Budhi Setyawan

Puisi-puisi Sosiawan Leak

Posted by: budhisetyawan on: Desember 26, 2007

BERALAS SAJADAH KUTULIS PUISI

timpuh di sajadah

kutulis sajak

tentang pelacuran,

pornografi dan kehidupan malam.

tapi tidak ada mesias apalagi tuhan

kitab suci terbakar bersama tembakan

dan huru hara kartun nabi.

timpuh di sajadah

kutulis sajak

tentang mata anakku yang terpejam

kecapaian di tengah malam

entah karena mimpi atau lantaran permainan siang hari

tentang wajah ibunya yang dirajang-rajang usia

lantaran pekerjaan rumah, kenekalanku yang meremaja

atau kesibukan kerja.

tapi tidak ada malaikat

surga terbakar kenaikan harga

neraka menggurita di mana-mana

di tiap trafick light dan pojok kota

merdeka dan sentosa!

kaki tangannya menjelma tuhan, nabi, kitab suci

juga malaikat dan surga

bahkan juga puisi, timpuh dan sajadah ini.

Pelangi Mojosongo, Solo, Maret 2006

NEGRI KADAL

negri kami negri kadal

negri yang tidak pernah sepi dari juluran lidah

menjelma dasi, panji-panji hingga janji-janji

yang selalu terpelanting bacinnya ludah.

sambil melata, kami mengendap,

menikam dan bersenggama

sesekali menelikung lawan juga kawa.

negri kami negri kadal

negri yang bersemak rempah

berbelukar bahan tambang, berrerimbun hutan

namun selalu lapar

dengan pertikaian dan asap tebal

dari berbagai kayu bakar

; agama, harta dan kekuasaan

kami selesaikan masalah

hanya lewat desis dan kata-kata

sedang tindakan tersembunyi dengan sempurna

di ujung ekor yang tak berdaya

menjelma bom, meledak sembarangan.

curiga mulus beranak pinak di sela sisik

malih rupa ketakutan

yang tak pernah terungkap di pengadilan

di negri kadal.

Solo, 19 September 2000

(sumber: buku DUNIA BOGAMBOLA, karya Sosiawan Leak, Penerbit Indonesia Tera, Jogjakarta, cetakan pertama, April 2007)

5 Tanggapan ke "Puisi-puisi Sosiawan Leak"

God bless you

untuk lintang

membaca DUNIA BOGAMBOLA mengingatkan aku pada perkataan seorang kawan yang nyaris tiap hari memaki dengan kata “babi!”
tapi dalam buku itu, sosiawan leak membikin BABI itu menjadi sejuk kedengarannya karena dihadirkan dengar kata-kata dari kandang babi yang kita jumpai sebagai NEGRI KADAL. apa maksud dari itu semua, itu terserah tuhannya para babi, yang mungkin bisa kau tuliskan sebagai suatu sajak yang bisa dikirim kembali ke email ini.
assalamualaikum. maha doa buat Sang Maha Kata, Allah SWT

tolong cari’in puisi karya sosiawan leak yang judulnya Ku Tulis Puisi atau Aku Tulis Puisi.
makasih sblumnya

buat yang butuh puisiku
; semoga maslahat.

AKU TULIS PUISI

aku tulis puisi
karena nurani mesti diterjemahkan
sedang tuhan kuasa berfirman
maka penyair pun boleh merangkai kata
mengeja kesadaran biar pun terbata

aku tulis puisi
meski kumengerti kadang tak berarti
karena puisi bukanlah ayat tuhan
yang sah memanah surga atau neraka
puisi tak pula undang-undang
yang kadang sumbang
membidik kebenaran dan kesalahan
dalam ruangan pengadilan
yang dipancang tiang-tiang
uang

aku tulis puisi
karna kegelisahan naif tuk dibungkam
meski kutahu
kebijakan tak lagi mampu
melawan pucuk senapang

aku tulis puisi
karna ayat-ayat dekat sekarat
dan undang-undang semakin gampang diperkosa
njelma buih di tiap sudut mulut singa & srigala

aku tulis puisi
karna luka mesti disembuhkan
biar pun kesakitan

aku tulis puisi
karna hidup harus dilunaskan

aku tulis puisi
sebelum segala terpejam
kepayahan

Tinggalkan Balasan