Posted by: budhisetyawan on: Agustus 1, 2008
Jurnal Kebudayaan The Sandour adalah media yang mengakomodasikan karya sastra antara lain puisi, cerpen, esai, dan lain-lain; yang diterbitkan oleh PUstaka puJAngga bekerjasama dengan Forum Sastra Lamongan (FSL). Dalam nomor edisi III tahun 2008 yang menampilkan puisi-puisi penyair yang telah dikenal seperti: Raudal Tanjung Banua, S Yoga, Kirana Kejora, Dadang Ari Murtono, Saiful Bakri, dan [...]
Posted by: budhisetyawan on: November 29, 2007
PROTES PUISI
Tafakur malam menyelam
merogoh keheningan
potongan-potongan kata berserakan
di lantai permainan
suara lemah, bergairah
membanting lamunan seenaknya
menusuk titik pusat kesadaran
dengan bibir molek yang penuh madu
akulah puisimu
yang pasrah dan rindu
melewati liku hari dan malam
dengan debur ombak
janganlah terburu kaupetik
syairku belum masak
dan baitku masih lemah
menahan serbuan angin
biarkan aku berkembang
aku perlu ruang
‘tuk membaca sanubari
yang berteduh di dangau tengah [...]
Posted by: budhisetyawan on: November 29, 2007
BETAPA SULITNYA MENANGKAP YOGYA
Gang-gang sempit dan pasar telah larut ke jagad
beriringan dengan nadi pembuluh memukul-mukul jantung
tiang listrik membungkuk beri hormat pada becak dan andong
tak peduli siang ataupun malam
es batu mencair di ubun-ubun petani dan pedagang
mengurai warna-warni nasib dan pengharapan
menetes di mangkok-mangkok keseharian
lelah letih lesu, raih
es batu bercampur keringat di keranjang dan bakul [...]
Posted by: budhisetyawan on: November 29, 2007
KEMBANG MALAM MENCARI PAGI
Nafas-nafas lusuh
langit kamar
meleleh lumar
berenang ke pematang cakrawala
apa bisa !
jemari kumal
rumput di comberan
melukis ranting-ranting kenangan
memunguti retakan bintang
ke dalam keranjang
apa bisa !
lolong hati merobek sunyi
Jakarta, 20 Desember 1999
N A F S U
Serigala-serigala jingga
dengan gincu dan pemulas pipi
yang berseri [...]
Posted by: budhisetyawan on: November 5, 2007
DI CINTA-MU AKU LAHIR
Embun pagi melukis di segelas teh
cicit anak burung menatap waktu
potret alam semesta dalam telapak tangan
membawa berbakul-bakul perbuatan
lewat wajah-wajah berdebu
petir yang bernyanyi adalah jerit rindu
sukma yang mencari jawab
jatimurti
gelombang sujud
kemabukan yang senantiasa mengalir
menuju lautan
kun fayakun
dalam berabad-abad terlipat
aku masih
asyik mencecap air susu-Mu
dalam Cinta-Mu
aku bayi selalu
telanjang
Jakarta, 7 – 12 [...]
Posted by: budhisetyawan on: November 2, 2007
SELANJUTNYA
Selanjutnya kita akan bercakap
selanjutnya kita akan melihat
betapa kita bersikap
ungkapkan suatu hasrat
tersirat
lalu makin dekat
selanjutnya kita akan berucap
adakah jawab sudah terdekap
Yogyakarta, 4 Maret 1990
PERJALANAN
Di bawah mentari, aku berlari
dengan, segenggam resah
meniti jalan, penuh lubang dan jerami
begitu berliku
ejekan burung terbang
lihat gelisah di dada
pohon-pohon berbisik
“akan putus asakah bila tak kau temui yang kaucari”
aku terdiam
sementara aku tetap berlari
dengan dekap seulas harap
Banyuurip, [...]
Posted by: budhisetyawan on: Oktober 10, 2007
MACET DI MANA – MANA
Kota Jakarta mengayuh remang senja
berjejal orang meniup kereta
jalanan macet di mana-mana
debu beterbangan
menempel di tiang bendera
dan di kaca jendela
kota ini tertatih
membawa beban di jurang dunia
merangkak di bawah jembatan
sedangkan lilin belum dinyalakan
lupa
di mana diletakkan
di mana lilin kemarin
lupa tak henti-henti
kota ini telah melahirkan
berjuta-juta Jakarta
dalam otak, benak manusia
senantiasa menyeret [...]