Arsip Bulanan: November 2007

Geguritan (2)

EMBUH I Wengi saya atis sansaya pepet mamring mbatiri ati gempil napaki impen kapungkur kadaluwarsa kang tansah beksan sajroning netra Purworejo, 26 Agustus 1993 KARO AKU bebarengan sliramu mecaki dina-dina kebak puspa lan warna prasasat tanpa ana rasa ngelak lan … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Puisi Karya Sendiri (Geguritan) | 43 Komentar

Geguritan (1)

ILIR-ILIR Kabeh manungsa kabeh janma kang urip mesthi tekan papan kuwi ora ngerti rama ora ngerti biyung ora ngerti anak-bojo ora ngerti putu ora ngerti embah ora ngerti sedulur ora ngerti awake dhewe kabeh sarwa putih samar kumleyang “pesthi Gusti” … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Puisi Karya Sendiri (Geguritan) | 124 Komentar

Beberapa Puisi dari kumpulan SUKMA SILAM

PROTES PUISI Tafakur malam menyelam merogoh keheningan potongan-potongan kata berserakan di lantai permainan suara lemah, bergairah membanting lamunan seenaknya menusuk titik pusat kesadaran dengan bibir molek yang penuh madu akulah puisimu yang pasrah dan rindu melewati liku hari dan malam … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Puisi Karya Sendiri 1 | 6 Komentar

Beberapa Puisi dari kumpulan PENYADARAN

BETAPA SULITNYA MENANGKAP YOGYA Gang-gang sempit dan pasar telah larut ke jagad beriringan dengan nadi pembuluh memukul-mukul jantung tiang listrik membungkuk beri hormat pada becak dan andong tak peduli siang ataupun malam es batu mencair di ubun-ubun petani dan pedagang … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Puisi Karya Sendiri 1 | 3 Komentar

Beberapa Puisi dari kumpulan KEPAK SAYAP JIWA

KEMBANG MALAM MENCARI PAGI Nafas-nafas lusuh langit kamar meleleh lumar berenang ke pematang cakrawala apa bisa !   jemari kumal rumput di comberan melukis ranting-ranting kenangan memunguti retakan bintang ke dalam keranjang apa bisa !   lolong hati merobek sunyi … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Puisi Karya Sendiri 1 | Meninggalkan komentar

Mari Mengarang!

Semua orang dapat mengarang. Buta huruf atau tidak, tak ada masalah. Bahkan John Milton, dalam keadaan buta bisa menjadi penyair kelas dunia. Orang lumpuh, bisu, tua, muda, laki-laki, perempuan, banci, petani, pedagang. Semuanya. Yang penting dapat mengekspresikan diri. Orang gila … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Spiritual 1 | Meninggalkan komentar

TAKDIM (Gus Mus)

“….. Ketika menulis, saya tidak berpikir apakah tulisan saya akan diterbitkan atau tidak; ketika akan diterbitkan pun, saya tidak berpikir apakah ada yang mau membaca atau tidak. Bahkan saya tidak berpikir apakah tulisan saya pantas atau tidak disebut puisi. Biar … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Spiritual 1 | Meninggalkan komentar