Semoga terkandung spiritualitas dalam tulisan-tulisan ini

DI CINTA-MU AKU LAHIR

Embun pagi melukis di segelas teh

cicit anak burung menatap waktu

potret alam semesta dalam telapak tangan

membawa berbakul-bakul perbuatan

lewat wajah-wajah berdebu

petir yang bernyanyi adalah jerit rindu

sukma yang mencari jawab

jatimurti

gelombang sujud

kemabukan yang senantiasa mengalir

menuju lautan

kun fayakun

dalam berabad-abad terlipat

aku masih

asyik mencecap air susu-Mu

dalam Cinta-Mu

aku bayi selalu

telanjang

Jakarta, 7 – 12 Nopember 2001


DI PELUK-MU AKU BERMIMPI

Butir-butir malam yang meleleh kedinginan

menelusuri gerak bumi

membawa jaring lembut

perangkap peneduh nyawa perindu roh

satu butir malam mendekapku

dengan mantra pengasih

dan tali mimpi

lalu aku berontak

menawar mimpi yang lebih rendah

bergelayut pada mantra pengasih

aku masuki langit

di mana, para nabi dan rasul

menyamar menjadi petani papa

membawa tinta nirwana,

nikmat

melukis pemandangan di kalbu sufi

kuikut mencoba melukis

namun tubuhku gemetar

dan keringat dingin membanjir

kabut tipis mengusap mukaku,

aku pingsan dalam sejarah pencarian

Mantra Pengasih yang Engkau alirkan

tenggelamkan ku dalam samudera biru rindu

pada lukisan Nabi dan Rasul-Mu.

Jakarta, 20 Nopember 2001

4 Ramadhan 1422 H


MERETAS IKHLAS

Seorang manusia lewat jalanan

mendorong gerobak, menarik rezeki

dialog antar waktu yang tak henti-henti

mencari kesepakatan takdir

di alur jalanan

bersama angin bercakap

dunia dalam pelukan

Tuhan bersemayam pada ilham

luluh lunglai tulang belulang

jiwa tegak meretas ikhlas

Jakarta, 19 & 24 Nopember 2001


BILA AKU SIAP

Sangat sering sua denganmu

tak jemu-jemu memandang

bercengkerama di ujung sepi

membolak-balik catatan di kepala

percumbuan selalu di madya ratri

air mengalir menuju dongeng masa kecil

petuah-petuah yang tetap nyala

dari cahaya wajahmu yang teduh

ketika kita di taman sendirian

rinai gerimis rintik memainkan daun

dan aku lampah

dalam tatap jujurmu

lalu di akhir bulan

engkau merajuk minta dilamar

dan kita bisa berbulan madu

masuk dalam syair puji-pujian agung

aku hanya tertawa robek malam,

sementara debu menggunung di sekujur jantung

nadi masih menjadi terusan noda

aku belum siap, kasihku

seribu Ramadhan pun, apakah cukup

‘tuk mandikan jiwa lelah lalai

hingga terbit keberanianku

untuk menyatu

Jakarta, 24 Nopember 2001

7 ramadhan 1422 H


BERI AKU JIWA

Di antara bilik-bilik penjara

gedung pencakar, menjulang kilau

sibuk riuh mengejar bayang-bayang

dada teriak lantang:

‘oh… penghuni kota,

beri aku jiwa’

terhuyung-huyung pulang malam

merambat di pagar kampung

sehabis bergelut berburu surga

dada bersuara gema:

‘oh … penghuni bumi,

beri aku jiwa’

makhluk-makhluk yang menari udara segar

boneka sedang duduk di kamar

rambutnya terurai sampai beranda

dada mengadu lembut:

‘oh Penguasa Kerajaan Jiwa,

beri aku jiwa’

Jakarta, 24 – 25 Nopember 2001

8 Ramadhan 1422 H


Tentang budhisetyawan

Seorang yang suka musik dan sastra.
Pos ini dipublikasikan di Puisi Karya Sendiri 1. Tandai permalink.

2 Balasan ke Semoga terkandung spiritualitas dalam tulisan-tulisan ini

  1. lia berkata:

    Bagus sekali puisi yang berjudul Bila Aku Siap.

  2. budhisetyawan berkata:

    Terima kasih Lia, baca puisi-puisi dan kolom tulisan lainnya ya.. silahkan beri komentar, dan jangan sampai lupa…dapatkan buku-buku puisiku yaa…. (koq promo ya….he3)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s