Posted by: budhisetyawan on: Desember 11, 2007
STASIUN
kereta rinduku datang menderu
gemuruhnya meningkahi gelisah dalam kalbu
membuatku semakin merasa terburu-buru
tak lama lagi bertemu, tak lama lagi bertemu
sudah kubersih-bersihkan diriku
sudah kupatut-patutkan penampilanku
tetap saja dada digalau rindu
sabarlah rindu, tak lama lagi bertemu
tapi sekejap terlena
stasiun persinggahan pun berlalu
meninggalkanku sendiri lagi
termangu
GELISAHKU
gelisahku adalah gelisah purba
adam yang harus pergi mengembara tanpa diberitahu
kapan akan kembali
bukan sorga benar yang kusesali karena harus kutinggalkan
namun ngungunku mengapa kau tinggalkan
aku sendiri
sesalku karena aku mengabaikan kasihmu yang agung
dan dalam kembaraku di mana kuperoleh lagi kasih
sepersejuta saja kasihmu
jauh darimu semakin mendekatkanku kepadamu
cukup sekali, kekasih
tak lagi,
tak lagi sejenak pun
aku berpaling
biarlah gelisahku jadi dzikirku
Jakarta, 2002
(diambil dari buku: NEGERI DAGING, karya A. MUSTOFA BISRI, penerbit Bentang Budaya, cetakan pertama, September 2002)
puisi beliau tak hanya memunculkan rindu yang dalam namun juga mencoba memberi wejangan akan rindu yang lebih berarti kepada kekasih yang sejati…salut!!
puisi idah mengalun dalam kata yang terlampawi masyarakat luas., salam knl.,.,.
puisi sngt berguna jika puisi itu di tulis dngan tenanh
salam knal…..
puisi adl bhs jiwa jngn malu mulai ungkapkan
Maret 10, 2008 pada 10:04 am
Inti dari apa yang diceritakan dalam puisi GELISAHKU sungguh sangat menyentuh dan sangat merasuk dalam jiwa para pembacanya…karena sering terjadi pada kehidupan nyata kami kaum remaja indonesia.