Posted by: budhisetyawan on: November 29, 2007
PROTES PUISI
Tafakur malam menyelam
merogoh keheningan
potongan-potongan kata berserakan
di lantai permainan
suara lemah, bergairah
membanting lamunan seenaknya
menusuk titik pusat kesadaran
dengan bibir molek yang penuh madu
akulah puisimu
yang pasrah dan rindu
melewati liku hari dan malam
dengan debur ombak
janganlah terburu kaupetik
syairku belum masak
dan baitku masih lemah
menahan serbuan angin
biarkan aku berkembang
aku perlu ruang
‘tuk membaca sanubari
yang berteduh di dangau tengah sawah
Jakarta, 30 April 2002
BERI AKU JIWA
Di antara bilik-bilik penjara
gedung pencakar, menjulang kilau
sibuk riuh mengejar bayang-bayang
dada teriak lantang:
‘oh… penghuni kota,
beri aku jiwa’
terhuyung-huyung pulang malam
merambat di pagar kampung
sehabis bergelut berburu surga
dada bersuara gema:
‘oh … penghuni bumi,
beri aku jiwa’
makhluk-makhluk yang mencari udara segar
boneka sedang duduk di kamar
rambutnya terurai sampai beranda
dada mengadu lembut:
‘oh Penguasa Kerajaan Jiwa,
beri aku jiwa’
Jakarta, 24 – 25 Nopember 2001
PERAPIAN I
Beramai-ramai orang-orang berlarian
menuju tungku pembakaran
mereka membelah dadanya
diambil hatinya
dimasukkan ke dalam api
dengan semangat menyala
mereka bersorak girang
ketika hati mereka mulai
terlalap api
terbakar lalu habis
tinggal abu
lalu mereka menyobek kepalanya
diambil sebagian otaknya
dan diremas-remas di atas perapian
sambil tertawa memecah malam
mereka melingkar di sekeliling perapian
sambil memuja jantungnya
agar terus berdenyut selamanya
memompa semangat serakah
serigala kelaparan
hidup lebih enak dengan separo otak
dan tanpa hati
tiada beban dan gamang
‘tuk lewati semua jalan remang dan gelap
Purworejo, 31 Desember 2001
kereeeeeennnnn
mohon bimbingan dan arahannya terimakasih
menurut saya tuh puisinya menggunakan bahasa yang sederhana tapi memiliki makna yang sangat luas…
pa lagi puisi buatan mas tuh
wuih dalem banget.
saya sangat ngefans ma chairil n ws rendra
saya mulai menuis puisi sejak smp, sempat berhenti tp ada yang kurang klo aku g nulis sebuah puisi.
jd mohon didikan dan arahaannya biar saya tidak menjadi penyair kosong.
keren . gw juga seneng bikin puisi . kbanyakan puisi yang gw baca bahasanya kaku , garing . tapi puisi lo oke bro..
kontak2 ya kalo ada yang baru atau ada pagelaran puisi .
Desember 10, 2007 pada 4:18 am
kata katanya laksana gelap yang mengikatku rapat rapat, menyiksaku dalam detik demi detik yang amat lama seumpama pergantian musim. akankah esok aku masih mencintaimu? aku mengutuki diriku sendiri…