Posted by: budhisetyawan on: November 29, 2007
KADANG – KADANG TUHAN PINGSAN
Kala aku rangkaki masa
mangsa satwa
candra sengkala
pacu raga mengembara ke padang angkara
sapu iba bela murka
puasi kuda-kuda singa
gelegak aliran renjana sarat lava
reguk tahta mabuk harta
dan penghambaan nirwana maya
pesta dansa membubung sonya
kulihat Tuhan berdiri sendirian
di kejauhan
tertegun diam tanpa sapa
kutawari suguhan anggur hangat
diam . . .
makin kudekati
kuajak jabat tangan
tiba-tiba Dia pingsan
ketika akan kusentuh
lenyap hilang dari pandang
kuceburkan diri ke lautan
dalam sesak nafas perburuan
kuingin Tuhan segera siuman
obati kerinduan yang dalam
Jakarta, 15 Agustus 2000
PAKAIAN KOTOR
Berserakan pakaian kotor di kamar
membius udara membubung asap
menerobos pepohonan berburu keinginan
menyambar sarang laba-laba
berkelebat cepat lalu sembunyi
di bawah dipan pengap
mengaduk-aduk waktu
dalam permainan seru
Pakaian dinas kotor di kamar negara
menembus cakrawala menyaput pegunungan
melahap makanan di segala tempat dan jalanan
membakar nasib-nasib semut
racuni burung-burung terbang
menghalangi laju alur deras cita
kemakmuran
keadilan dan
hidup tenteram
Jakarta, 11 Nopember 2000
JEJAK – JEJAK
Langkah-langkah sunyi yang lewat di langit
masih sangat nyata terngiang
ketika akan kutangkap
kenapa aku selalu tertinggal
tapak sujud di sajadah malam
masih sangat dekat terbayang
ketika akan kusentuh
kenapa aku selalu tertinggal
hening puasa di perjalanan bulan
masih sangat lekat terasa
ketika akan kusunting
kenapa aku selalu tertinggal
biru tafakur di gua pedalaman
masih sangat tenang terhias
ketika akan kudekap
kenapa aku selalu tertinggal
gelombang rindu di serambi janji
masih sangat jelas terpatri
ketika akan kucumbu
kenapa aku selalu tertinggal
magma cinta di dasar bumi
masih sangat nyala terjaga
ketika akan kumaknai
kenapa aku selalu tertinggal
semesta syukur di seluruh jagat
masih sangat luas terbentang
ketika akan kuselami
kenapa aku selalu tertinggal
Purworejo, 31 Desember 2000