Posted by: budhisetyawan on: Desember 26, 2007
BUKAN BAGIAN
Suatu ketika – entah bila –
aku bukan bagian dari alam raya. Tentang apakah manusia,
tentang apakah dunia, bagiku semua kosong saja. Tak ada pikiran
tentang hidup karena aku tak bakal berurusan dengan mati. Tak ada
apa pun kata dalam bunyi karena aku bukan bagian dari ensiklopedi.
Suatu ketika – entah bila –
aku bukan bagian dari alam raya. Anda melihat bintang,
aku belum ada dalam kerlipnya. Anda melihat laut, aku belum ada
dalam ombaknya. Adakah Anda, seperti mereka, mendapatkan belum
dalam tak ada? Setiap waktu, setiap ketika, mereka mendengar
diamku dalam suara. Melengking, merintih, jauh menuju tiada.
Payakumbuh, 1997
BERSAMA SUARA
Bersama suara: Kau menyelam ke dalam kata. Menyilih,
mencari ia yang kaupikir ada di setiap rupa. Tapi rupa
punya wajah yang lain. Tapi batok punya kepala yang lain.
Bersama suara: Kaukatakan tangis dalam tawa. Menyilih,
mencari ia yang kaupikir ada di setiap canda. Tapi canda
punya tangis yang lain. Tapi tawa punya gegaduhan yang lain.
Bersama suara: Kau menjadi sabun. Membalon berbusa-busa.
Padang, 1996
(sumber: buku DAGING AKAR, Sajak-sajak 1996 – 2000, karya Gus tf, Penerbit Buku Kompas, Jakarta, 2005)