Puisi-puisi A. Mustofa Bisri

STASIUN

 

kereta rinduku datang menderu

gemuruhnya meningkahi gelisah dalam kalbu

membuatku semakin merasa terburu-buru

tak lama lagi bertemu, tak lama lagi bertemu

 

sudah kubersih-bersihkan diriku

sudah kupatut-patutkan penampilanku

tetap saja dada digalau rindu

sabarlah rindu, tak lama lagi bertemu

 

tapi sekejap terlena

stasiun persinggahan pun berlalu

meninggalkanku sendiri lagi

termangu

 

 

GELISAHKU

 

gelisahku adalah gelisah purba

adam yang harus pergi mengembara tanpa diberitahu

kapan akan kembali

bukan sorga benar yang kusesali karena harus kutinggalkan

namun ngungunku mengapa kau tinggalkan

aku sendiri

sesalku karena aku mengabaikan kasihmu yang agung

dan dalam kembaraku di mana kuperoleh lagi kasih

sepersejuta saja kasihmu

jauh darimu semakin mendekatkanku kepadamu

cukup sekali, kekasih

tak lagi,

tak lagi sejenak pun

aku berpaling

biarlah gelisahku jadi dzikirku

 

Jakarta, 2002

 

(diambil dari buku: NEGERI DAGING, karya A. MUSTOFA BISRI, penerbit Bentang Budaya, cetakan pertama, September 2002)

 

Tentang budhisetyawan

Seorang yang suka musik dan sastra.
Tulisan ini dipublikasikan di Puisi Penyair Lain 1. Tandai permalink.

14 Balasan ke Puisi-puisi A. Mustofa Bisri

  1. CAM berkata:

    Inti dari apa yang diceritakan dalam puisi GELISAHKU sungguh sangat menyentuh dan sangat merasuk dalam jiwa para pembacanya…karena sering terjadi pada kehidupan nyata kami kaum remaja indonesia.

  2. sultan berkata:

    puisi beliau tak hanya memunculkan rindu yang dalam namun juga mencoba memberi wejangan akan rindu yang lebih berarti kepada kekasih yang sejati…salut!!

  3. ferdinan berkata:

    puisi idah mengalun dalam kata yang terlampawi masyarakat luas., salam knl.,.,.

  4. husni berkata:

    puisi sngt berguna jika puisi itu di tulis dngan tenanh
    salam knal…..

  5. mezrha al berkata:

    puisi adl bhs jiwa jngn malu mulai ungkapkan

  6. copiyan berkata:

    makasi… lam knal.

  7. zairin zain berkata:

    puisi gusmus memberi inspirasi

  8. endah berkata:

    puisi satasiun begitu dalam

  9. subaidi berkata:

    gusmus, aku membaca sajakmu seakan iri pada diri sendiri. sebab tak bisa melahirkan kata-kata yang menggetarkan seperti punyak sampean

  10. barid berkata:

    Barid Smanegra
    puisi itu semakin indah apabila membacanya tidak hanya menggunakan pikiran ttp jg parasaan

  11. fany44 berkata:

    Bagus banget puisinya ..menyentuh ke hati :)

  12. hadi nurdiansyah berkata:

    seribu jempol untuk Sastrawan muslim, KH. Mustofa Bisri.

  13. kata-katanya sangat menyentuh kalbu banget.2 jempol buat KH Mustofa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s