I LOVE U…..)
keren, tapi perbanyak lagi downk biar gw bsa cari-cari gituuuuu………………..
kok…..
puisi y’ itu doang……………….
yaaa puisi ini bagus…….
tp kok gak ada yang lain
BAguss,, sii..
tp Banyakin donk kak ..
Biar koleksi Ku nambah…
Tentang Puisi kakak ???
YuPzt w ZuKa BGd Ma pUizi2′nA ChAiRiL aNwAr!!!! ZcR,,,pUiZi2′nA KrEnZ BGd….puiZi2′y PuNyA mAkNA ZenDrI WAt My LifE,,,aPaLaGi tEntAng pUIzI YaNG pErnAh DI CURaHKan kEdLm BukU aKu…PuIZI yaNg da KrEnZ BgD,,BnR g da tAn DInGan’y dEcH….
BAguuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuus baNGet
YaPZ,,, puiZi nE OK!
Pi,, pERbNAK LGi dONx pUszi nA
puisi chairil anwar tuh gak da tandinganya dech!! w ska bgt…n w mhn perbayak yah!!!!!!!!
Puisi – puisi karya Chairil Anwar patut diacungi jempol !!!!!!!!Puisinya ” is the best ” , aku kagum dech !!!!!!
wah gila………..keyenz abiez!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
buat hati seseorang tersentuh buangetz!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
……………….^_^”………………..
a’o,.,.,.
k’ lam knal dri aq yach.,.,.,!!!!!!!!!!!
q mw minta tlong gne,q kan jga ska buat puisi cz hobi q emang ska bkin puisi.
and q mw tanya :apa bikin puisi itu harus puitis yachdan pintar berkhayal ???
sebelumnya TRIM’S yach….
Puisi yg bgitu menyita perhatian
Takkan bisa dipahami jkalau sekali baca
Charil Anwar begitu hebat memperkosa kata, tiap kata penuh makna
Chairil Anwar, untain katanya takkan tergilas kaki zaman
Ku jamin……
chairil anwar adalah seorang tokoh yang saya kagumi,,,,,
karya-karyanya selalu memikat perhatian semua orang,,,
salam sastra…sebuah keindahan seni dan sastra bila ia menyatu dengan harmoni kehidupan manusia itu sendiri….
Ternyata Indonesia tuH rumah bagi macaem2 karya sastra indah yang seharusnya kita lestariKan keberadaannya….
Sungguh,, puisi “Senja di Pelabuhan Kecil” ini begitu indah dan sulit untuk diungkapkan dengan kata-kata…..
Ironi dengan Bangsa yang sedang Carut marut pemberitaan DewaN….
thank’s atas puisi chairil anwarnya. karena berkat sobat aku bisa nyelesain tugas bahasa indonesia-ku
T O P dah Puizi buAtAn c_Bpak mah,,,(ngaku2 Jdi Ank’y)
Pkok’y Gx BzA DiUngkpiN dNgn kTA2,,,
Emang PATUT diacungi JEMPOL 2!! Chairul Anwar Is The Best Lah!!! Oh Y aq Tunggu Pisi selanjutx x!!!!!!!
kerennnnn…..abizzz deh puisinya majasnya tinggi bgt….
sebuah karya bagus yg g’ bisa diungkapin dgn kata2,tentunya gw juga g’ bisa bwt yg kayak begituan(sukses selalu)
I love the way you see a life
it’s make me belive that
i able to stand in here without fear
you are angel who shined my heart
so i able to laugh and cry cause love
You said “Don’t leave your self alone
cause your self will be quite without you”
I still felling you inside me
I still hear your voice
and i still want you for me.
(i write this poem for my soulmate, Raditya Dwi Marta)
Krenn bget puisi-puisi cnta na…..
wah,….ini benar-benar karya sastra yang menyentuh hati…!!!!!
Kapan lagi ya kita bisah memiliki seorang sastrawan seperti Chairil Anwar….????
Saluuuttttttttttt!!!!!Puisinya sumpah,,,keren abizt!!!amat menyentuh n buat hatiQ bergetar………..
karya ini bagus sekali………….saya sampai terharu………………………………..!!!!!!!!!!!!
senja dipelabuhan kecil, puisi tentang sebuah cinta yng tak sampai, kepupusan, puisi yang terlalu dalam dan menyentuh, aq mnegerti apa yang dirasakan oleh khairil anwar pada saat menulis puisi ini, karena aq juga pernah merasakan seperti yang dia rasakan. yach sakit memang jika kita cinta kepada seseorang tp orang yang kita cintai itu tidak memahami perasaan kita. Salut buat khairil anwar .. km mang yang pembuat puisi terbaik di indonesia bahakan sdiseluruh jagat raya.. aku kagum dan ku ingin seperti engkau.
chairil memang beda..
dia membuat subyek inti kaLimat pokoknya didepan tdk mau diakhiran
maupun ditengah2 kaLimat..
kita tdk akan menemukan artii daLam sajaknya jika hanya dibaca sekaLi maupun dua kaLi…
begituLah dirinya..
yg saya kenaL krna saya adaLah penggagum ALmahumah…
sajaknya berbeda dengan sajak karya sastrawan Laen…
saLuut….
BUKAN KEMATIAN BENAR MENUSUK KALBU..
KERIDHAANMU MENERIMA SEGALA TIBA..
KAU DIHADAPANKU..
KEMBANG MAWAR DAN MELATI JAUH DI ANGAN..
THANk’s Bwat semua…
Luv u aLL…..
kau adalah orang yang sangat pintar dalam mengimajinasikan pikiran2mu yang kau jadikan puisi. puisi2mu sangat menarik perhatian orang2 untuk membaca puisimu. Aku telah membaca semua puisi2mu terutama puisimu yang berjudul AKU!!!!!
Hi there… aku pengen numpang tanya nih…. di mana ya bisa beli buku puisi nya Khairil Anwar & Amir Hamzah atau poet2 yg lain? Utk infonya, gw skrg tinggal di Kuala Lumpur, pengen ngasih hadiah buat adik angkat yg demen baca falsafah kayah Khalil Gibran gitu….
Help me please, much appreciate it… thx
Hi there… aku pengen numpang tanya nih…. di mana ya bisa beli buku puisi nya Khairil Anwar & Amir Hamzah atau poet2 yg lain? Utk infonya, gw skrg tinggal di Kuala Lumpur, pengen ngasih hadiah buat adik angkat yg demen baca falsafah kayah Khalil Gibran gitu….
Help me please, much appreciate it… thx
PS…. pls email me at octavia.hardy@gmail.com
top abiz puisi chairil anwar emang top
emang puisinYa………pALIng ngEetoPSs deEch..
Hy temen2, Sumpah puisinya baguz bngt…. Gw suka puisi Chairil anwar,;-)
Enak ya biza bca puisi karya y,gw suka bngt
Baguuuuuuuz…….
puisi chairil anwar th emng g’ ad tndngnny,.
ap lg puisi yg jdlnya “Aku dan Do’a”
tp yang lain jga bagus” bgt,.
wihh,. kernya kl bsa trknl kyk chairil anwar,.
Hhehe
Puisi karya chairil pokoknya bagus buangetzzzz. Nggak ada yang bisa ngebandingin
puisiNya kereN bgt… Tp sayang skrg Sang “Chairil Saleh” taq dpt berkarya lagi
wawww,,, huebat y Chairil Anwar
bisa meng inspirasikan puisi2 ny dg kta2 yg mnarik..,
coba aja skrg ‘BELIAU’ msih ‘HIDUP’ psti asik BGT tuh,,. dy msih bs buat puisi2 yg TOP abiezzzz,,.
GGGGGGGIIIIIIILLLLLLLAAAAAAA!!!!!!! Bisa banget nyentuh hati pembaca! Chairil Anwar emang keren! GUE PENGEN SEPERTI DIA!
rangkaian kata kata yg mempesona
mmbuat ku terengah engah
sulit ku percaya
kata kata yg sungguh2 indah ^^
mau bisa bwt puisi kaya gtu >.<
ngikut aja deh
Thanks, sob aq jadi bisa nyelesain tugas seni & budaya q nih thanks bro!! kapan2 mampir ke blog q ya!!
puisinya sih bagus” …
tapii kok cuma dikitt sihh ??????????????
lg butuh nie ………….
Sekedar info, Chairil Anwar menulis puisi ini ketika putus dengan kekasihnya Sri Ajati. Inilah sebabnya ada tulisan “Buat Sri Ajati.” Hubungan mereka harus berakhir karena orangtua Sri tidak setuju anaknya pacaran dengan Chairil. Dalam kesedihan itu, ia menulis puisi “Senja Di Pelabuhan Kecil Ini”
puisi.a bgus bgt !
Desember 12, 2007 pada 9:23 am
kenapa puisi ini berjudul senja di pelabuhan kecil? padahal saat itu kan sudah banyak pelabuhan- pelabuhan yang besar dan terkena….l