Budhi Setyawan

Sajak-sajak Budhi Setyawan di koran Republika, Minggu 27 April 2008

Posted by: budhisetyawan on: April 28, 2008

HIDUP

mengalirlah laksana huruf-huruf yang
mengeja sendiri dalam lekuk sajak yang mencari
setekun ombak sekokoh karang
menggapai lengkung ruang

pagi beranting gelisah
kemana singgah?

Bekasi, 31 Oktober 2007

MENUJU PERTEMUAN

senja tersungkur matahari berbaur
lautan meringis teriris menahan gemeretak ombak
tanah-tanah terbelah tampakkan pasrah
senyap arah
danau sungai peluk temaram
terhisap suara ke dalam untai debar
gunung pebukitan menundukkan tubuh
khidmat menempuh jalanan luruh

ini dunia
hanya permainan dan canda belaka

batu kapur,
melapuk umur
menuju kubur

Jakarta, 2 November 2007

YANG PASTI

yang pasti
kita akan terdiam
tak kan sanggup ungkap cerita
apalagi kabar dunia

yang pasti
kita akan berpisah
melupakan denyar manis hari
menuju puisi sunyi

yang pasti
kita akan habis
ditelan gemulai tarian kala
tinggal gema doa

Jakarta, 2 November 2007

RIWAYAT PIJAR

kukecup ranum sajakmu
yang mengajak embun menari
di antara
pusar angin dan getar mantra

ah, inikah sebuah epik cerita lama
yang tak pernah usang
pijarnya terus melambai
ke dasar lembah dan pantai-pantai

Bekasi, 23 November 2007

bisa klik di:

http://www.republika.co.id/koran_detail.asp?id=331823&kat_id=364

9 Tanggapan ke "Sajak-sajak Budhi Setyawan di koran Republika, Minggu 27 April 2008"

wah aku suka banget ama puisi-puisi dan geguritannya, aku merinding habis membacanya karena ada ruh disetiap kata, suara di kedalaman yang menggema dengan sepenuh cinta untuk memaknai perenungan yang kemudian tertuang dalam karya, Selamat berkarya mas Bud….semoga pencerahannya terus menyinari setiap wujud kemanusiaan dan keruhanian, amin.
Omong-omong apa mas Budi ini juga wong Purworejo ? sebelah mana mas ?

nuwun

Terima kasih atas komentarnya Mas Pram. Iya saya asal dari Purworejo, tetapi dari desa, (ndeso…he3); dari Mudalrejo Kec. Loano. Beberapa kali saya bertemu dengan penyair2 senior Purworejo yang tergabung dalam sanggar KOPISISA, seperti Mas Soekoso DM, Dandung Danadi, Junaedi Setiyono. Di artikel lain di blog saya pernah saya tulis. Silahkan baca di kolom SILATURAHMI, SPIRITUALITAS, dll. Matur nuwun. Sukses, salam kreatif.

Hallo Budi…..
tulisannya apik banget…gaya romantismenya tinggi, siapa yang baca pasti hanyut didalamnya, itu tanda penyair yang udah jago kali’ ya…
wah kapan-kapan boleh dong saya belajar… Sukses buat kamu !

terima kasih Myrna…
tapi saya belum jago dalam menulis sastra koq.
saya masih sangat amatir……..he3

pak budi, baru buka nih jadi baru tahu puisi njenengan yang masuk republika spt yang kita singgung pas “ketemuan” di foodcourt surabaya plaza, dengan temen-temen lain. semoga makin merambah menghiasi halaman media-media lainnya.
salam puisi

terima kasih mas zawawi….
atas doa dan mantra kebajikan yang telah disebarkan.
salam sukses…..

Apakah pak Budi sudah ada menerbitkan kumpulan puisinya? Jika ada tolong kirimi kami untuk bahan diskusi apresiasi sastra di sekolah kami
dan kiriman dapat dialamatkan:
Supianoor,S.Pd
SMPN 2 Kusan Hulu
Jl. Valgosons Desa Teluk Kepayang, Kecamatan Kusan Hulu, Kab. Tanah Bumbu 72272 Kalimantan Selatan

waktu itu sudah say akirim ya Pak Noor. nanti kalau sudah ada buku yang baru, Insyaallah saya kirim lagi.
salam kreatif.
salam buat siswa2 juga…..

selamat malam pa

boleh kirim salam ke pa Agus nayada sy teman nya SMP

Telp saya
081349616182 atau 05117723466

terima kasih ya pa

Tinggalkan Balasan