Posted by: budhisetyawan on: Desember 26, 2007
DI PINGGIR KOTA SENJA
di pinggir kota senja aku berdiri menghadap sana
sunyi hatiku seperti tugu menyapa kehidupan tak berarah
memandang rumah-rumah pelacur tanpa aspirasi
pada tingkah gelak lusuh yang terjalin dalam sajakku
dimana saja kota pelacur tersedia bagai mainan
membuka paha membasuh sukma adalah satu kesetiaan
mengharap senja yang panjang, tidur seribu kali dan tak peduli
guratan aneka suara, umpatan maki dan palingan muka
sedihnya kota pelacur tua menghuni kaki lima
teringat lupa masa muda, tak sadar menjerat diri
tinggal senyum melompong di antara gelak sementara yang hampa
sedihnya tua bermula mimpi tentang cinta dan hari depan
meratapi kelahiran diri bagai seonggok sampah di jantung kota
di atasnya langit makin hitam menggelegak menantikan kiamat
Kudus, 4 maret 1970
KUTANYA DIRI SENDIRI
di kepalsuan malam kutanya diri sendiri
tentang madunya cinta dan hari depan sehabis ranjang perkawinan
terpampang wajah-wajah penuh gairah, wajah-wajah kuyu dan sahdu
seperti halnya setiap kredit yang selalu diragukan
kutanya diri sendiri tentang kebahagiaan sejati
setelah anak dilahirkan, menangis dan tertawa
menyejuk hati sehangat ciuman di musim dingin
setelah itu dingin kembali sebab sejati hanyalah mimpi
ke mana harus kucari, adakah yang aku cari
bahagia dalam sebaris romansa yang kelu
seperti sebuah ayunan, bergerak pulang pergi dan tenang kembali
pada porosnya, lekang dan susut digodog musim menjadi debu
jawabnya seperti filsuf gila sebab pada tuhan hatiku masih terbentur:
kebahagiaan harus kucari di hati yang paling sedih
Kudus, 14 Mei 1970
(sumber: buku NYANYIAN SEPASANG DAUN WARU, karya Thomas Budi Santoso, Penerbit Indonesia Tera, Jogjakarta, cetakan pertama, April 2007)
assalamualaikum…
adakah sesuatu yang lebih indah selain dari berkarya dan bekarya…
tapi saya tahu bahwa karya adalah sebuah penemuan yang dilalui lewat perenungan. salam kenal bagi si empunya kata dalam blog ini. mudah-mudahan sang Maha Kata akan memberikan kita imaji yang lebih hingga kita bisa menutup mata dalam kata-kata kita yang kita rangkai sendiri…
Januari 8, 2008 pada 11:03 pm
menikmati karya2 Anda….
salam kenal