Dalam acara Malam Renungan Kemerdekaan dengan Musik dan Pembacaan Puisi Patriotik di Plaza Terbuka (parkir depan) Taman Ismail Marzuki (TIM) tanggal 16 Agustus 2008, cukup banyak para pendukung atau pengisi acara. Setelah diawali dengan gerak lagu dan teatrikal dari beberapa anak sekolah, acara yang dipandu oleh duet penyair-sastrawan Fatin Hamama dan Kurnia Effendi tersebut meluncur mulai pukul 20.00 WIB. Dari musik pengisi malam itu adalah Lkers atau pencinta lagu-lagu Leo Kristi yang malam itu tampil dengan personil sekitar 9 orang membawakan banyak sekali lagu-lagu karya Leo Kristi. Juga sebuah grup bernama KSJ (Komunitas Sastra Jalanan). Para penampil yang membacakan puisi antara lain Epri Tsaqib, Ahmadun Y Herfanda, Shobir Poer, Endang Supriadi, Diah Hadaning, Wisanggeni (pelukis), Irmansyah, Depi, Ary Alimin, dan saya. Beberapa penyair lain saya tak bisa sebutkan karena lupa mencatat pada acara itu. Saya membacakan 2 puisi yaitu sebuah puisi yang sudah saya siapkan dari ruamh berjudul Panggung Kemerdekaan serta sebuah puisi dadakan yang saya tulis di bawah sebuah pohon di samping panggung sebelum saya ke panggung yang berjudul Upacara Harga.
PANGGUNG MERDEKA
beraneka pola telah terpampang
dan ribuan pengantri mengular di tepian
masuki cerita yang tengah membara
cakrawala menganyam elegi badai
bosan dalam jebak keriuhan yang nganga
dalam sapuan warna-warna maya
langit meradang menunggu kabar
tentang lakon yang akan dimainkan
seberapa kuat mengangkut pesan yang gegap
lautan mengirimkan segunung salam
tentang elok kedalaman yang dekap
kelak-kelok sapa yang sungguh kian tekad
tanah mengungkapkan kesah galau
ketika ribuan pasrah terlahir awal massal
nasib yang malas menenun jalin waktu
dan usah gagap menatap ajakan peran
ketika dendam dada telah begitu dinamit
keraguan adalah haram yang mesti disingkirkan
kerlip di pusar rasa karsa
akan membelaimu tak henti-henti
dengan lidahnya yang bara muda
ini dunia nyala
ini panggung merdeka
menantang cipta karyamu: merdeka
Bekasi, 15 Agustus 2008
UPACARA HARGA
ha…ha…ha…
agustus ini
upacara kenaikan bendera
atau perayaan kenaikan harga-harga
secara merdeka
agustus ini
perayaan lahirnya partai-partai baru
dan banyak yang bau..
merah putih
mari berani sengsara
ada hymne lagu tersedu
hu…hu….hu….
baru saja dompetku mau teriak merdeka
tak jadi
karena tersedak geli tertawa:
merdeka?
Jakarta, 16 Agustus 2008
Orasi diisi oleh penyair senior Abdul Hadi WM yang membawakan sebuah esai yang mengangkat tema Globalisasi sebagai neo-liberalisme, termasuk juga tentunya mengandung unsur neo-imperialisme. Tentunya keadaan tersebut menawarkan tantangan kepada para penyair/sastrawan juga masyarakat umum dalam menghadapi atau menyikapi kondisi kesusastraan serta kehidupan di masa mendatang.
Pada pukul 00.00 WIB ada renungan sesaat dalam mensyukuri nikmat kemerdekaan, dan kemudian ditutup dengan 2 lagu oleh kelompok Lkers.
Merdeka! Mari berkarya secara merdeka.