Posted by: budhisetyawan on: Februari 28, 2008
Bedug merupakan sebuah alat yang biasanya digunakan di masjid-masjid atau musholla (kebanyakan di daerah Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur) untuk memberitahukan telah masuk waktu sholat bagi orang Islam, paling sering ditabuh pada hari Jumat, sebelum sholat Jumat. Salah satu bedug terbesar, konon terbesar di dunia seperti yang tertulis di data-data tentang bedug tersebut adalah Bedug Masjid Jami’ Purworejo, Jawa Tengah. Bedug tersebut terbuat dari kayu jati, sering disebut kayu jati Pendowo.
Bedug itulah yang selama ini disebutkan sebagai kelebihan Purworejo, dalam hal peninggalan budaya masa lalu. Selanjutnya diarahkan menjadi daya tarik wisata Purworejo. Apakah bedug tersebut benar-benar menajdi daya tarik Purworejo? Secara pasti saya kurang tahu, tetapi dari beberapa kali saya ke Purworejo kalau sedang pulang kampung, dan sempat ke Masjid Jami’ Purworejo, meskipun hari libur panjang, tetapi pengunjung atau orang yang sholat di masjid itu dan memperhatikan bedug yang terletak di sebelah depan-kiri itu, ternyata tidak begitu banyak.
Setelah disebut atau diklaim sebagai bedug terbesar, lalu apa yang mesti dilakukan? Apakah hanya berhenti seperti itu? Sebenarnya kalau kita (terutama warga Purworejo, di daerah asal maupun di perantauan) mau lebih dalam memaknai, maka seharusnya ada upaya-upaya untuk mengambil sikap, menjadi lebih arif, lebih bersemangat dalam belajar dan bekerja/berkarya, dan sebagainya. Sangat sering simbol yang pada penciptaanya dimaksudkan agar dipelajari dan dikupas maknanya secara lebih dalam, tetapi hanya berhenti hanya sebagai simbol yang diam, bisu dan tak berarti. Masyarakat Indonesia, terutama Jawa yang akrab dengan simbolisme, dalam beberapa tahun ini menjadi kian pragmatis. Tidak mau dengan pemikiran yang dianggap kuno dan memakan banyak waktu, tetapi lebih suka yang praktis dan banal, lebih sering menukai hal-hal yang sedang dan mudah jadi trend atau mainstream.
Kian banyak masjid atau musholla yang bangunan fisiknya megah, tetapi apakah sehabis maghrib masih seramai dulu? Dulu waktu musholla atau kadang disebut langgar masih berdinding anyaman bambu, berlantai kayu karena bangunan rumah panggung, berlampu minyak tanah; sebelum ada listrik masuk desa, sebelum banyak televisi di rumah-rumah, sehabis maghrib banyak orang mengaji di musholla dan di rumah.
Sekarang, ada berapa rumah di desa-desa, kampung-kampung yang sehabis maghrib tidak menyalakan televisi? sangat bisa dihitung dengan jari!
Apa artinya?
Mari kita bangun di sepertiga malam menjelang pagi, merenung, masuk ke dalam diri, nikmati percakapan sepi, dan temukan jawabnya dalam jiwa sunyi!
wuah, purworejo itu kampungku. Sempet ngeliat bedug ini walaupun dr jauh
wahhh kota purworejo semoga semakin berirama dan beriman
Aslmlkm, lha iki sing enyong tunggu! We love Purworejo BERIRAMA. Buat Bu Gubernur Jateng yg baru (Yth. Hj Rustriningsih
dan Bpk Bibit) sukses…! Tlg sosialisasikan tu bedug terbesar di dunia.
siaPABILANG BEDUG PURWOREJO SEPI PENGUNJUNG???? MUNKIN ANDA PADA WAKTU DATANG SEHABIS FAJAR.. DAN DI HARI BIASA . SEBETULNNYA MASJID AGUNG DARUL MUTTAQIN
(MASJID AGUNG PURWOREJO) ITU MASJID YANG BIASA, TETAPI YANG MENJADI DAYA TARIK UNTUK MENGUNJUNGI MASJID ITU ADALAH BEDUG YANG TERBESAR DI DUNIA. DI HARI LIBUR BANYAK SEKALI PENGUNJUNG-PENGUNJUNG KHUSUSNYA DA LUAR KOTA DAN LUAR PROPINSI , DARI SITU WARGA SEKITAR MENDAPATKAN TAMBAHAN REJEKI. TAPI SANGAT DI SAYANGKAN SEKALI KALAU PENGUNJUNG DATANG CUMA MELIAHAT BEDUQNYA SAJA, TIDAK HANYA ITU SAJA KALAU YANG DATANG CUMA NUMPANG KE TOILET SAJA.
(REMAJA MASJID PURWOREJO)
Saya pernah ke masjid Bagelen dan melihat langsung bedug ini.. seandainya disertai pula riwayat bedug tersebut secara lengkap dan ditempatkan di samping bedug mungkin akan menambah minat orang yang datang.
Mohon ijinnya pemakaian foto untuk artikel tentang bedug di sebuah tabloid semi internal. Trims ya, saya tunggu tanggapannya.
halo mas
Bedug terbesar mungkin di purworejo, tapi kesenian tabuh bedug yg menjadi seni pertunjukan, ada di kab. pandeglang banten, yg disebut seni adu bédug atau seni rampak bedug. Untuk itu mari kita saling kaji dan teliti adakah keterkaitan kulturnya?
Mksh mas gmbrnya,buat obat kangen qta di brunei
I LOVE PORDJO CITY..
JD KANGEN NICH MA KAMPUNG Q..
Mas Akbar 7ruh….
Sampeyan gimana sih? Gubernur Jateng yang baru itu Pak Bibit Waluyo, Mbak Rustri itu kan Wakil Gubernur-nya. Jangan ngisin-isinke wong 7ruh lho…. Gitu aja ra dhong!
ngingatin aja dulu klo nunggu naik jumatan, biso nglekar nang ngisor bedug sambil nginceng dari lubang, memang benar didalamnya ada gong ro bende gumantung ,
Aku suka dech kota kelahiranku. majulah poerdjo
lam kenal aja sobat sobat poerdjo
Amazing !!!!!
Kebanggaan kota kita terutama wong Purworejo
tapi sayang kurang terawat
2bulan yg lalu aku lihat kulit bedug sudah pada sobek
Ok juga,kapan kita bisa balik ke purworejo ??
Aku juga pernah kesana bersama sepupuku
buka bersama n shalat maghrib di sana
selamat pagi semua, saya juga baru pulang ke Purworejo 2 bulan yang lalu beserta keluarga. Dan anak2 saya sudah sekolah di Purworejo. jadi Damai rasanya pulang lagi ke Purworejo. Sekarang sya buka Warnet KEISYA NET di Jl. Sudirman No.73 Purworejo, seberang Pendidikan PRIMAGAMA. Terima kasih…. Salam kenal semua….. sya di untung_kaspon@yahoo.co.id dan website sya di http://www.untungkaspon.webs.com...
Yuk konco2 kabeh rembugan piye carane ngrawat peninggalan sejarah supoyo tetep apik lan lestari. Tetep cinta Purworejo ku.
Semoga kedepannya menjadi kebanggaan Indonesia
Memang kota purworejo kita terkesan kurang ‘ngopeni’ terhadap barang2 peninggalan leluhur yag tentunya bs dijadikan asset wisata daerah yg bs menambah ‘pemasukan’ purworejo, contohnya: gua seplawan,hutan mayungsari,gunung kunir,curug muncar, semuanya hanya dikelola seadanya. Atau memang purworejo yang sudah ‘pensiun’ jd cukup menikmati haru tua?
ngeliat bedug, aku jadi kangen BGT ni ma PORDJO kotaku tercinta.jadi inget pas malem2 ma masku muteri aloon2.wuih….akeh wong pacaran yo…
nb:KGM knc2 mbulus ku SLLU rindu saat2 INDAH bersama kalian.
gawe arek2 MAHAti “ayo rek!!!xt berjuang n maju brg2″
purworejo is beautiful city,right?
beduknya mang gede benar tapi pentungannya gede juga gak ya?
wah hebat, akhirnya bedug purworejo bisa di ekspose di internet. saya sebagai wong purworejo asli merasa bangga
bangga dong jadi orang purworejo apalagi punya bedug yang terbesar di dunia. aku lagi buat skripsi tentang bedug itu dari segi folklornya. doain ya
yo tok doaken mas ganjar sukses….
purworejo jg terkenal pembibitannya,coz pembelinya yang dateng bukan dari pulau jawa aja,luar jawa juga banyak.contoh nya didesa rejowinangun kec. kemiri .ya silahkan teman”yg suka bercocok tanam datang aja
wah…purworejo kotane aman berhati nyaman..kampung halaman tercinta yang akan selalu aku kenang sepanjang hayat
moga makin maju….
artikel yang bagus mas…mari kita sebarkan cerita purworejo ke dunia
Mohon pertolongan,bg siapa saja yg mengenal EKO MINTARYO,dng alamat prapatan sido leren,mohon titipkan salam sy padanya,sutiyono,pa’ lik-nya. Matur nuwun
Setiap saya amati waktu melewati dpn masjid bagelen,ternyata banyak kok yg pd mengunjunginya dan purworejo sendiri sebenarnya banyak tempat wisata,contoh:mosium tosan aji,goa seplawan,kebun binatang mini,geger menjangan,beteng pendem,pantai jatimalang indah.slm kenal bt semua pecinta PURWOREJO khususnya BAGELEN
kasian bngt aku yo…?asli purworejo,tpi blm prna liat tu bedug.sbagai cah purworejo aku bangga,skrng da ada lagu yg mnceritkn tntng kuto purworejo.
perawatan itu nguriuri pusoko. mulo nadyan mbayar yo ora opo-2
lha yen sben cacah jiwo mbayar 100 gelo saben wulan tak kiro yo ora abot to? yen penduduk’e ono 10 ewu wis piro, kari ngitung
Dulu semasa masih sekolah sering melihat bedug bagelen itu, bener juga kalau didalamnya ada gong mungkin kalau bedugnya dipukul suaranya bisa menggema….
Terakhir aku main ke kampung halaman di Purworejo waktu lebaran kemarin, malam-malam lg nongkrong makan bakso di bakso mantep samping masjid.
Iseng-iseng aku ngajak keponakan dr Bogor melihat bedug Pendowo. Responnya ternyata antara percaya dan tidak percaya bahwa di Purworejo ternyata ada bedug terbesar di dunia.
adalah satu dari sekian ragam instrumen musik yang patut di kembangkannya , melalui seni , budaya dankeasliannya . jadi memang wage rudolf supratman pun dapat mengilhami kemerdekaan negri ini . tapi apa yang terjadi !?, generasi kini gethol dengan produk dan budaya asing , dan memang mutu kesenian di sini nggak ada pupuk kandangnya . jadi ya di mes terus . “BIKIN SEKOLAH SENI NUSANTARA”.
Maret 7, 2008 pada 5:18 am
sebaiknya kalau menjelaskan jangan panjang2
diberi gambar