Posted by: budhisetyawan on: Desember 26, 2007
BUKAN BAGIAN
Suatu ketika – entah bila –
aku bukan bagian dari alam raya. Tentang apakah manusia,
tentang apakah dunia, bagiku semua kosong saja. Tak ada pikiran
tentang hidup karena aku tak bakal berurusan dengan mati. Tak ada
apa pun kata dalam bunyi karena aku bukan bagian dari ensiklopedi.
Suatu ketika – entah bila –
aku [...]
Posted by: budhisetyawan on: Desember 26, 2007
BERALAS SAJADAH KUTULIS PUISI
timpuh di sajadah
kutulis sajak
tentang pelacuran,
pornografi dan kehidupan malam.
tapi tidak ada mesias apalagi tuhan
kitab suci terbakar bersama tembakan
dan huru hara kartun nabi.
timpuh di sajadah
kutulis sajak
tentang mata anakku yang terpejam
kecapaian di tengah malam
entah karena mimpi atau lantaran permainan siang hari
tentang wajah ibunya yang dirajang-rajang usia
lantaran pekerjaan rumah, kenekalanku yang meremaja
atau kesibukan [...]
Posted by: budhisetyawan on: Desember 25, 2007
SUMBAWA
kepada Umbu Landu
kudengar ringkik kudamu, padang rumput
pegunungan gersang dan kesunyian
inilah setitik air mata dan senyum
di sudut tanah yang mengerang
orang-orang telah memasang jalan rata
lurus dan panjang
tapi pedatimu masih tersuruk-suruk
di jalan sempit berlubang
orang-orang telah membentang lapangan
terbang
tapi kau cuma bisa memandang jet dari jauhan
mungkin cuma kehijauan padang rumput
bisa kaupasang dalam senyum dan kenangan
tapi matahari [...]
Posted by: budhisetyawan on: Desember 25, 2007
NARASI DI BAWAH HUJAN
hujan, curahkan berkahmu yang hijau
pada lembah hatiku
puaskan dahaga tumbuhan,
hingga jiwaku terasa segar membajak kehidupan.
di pinggir jendela aku ingat benar tahun lalu
aku masih kanak, bersenda gurau, bernyanyi riang,
memutar-mutar payung hitam di bawah curahmu;
yang berkilauan agai perak disentuh matahari.
o, hujan. Puaskan dahaga jiwaku
agar hidupku menyeruak bagai tumbuhan
menjemput Cahaya Maha Cahaya
1984 – 1989
SAAT HUJAN [...]
Posted by: budhisetyawan on: Desember 25, 2007
KEPADA CIUM
seperti anak rusa menemukan sarang air
di celah batu karang tersembunyi,
seperti gelandangan kecil menenggak
sebotol mimpi di bawah rindang matahari,
malam ini aku mau minum di bibirmu.
Seperti mulut kata mendapatkan susu sepi
yang masih hangat dan murni,
seperti lidah doa membersihkan sisa nyeri
pada luka lambung yang tak terobati.
2006
(sumber: buku KEPADA CIUM, Kumpulan Puisi Joko Pinurbo, Penerbit PT GPU, [...]
Posted by: budhisetyawan on: Desember 25, 2007
AKU
kalau sampai waktuku
‘ku tak mau seorang ‘kan merayu
tidak juga kau
tak perlu sedu sedan itu
aku ini binatang jalang
dari kumpulannya terbuang
biar peluru menembus kulitku
aku tetap meradang menerjang
luka dan bisa kubawa berlari
berlari
hingga hilang pedih peri
dan aku akan lebih tidak perduli
aku mau hidup seribu tahun lagi
DOA
kepada pemeluk teguh
Tuhanku
dalam termangu
aku masih menyebut namaMu
biar susah sungguh
mengingat Kau penuh seluruh
cayaMu panas [...]
Posted by: budhisetyawan on: Desember 25, 2007
SEMBAHYANG RUMPUTAN
walau kaubungkam suara azan
walau kaugusur rumah-rumah tuhan
aku rumputan
takkan berhenti sembahyang
:inna shalaati wa nusuki
wa mahyaaya wa mamaati
lillahi rabbil ‘alamin
topan menyapu luas padang
tubuhku bergoyang-goyang
tapi tetap teguh dalam sembahyang
akarku yang mengurat di bumi
tak berhenti mengucap shalawat nabi
sembahyangku sembahyang rumputan
sembahyang penyerahan jiwa dan badan
yang rindu berbaring di pangkuan tuhan
sembahyangku sembahyang rumputan
sembahyang penyerahan habis-habisan
walau kautebang aku
akan tumbuh sebagai rumput [...]
Posted by: budhisetyawan on: Desember 25, 2007
KANGEN
Kau tak akan mengerti bagaimana kesepianku
menghadapi kemerdekaan tanpa cinta
kau tak akan mengerti segala lukaku
kerna luka telah sembunyikan pisaunya.
Membayangkan wajahmu adalah siksa.
Kesepian adalah ketakutan dalam kelumpuhan.
Engkau telah menjadi racun bagi darahku.
Apabila aku dalam kangen dan sepi
itulah berarti
aku tungku tanpa api.
KENANGAN DAN KESEPIAN
Rumah tua
dan pagar batu.
Langit di desa
sawah dan bambu.
Berkenalan dengan sepi
pada kejemuan disandarkan dirinya.
Jalanan berdebu [...]
Posted by: budhisetyawan on: Desember 11, 2007
3
bumi ini dibawa ke alam hijau
dan perang tiada
di atas tali-tali kayu berlubang
sumur segala derita,
bersamaan semua berpelukan
bumi ini dibawa ke alam hijau
dan perang tiada
di atas hati-hati dara terluka
sumur segala sayatan,
penampung tangis bertukaran
[dari sub-kumpulan Dendang Sayang]
3
penyair
kayu pertama
di tumpukan pembakaran
penyair
abu landasan
di tumpukan reruntuhan
dara!
bimbang hanya
mencekik diri sendiri!
dara!
takut hanya
buat makhluk pengecut!
[dari sub-kumpulan Pembakaran]
(diambil dari buku: Priangan Si Jelita, Kumpulan [...]
Posted by: budhisetyawan on: Desember 11, 2007
STASIUN
kereta rinduku datang menderu
gemuruhnya meningkahi gelisah dalam kalbu
membuatku semakin merasa terburu-buru
tak lama lagi bertemu, tak lama lagi bertemu
sudah kubersih-bersihkan diriku
sudah kupatut-patutkan penampilanku
tetap saja dada digalau rindu
sabarlah rindu, tak lama lagi bertemu
tapi sekejap terlena
stasiun persinggahan pun berlalu
meninggalkanku sendiri lagi
termangu
GELISAHKU
gelisahku adalah gelisah purba
adam yang harus pergi mengembara tanpa diberitahu
kapan akan kembali
bukan sorga benar yang kusesali karena harus [...]