Budhi Setyawan

Archive for the ‘Esai 1’ Category

AKU TANGGALKAN MESIN

Posted by: budhisetyawan on: Agustus 18, 2008

(lanjutan dari AKU MENUJU MESIN & KETIKA AKU MESIN)
Telah kukayuh sekuat tenaga mesin namun seperti ada yang menarikku jadi berat, hingga putaran dan pusaran bayang roda dunia melambat. Kudengar majikanku melototiku, menatap tajam seperti mau membakar. Dia memukulku, menamparku, menendangku, membantingku, lalu melemparkanku: dasar mesin tua, uzur, renta; tak mampu ikuti pergolakan kuasa! Sungguh kau [...]

KETIKA AKU MESIN

Posted by: budhisetyawan on: Juli 8, 2008

(lanjutan dr tulisan AKU MENUJU MESIN)
Kini aku telah mesin. Semakin banyak yang meluaskan decak melimpahkan kagum. Asa baru yang terus membukit menggunung akan sebuah mitos kemajuan. Segala mewujud dalam benda yang tampak, bisa diraba mata dunia. Gedung, jalanan, industri, pagar, rumah, danau, laut, sungai, tempat ibadah, sekolah, pakaian, dan rupa-rupa bentuk penampakan lainnya, mesti bagus [...]

AKU MENUJU MESIN

Posted by: budhisetyawan on: Juni 10, 2008

Pada sekeping pagi yang keras, aku masih malas beranjak dari ranjang yang terbuat dari berontak kata. Kuhampiri sebutir mimpi yang kurus kedinginan, aku elus dan usap. Dia yang menyimpan segala suara-suara dalam pelepah dan ranting silam. Cicit anak ayam kicau burung kokok ayam jantan embik kambing serta interlude nada dari jengkerik dan belalang [...]

Sebuah Puisi karya Chairil Anwar

Posted by: budhisetyawan on: November 21, 2007

SENJA DI PELABUHAN KECIL
Buat Sri Ajati

Ini kali tidak ada yang mencari cinta
di antara gudang, rumah tua, pada cerita
tiang serta temali. Kapal, perahu tiada berlaut
menghembus diri dalam mempercaya mau berpaut

Gerimis memepercepat kelam. Ada juga kelepak elang
menyinggung muram, desir hari lari berenang
menemu bujuk pangkal akanan. Tidak bergerak
dan kini tanah dan air hilang ombak

Tiada lagi. [...]