Bedug Purworejo

Bedug merupakan sebuah alat yang biasanya digunakan di masjid-masjid atau musholla (kebanyakan di daerah Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur) untuk memberitahukan telah masuk waktu sholat bagi orang Islam, paling sering ditabuh pada hari Jumat, sebelum sholat Jumat. Salah satu bedug terbesar, konon terbesar di dunia seperti yang tertulis di data-data tentang bedug tersebut adalah Bedug Masjid Jami’ Purworejo, Jawa Tengah. Bedug tersebut terbuat dari kayu jati, sering disebut kayu jati Pendowo.

bedugpurworejo.jpg

Bedug itulah yang selama ini disebutkan sebagai kelebihan Purworejo, dalam hal peninggalan budaya masa lalu. Selanjutnya diarahkan menjadi daya tarik wisata Purworejo. Apakah bedug tersebut benar-benar menajdi daya tarik Purworejo? Secara pasti saya kurang tahu, tetapi dari beberapa kali saya ke Purworejo kalau sedang pulang kampung, dan sempat ke Masjid Jami’ Purworejo, meskipun hari libur panjang, tetapi pengunjung atau orang yang sholat di masjid itu dan memperhatikan bedug yang terletak di sebelah depan-kiri itu, ternyata tidak begitu banyak.

databedugpurworejo.jpg

Setelah disebut atau diklaim sebagai bedug terbesar, lalu apa yang mesti dilakukan? Apakah hanya berhenti seperti itu? Sebenarnya kalau kita (terutama warga Purworejo, di daerah asal maupun di perantauan) mau lebih dalam memaknai, maka seharusnya ada upaya-upaya untuk mengambil sikap, menjadi lebih arif, lebih bersemangat dalam belajar dan bekerja/berkarya, dan sebagainya. Sangat sering simbol yang pada penciptaanya dimaksudkan agar dipelajari dan dikupas maknanya secara lebih dalam, tetapi hanya berhenti hanya sebagai simbol yang diam, bisu dan tak berarti. Masyarakat Indonesia, terutama Jawa yang akrab dengan simbolisme, dalam beberapa tahun ini menjadi kian pragmatis. Tidak mau dengan pemikiran yang dianggap kuno dan memakan banyak waktu, tetapi lebih suka yang praktis dan banal, lebih sering menukai hal-hal yang sedang dan mudah jadi trend atau mainstream.

Kian banyak masjid atau musholla yang bangunan fisiknya megah, tetapi apakah sehabis maghrib masih seramai dulu? Dulu waktu musholla atau kadang disebut langgar masih berdinding anyaman bambu, berlantai kayu karena bangunan rumah panggung, berlampu minyak tanah; sebelum ada listrik masuk desa, sebelum banyak televisi di rumah-rumah, sehabis maghrib banyak orang mengaji di musholla dan di rumah.

Sekarang, ada berapa rumah di desa-desa, kampung-kampung yang sehabis maghrib tidak menyalakan televisi? sangat bisa dihitung dengan jari!

Apa artinya?
Mari kita bangun di sepertiga malam menjelang pagi, merenung, masuk ke dalam diri, nikmati percakapan sepi, dan temukan jawabnya dalam jiwa sunyi!

Tentang budhisetyawan

Seorang yang suka musik dan sastra.
Tulisan ini dipublikasikan di Spiritual 2. Tandai permalink.

72 Balasan ke Bedug Purworejo

  1. isabah zeny berkata:

    sebaiknya kalau menjelaskan jangan panjang2
    diberi gambar

  2. budhisetyawan berkata:

    Saya sampaikan terima kasih kepada Sdri Isabah Zeny atas komentarnya. Mohon maaf karena gambar bedug dan data-datanya belum sempat saya unggah. Hal tersebut semata-mata karena hal tenis, yaitu karena akses internet yang lambat dan sulit untuk memasukkan file gambar. Alhamdulillah sekarang sudah tertampil gambar bedug tersebut. Sekali lagi terima kasih & sukses!

  3. wiwiek berkata:

    wuah, purworejo itu kampungku. Sempet ngeliat bedug ini walaupun dr jauh

  4. cah Ngombol berkata:

    wahhh kota purworejo semoga semakin berirama dan beriman

  5. maswino berkata:

    Apa artinya?
    Mari kita bangun di sepertiga malam menjelang pagi, merenung, masuk ke dalam diri, nikmati percakapan sepi, dan temukan jawabnya dalam jiwa sunyi!

    Sarujuk sanget…. Maturnuwun dipun engetaken, Mas….

  6. Akbar 7ruh berkata:

    Aslmlkm, lha iki sing enyong tunggu! We love Purworejo BERIRAMA. Buat Bu Gubernur Jateng yg baru (Yth. Hj Rustriningsih
    dan Bpk Bibit) sukses…! Tlg sosialisasikan tu bedug terbesar di dunia.

  7. ROXTON berkata:

    siaPABILANG BEDUG PURWOREJO SEPI PENGUNJUNG???? MUNKIN ANDA PADA WAKTU DATANG SEHABIS FAJAR.. DAN DI HARI BIASA . SEBETULNNYA MASJID AGUNG DARUL MUTTAQIN
    (MASJID AGUNG PURWOREJO) ITU MASJID YANG BIASA, TETAPI YANG MENJADI DAYA TARIK UNTUK MENGUNJUNGI MASJID ITU ADALAH BEDUG YANG TERBESAR DI DUNIA. DI HARI LIBUR BANYAK SEKALI PENGUNJUNG-PENGUNJUNG KHUSUSNYA DA LUAR KOTA DAN LUAR PROPINSI , DARI SITU WARGA SEKITAR MENDAPATKAN TAMBAHAN REJEKI. TAPI SANGAT DI SAYANGKAN SEKALI KALAU PENGUNJUNG DATANG CUMA MELIAHAT BEDUQNYA SAJA, TIDAK HANYA ITU SAJA KALAU YANG DATANG CUMA NUMPANG KE TOILET SAJA.
    (REMAJA MASJID PURWOREJO)

  8. Fajar berkata:

    Saya pernah ke masjid Bagelen dan melihat langsung bedug ini.. seandainya disertai pula riwayat bedug tersebut secara lengkap dan ditempatkan di samping bedug mungkin akan menambah minat orang yang datang.

  9. Fauzi berkata:

    Mohon ijinnya pemakaian foto untuk artikel tentang bedug di sebuah tabloid semi internal. Trims ya, saya tunggu tanggapannya.

  10. setiawan berkata:

    halo mas

  11. Rohendi berkata:

    Bedug terbesar mungkin di purworejo, tapi kesenian tabuh bedug yg menjadi seni pertunjukan, ada di kab. pandeglang banten, yg disebut seni adu bédug atau seni rampak bedug. Untuk itu mari kita saling kaji dan teliti adakah keterkaitan kulturnya?

  12. Kusye berkata:

    Mksh mas gmbrnya,buat obat kangen qta di brunei

  13. anas berkata:

    I LOVE PORDJO CITY..
    JD KANGEN NICH MA KAMPUNG Q..

  14. ngetiginks berkata:

    Mas Akbar 7ruh….
    Sampeyan gimana sih? Gubernur Jateng yang baru itu Pak Bibit Waluyo, Mbak Rustri itu kan Wakil Gubernur-nya. Jangan ngisin-isinke wong 7ruh lho…. Gitu aja ra dhong!

  15. Rochid Supangat berkata:

    ngingatin aja dulu klo nunggu naik jumatan, biso nglekar nang ngisor bedug sambil nginceng dari lubang, memang benar didalamnya ada gong ro bende gumantung ,

  16. andi berkata:

    Aku suka dech kota kelahiranku. majulah poerdjo

  17. andi berkata:

    lam kenal aja sobat sobat poerdjo

  18. Achmad nawawi berkata:

    Amazing !!!!!
    Kebanggaan kota kita terutama wong Purworejo

  19. TEGUH berkata:

    tapi sayang kurang terawat
    2bulan yg lalu aku lihat kulit bedug sudah pada sobek

  20. Haryono berkata:

    Ok juga,kapan kita bisa balik ke purworejo ??

  21. ncuz berkata:

    Aku juga pernah kesana bersama sepupuku
    buka bersama n shalat maghrib di sana

  22. untung widodo berkata:

    selamat pagi semua, saya juga baru pulang ke Purworejo 2 bulan yang lalu beserta keluarga. Dan anak2 saya sudah sekolah di Purworejo. jadi Damai rasanya pulang lagi ke Purworejo. Sekarang sya buka Warnet KEISYA NET di Jl. Sudirman No.73 Purworejo, seberang Pendidikan PRIMAGAMA. Terima kasih…. Salam kenal semua….. sya di untung_kaspon@yahoo.co.id dan website sya di http://www.untungkaspon.webs.com...

  23. Sudjud.S berkata:

    Yuk konco2 kabeh rembugan piye carane ngrawat peninggalan sejarah supoyo tetep apik lan lestari. Tetep cinta Purworejo ku.

  24. Ibu Pandu berkata:

    Semoga kedepannya menjadi kebanggaan Indonesia

  25. yoyokr berkata:

    Memang kota purworejo kita terkesan kurang ‘ngopeni’ terhadap barang2 peninggalan leluhur yag tentunya bs dijadikan asset wisata daerah yg bs menambah ‘pemasukan’ purworejo, contohnya: gua seplawan,hutan mayungsari,gunung kunir,curug muncar, semuanya hanya dikelola seadanya. Atau memang purworejo yang sudah ‘pensiun’ jd cukup menikmati haru tua?

  26. indah berkata:

    ngeliat bedug, aku jadi kangen BGT ni ma PORDJO kotaku tercinta.jadi inget pas malem2 ma masku muteri aloon2.wuih….akeh wong pacaran yo…
    nb:KGM knc2 mbulus ku SLLU rindu saat2 INDAH bersama kalian.
    gawe arek2 MAHAti “ayo rek!!!xt berjuang n maju brg2″

  27. haqqi berkata:

    purworejo is beautiful city,right?

  28. didi berkata:

    beduknya mang gede benar tapi pentungannya gede juga gak ya?

  29. yoga gunadi berkata:

    wah hebat, akhirnya bedug purworejo bisa di ekspose di internet. saya sebagai wong purworejo asli merasa bangga

  30. ganjar berkata:

    bangga dong jadi orang purworejo apalagi punya bedug yang terbesar di dunia. aku lagi buat skripsi tentang bedug itu dari segi folklornya. doain ya

    • ravie berkata:

      yo tok doaken mas ganjar sukses….

      purworejo jg terkenal pembibitannya,coz pembelinya yang dateng bukan dari pulau jawa aja,luar jawa juga banyak.contoh nya didesa rejowinangun kec. kemiri .ya silahkan teman”yg suka bercocok tanam datang aja

  31. wayah bagelen berkata:

    wah…purworejo kotane aman berhati nyaman..kampung halaman tercinta yang akan selalu aku kenang sepanjang hayat
    moga makin maju….

  32. artikel yang bagus mas…mari kita sebarkan cerita purworejo ke dunia

    • budhisetyawan berkata:

      terima aksih. saya usahakan untuk lebih mengenalkan Purworejo, dengan cara atau hal yang saya mampu.

      salam..

  33. Tyo berkata:

    Mohon pertolongan,bg siapa saja yg mengenal EKO MINTARYO,dng alamat prapatan sido leren,mohon titipkan salam sy padanya,sutiyono,pa’ lik-nya. Matur nuwun

  34. Sarwono berkata:

    Setiap saya amati waktu melewati dpn masjid bagelen,ternyata banyak kok yg pd mengunjunginya dan purworejo sendiri sebenarnya banyak tempat wisata,contoh:mosium tosan aji,goa seplawan,kebun binatang mini,geger menjangan,beteng pendem,pantai jatimalang indah.slm kenal bt semua pecinta PURWOREJO khususnya BAGELEN

    • budhisetyawan berkata:

      iya, banyak potensi wisata di Purworejo yang mungkin belum digarap secara profesional. karen apada kenyataannya PAD dari pariwisata Purworejo masih kecil, jauh dibandingkan dengan kabupaten tetangga, seperti Kebumen…

  35. miso cah condong berkata:

    kasian bngt aku yo…?asli purworejo,tpi blm prna liat tu bedug.sbagai cah purworejo aku bangga,skrng da ada lagu yg mnceritkn tntng kuto purworejo.

  36. perawatan itu nguriuri pusoko. mulo nadyan mbayar yo ora opo-2
    lha yen sben cacah jiwo mbayar 100 gelo saben wulan tak kiro yo ora abot to? yen penduduk’e ono 10 ewu wis piro, kari ngitung

  37. Cah Kemanukan berkata:

    Dulu semasa masih sekolah sering melihat bedug bagelen itu, bener juga kalau didalamnya ada gong mungkin kalau bedugnya dipukul suaranya bisa menggema….

  38. Gunawan Cah jln buntu berkata:

    Terakhir aku main ke kampung halaman di Purworejo waktu lebaran kemarin, malam-malam lg nongkrong makan bakso di bakso mantep samping masjid.
    Iseng-iseng aku ngajak keponakan dr Bogor melihat bedug Pendowo. Responnya ternyata antara percaya dan tidak percaya bahwa di Purworejo ternyata ada bedug terbesar di dunia.

  39. budhisetyawan berkata:

    ehm…. belum tahu dia….
    banyak lho potensi wisata di Purworejo…….

  40. rabechus berkata:

    adalah satu dari sekian ragam instrumen musik yang patut di kembangkannya , melalui seni , budaya dankeasliannya . jadi memang wage rudolf supratman pun dapat mengilhami kemerdekaan negri ini . tapi apa yang terjadi !?, generasi kini gethol dengan produk dan budaya asing , dan memang mutu kesenian di sini nggak ada pupuk kandangnya . jadi ya di mes terus . “BIKIN SEKOLAH SENI NUSANTARA”.

  41. mohammed berkata:

    porjdo kren cuy. . .
    Slam knl gw ank jakarta, damai slalu

  42. Widodo berkata:

    Jadi inget pulang kampung, kalo liat, padahal baru lebaran kemaren mudik

  43. Widodo berkata:

    nb: salam sejahtera buat Sidomulyo butuh semoga desanya tambah maju jadi tidak terlalu tertinggal

    • budhisetyawan berkata:

      saya baca di beberapa artikel, di kabupaten Purworejo juga sedang dikembangkan beberapa desa wisata (desta). paket wisata ke desa2 tertentu dengan hiburan yang mengikutsertakan kesenian daerah dan potensi daerah tersebut, misal: kuda lumping, ndolalak, paket arung jeram, turun ke sawah, dll. sepertinya cukup menarik, terutama bagi warga asal Purworejo yang merantau, sehingga anak2 bisa mengetahui secara dekat potensi Purworejo.

      salam karya…

      • Yayak berkata:

        Beberapa waktu yll (rasanya > 1 th yll) saya pernah baca tulisan di harian Kompas bahwa di sekitar kota Purworejo dan sungai Bogowonto terdapat situs peninggalan sejarah yang bernilai tinggi. Kalau bisa diangkat lagi saya kira akan sangat menarik ya mas Budhi, wassalam.

  44. teguh berkata:

    purworejo ok

  45. Juni berkata:

    Jangan melihat dari besarnya BEDUG di masjid AGUNG DARUL MUTTAQIN Purworejo, yang kita maknai/dalami, fungsi dari beduk itu sendiri apabila sudah di pukul bertalu2 itu menandakan Sholat sudah masuk/manjing maka bergegaslah saudara2 ku seiman yg tinggal di Purworejo,bergegaslah menunaikan Sholat wardhu berjamaah di masjid DARUL MUTTAQIN dan makmurkan masjid itu sendiri. KeAgungan Alloh SWT akan memberkahi warga, khususnya sekitar masjid,InsyaAlloh.
    Amin

  46. Progo Wahyu Maryanto berkata:

    Purworejo Berirama………..

  47. boem berkata:

    i like porworejo regenci i have many family there, god willing nextime i will go three..!!

  48. Samsudin berkata:

    Saran saja mas…. mungkin akan lebih baik kalo Bedug tersebut menjadi salah satu bagian dari kelengkapan pariwisata. Apabila di Purworejo ada lokasi Wisata yang memungkinkan untuk didalamnya ada Masjid dan Besug tsb diletakkan di dalamnya, maka Insya Allah menjadi daya tarik tersendiri. Sehingga dapat menjadi PAD (Pendapatan Anggaran Daerah) Purworejo.

  49. wiwit 7ruh berkata:

    aq sngt bngga mjd warga purworejo..khusus’a desaku tercinta 7ruh.
    Slm bwt anak2 purworejo ya?
    I love u full

  50. wiwit 7ruh berkata:

    purworejo kotaku, 7ruh kampungku

  51. ak rung tau nutuk beduke ik

  52. rosiman berkata:

    purworejo kota kelahiranku…
    Hidup Purworejo….

  53. teguh haryadi berkata:

    beduk hanyalah sinbul bgi orang islam. . namun yg terpenting bagaimana kta menja beduk yg da di dlm tbh kta. . . . yg amat sangat jauh lbh besar dr bdk pwr. . . . . . .. . .andaikan masyarakat PWR sadar dengan sinaul kebanggaan(beduk) y lalu bsa merasakan beduk yg da dlm tbuh kt insyaallah masyarakat pwr akan menjadi . . .GEMAH RIPAH LOH JINAWI

  54. teguh haryadi berkata:

    beduk hanyalah sinbul bgi orang islam. . namun yg terpenting bagaimana kta menja beduk yg da di dlm tbh kta. . . . yg amat sangat jauh lbh besar dr bdk pwr. . . . . . .. . .andaikan masyarakat PWR sadar dengan sinaul kebanggaan(beduk) y lalu bsa merasakan beduk yg da dlm tbuh kt insyaallah masyarakat pwr akan menjadi . . .GEMAH RIPAH LOH JINAWI . . . . .by teguh cah wingko sanggrahan.

  55. Sudjud Sudjarwadi berkata:

    Setahu saya bedug atau semacamnya, kulitnya bisa rusak karena sifat udara yang lembab; apakah tidak sebaiknya secara berkala bedug tersebut di keluarkan untuk dijemur.
    Mengingat karena ukurannya cukup besar tentu berat, menyiasatinya dengan memasang roda di keempat tiangnya agar memudahkan cara memindahkannya.
    Mohon maaf jika tidak berkenan.

    Sudjud.S (Balikpapan, Kaltim).
    Asli Cah Durensari, Kecamatan Bagelen.

  56. Penyo(Karangmulyo-Purwodadi) berkata:

    Purworejo pancennipun sae sanget,ananging ingkang maringi tulisan wonten kolom komentar kok ngagem tulisan boso jakartaan sedoyo ngggggih!menopo sampun kesupen boso jawiiiiiiiiii

  57. anik berkata:

    askum nyuwun sewu: pwrjo berirama panci endah saestu<<<<<<<< bedug purwrjo paling ageng sak ndonyo .katur mas budhi setyawan nyuwun sewu njih'asal usul kayunipun menawi saget injih di ulas njiiiihhh…..tempat wisoto sanesipun injih di tampilaken supados guayeeeng……lan guandem….. salam katur warga purwrjo,khususipun wangunrejo.buat my babby, i miss n love yau [qio,billa,wisnu] from ibu anik , pulau pineng; nuwuuuu….. wassalam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s