Budhi Setyawan

Archive for the ‘Puisi Penyair Lain 2’ Category

Puisi-puisi Thomas Budi Santoso

Posted by: budhisetyawan on: Desember 26, 2007

DI PINGGIR KOTA SENJA

di pinggir kota senja aku berdiri menghadap sana
sunyi hatiku seperti tugu menyapa kehidupan tak berarah
memandang rumah-rumah pelacur tanpa aspirasi
pada tingkah gelak lusuh yang terjalin dalam sajakku

dimana saja kota pelacur tersedia bagai mainan
membuka paha membasuh sukma adalah satu kesetiaan
mengharap senja yang panjang, tidur seribu kali dan tak peduli
guratan aneka suara, [...]

Puisi-puisi Bocah Purworejo

Posted by: budhisetyawan on: Desember 26, 2007

Berikut ini saya tampilkan beberapa puisi karya anak-anak sekolah SD/MI/SMP/MTs di Purworejo, yang termuat dalam buku PENA TINTA PERAK; Antologi Puisi Bocah Purworejo, yang diterbitkan oleh KOPISISA tahun 2007)

1. Endah Tri Utami: duduk di kelas VI SDN Kenteng Banyuurip Purworejo. Lahir di Sleman 8 Mei 1995, sementara ia tinggal bersama orangtuanya di Kenteng, Kledung [...]

Puisi-puisi Sukasah Syahdan

Posted by: budhisetyawan on: Desember 25, 2007

LONGINGS
 
i have longed to hit the squill
and hear the faithful tick-tock
of a perishing machine
 
i have longed to bear witness
of rare encounters ‘twixt words
and true meanings sunk in memory
 
i have long prepared this soul
to find the truths, lies and doubts
buried deep in man’s mystery
 
 
QUATRAIN ON A JAR OF PICKLES
 
after the fleeting summer
in your overjoyed heart
haunt years [...]

Puisi-puisi Shinta Febriany

Posted by: budhisetyawan on: Desember 25, 2007

MASA DEPAN RINDU
 
mengunjungimu di malam yang keruh. angin
bersenandung malu-malu. dengan bersijingkat
kuhampiri kau. rindu meluap-luap. aku ingin
merayakannya dengan dua gelas susu coklat tanpa
gula dan roti bakar isi keju. aku ingin merayakannya
tanpa teman, tetapi malam menjelma kabut di matamu.
puisi untuk seseorang yang tak pernah dibacakan,
tersimpan di bawah tumpukan majalah remaja. cahaya
bulan meranggas pelan. sebuah psikodrama yang tak [...]

Puisi-puisi Dorothea Rosa Herliany

Posted by: budhisetyawan on: Desember 25, 2007

KOTA BAWAH TANAH
 
tubuh siapakah melukis gelap.
melubangi cahaya dalam terowongan,
menuju petabuta.
 
para pejalan menanti sejutamil jarak mengkerut.
dalam perjalanan matahari membeku.
para pemahat merias wajah kota yang terkubur.
di bawah tanah terkutuk.
 
tubuh siapakah, perempuan yang menangis,
ibu yang kesepian,mengukir abad lelaki,
di lorong-lorong peradaban penuh dendam.
 
            Athena, 2003
 
 
SEMESTA LUKA
 
matahari menghitung sendiri luka yang kucuri
setiap pagi. pedihnya mengirimkan ribuan cahaya
yang merajam tubuhwaktu. aku [...]

Puisi-puisi Penyair Purworejo

Posted by: budhisetyawan on: Desember 25, 2007

Berikut ini adalah beberapa puisi karya penyair Purworejo, yang ada dalam buku KIDUNG BULAN TERTIKAM; ANTOLOGI PUISI PENYAIR PURWOREJO, Kopisisa, tahun 2000.
 
Atas Danusubroto:
 
DALAM MIMPI
 
danau dengan mata air darah
tambah gairah ikan memburu kaumnya
kita terjatuh di sini:
                        pejam-pejamkan matamu
serta biarkan kaki-kakimu
lepas kemudian melangkah bebas
mirip kelugasan puisi
 
ternyata danau tanpa dasar
tanpa langit, tanpa matahari
tanpa garis cakrawala
tanpa kau – ternyata [...]

Puisi-puisi D Zawawi Imron

Posted by: budhisetyawan on: Desember 11, 2007

SAJAK GAMANG
 
dibiarkannya orang-orang merangkak
selarat kerbau menarik bajak
dibiarkannya cacing yang tak punya kuasa
 
kalau anak-anak menyanyi tentang daun-daun hijau
bagus, karena bapaknya parau bagai harimau
musik dan gamelan kadang bikin gamang
sungai dan hutan jangan diurus kancil atau siamang
 
 
DOA I
 
bila kau tampakkan secercah cahaya di senyap malam
rusuh dan gemuruh mengharu biru seluruh tubuh
membangkitkan gelombang lautan rindu
menggebu menyala
dan lagu-Mu yang gemuruh
menyangkarku [...]

Puisi-puisi Sitor Situmorang

Posted by: budhisetyawan on: Desember 11, 2007

SURAT KERTAS HIJAU
 
segala kedaraannya tersaji hijau muda
melayang di lembaran surat musim bunga
berita dari jauh
sebelum kapal angkat sauh
 
segala kemontokan menonjol di kata-kata
menepis dalam kelakar sonder dusta
harum anak dara
menghimbau dari seberang benua
 
mari, dik, tak lama hidup ini
semusim dan semusim lagi
burung pun berpulangan
 
mari, dik, kekal bisa semua ini
peluk goreskan di tempat ini
sebelum kapal dirapatkan
 
DUKA
                                    kepada Chairil Anwar
 
manakah lebih [...]