Beberapa Puisi dari kumpulan PENYADARAN

BETAPA SULITNYA MENANGKAP YOGYA

Gang-gang sempit dan pasar telah larut ke jagad

beriringan dengan nadi pembuluh memukul-mukul jantung

tiang listrik membungkuk beri hormat pada becak dan andong

tak peduli siang ataupun malam

es batu mencair di ubun-ubun petani dan pedagang

mengurai warna-warni nasib dan pengharapan

menetes di mangkok-mangkok keseharian

lelah letih lesu, raih

es batu bercampur keringat di keranjang dan bakul perputaran keadaan

makin padu tanpa ada yang terganggu

sepakat menuruni lembah mendaki bukit, tak apa lecet sedikit

biar nyala tetap menebar sinar

gang sempit masih saja sempit

kadang kian sempit

namun ada jalan yang sangat lapang

di atas langit membentang luas menerawang

Pasar Beringharjo(Yogyakarta), 3 Januari 2001

KETIKA AKU HILANG I

Samar-samar bayangan orang lewat

kian lama bertambah banyak

makin jelas makin nyata

menjinjing tas berisi mainan anak

lalu lalang semut dan belalang

melicinkan pematang jalan di tengah ladang

mencipratkan garis-garis redup di awan

dan bunga-bunga liar menyandarkan badan di kursi

kekosongan

sorak-sorai debu menyibak lembah pegunungan

mencurahkan dendam yang selama ini tersimpan

terpendam di bawah akar pepohonan

gemuruh memekik di telinga langit

lalu tercebur ke dalam lautan pencarian

ketika orang-orang berteriak bahwa aku hilang

mereka tak tahu bahwa aku bersembunyi

di balik topeng-topeng di pameran seni

aku tertawa melihat kebingungan mereka

melihat kegalauan mereka

melihat kegundahan mereka

lalu mereka menghambur pergi ke dunia masing-masing

aku coba merenung

apakah aku benar-benar telah hilang ?

Jakarta, 24,27,28 Pebruari 2001

TIKET KE SURGA SUDAH HABIS

Di suatu malam yang kebetulan bulan purnama

aku berjalan-jalan sendirian di tepi kolam

melangkahi masa lalu yang berseliweran di depan wajah

sambil tak lupa mencoba mengingat-ingat nasehat

dari kyai yang berkhotbah di mimbar tadi

perjalanan manusia-manusia mengarungi usia

mencari-cari pasangan di bawah perdu dan

rumput dunia yang terhampar

membawa kapak, belati, pedang

serta kitab yang tebal-tebal

tapi dimana hati yang kemarin tersimpan di lemari

malah lupa tak dibawa

malaikat yang turun malam hari

mengabarkan tiket ke surga sudah habis

telah ludes diborong para nabi dan wali

manusia-manusia yang antri di depan loket

ternganga terpana kenapa bisa begini

linglung meratapi negeri

malaikat berkata bak panglima

pulanglah ke rumahmu masing-masing

ambil dan bersihkan hati yang tertinggal di lemari

dan bersabarlah menunggu

mungkin akan dibuka jalur baru

Jakarta, 19 Mei 2001

 

SANDAL

Sandal

ya adalah alas kaki

menggambarkan relief perjalanan

berbukit-bukit pengetahuan yang dimiliki

saksi segala yang terjadi dari tapak kaki

sandal

telah terbiasa melewati jalan-jalan

marmer, keramik, aspal

atau tanah liat, becek, berlumpur

sebagai tameng untuk menginjak

duri, bebatuan lancip atau segala jenis kotoran

dari kotoran sapi, kuda, kerbau, ayam dan hewan lainnya

sampai kotoran pemakai sandal

sandal

menghiasi etalase toko

menusuk perut si papa yang belum kemasukan nasi

tiga hari menempuh gelap tanpa sandal

lunglai melepuh kaki mengadu pada bumi

sandal

makin pintar bahkan punya sayap

tak jarang mampir ke muka manusia

sekedar singgah untuk sekedar ngobrol sambil ngopi

atau protes karena ingin naik derajatnya

terlalu lama di bawah

dan terus diinjak-injak

Jakarta, 26 Mei 2001

SAKU

Berkelebat seraut wajah

berisi tanda tanya

memancing tangan-tangan menjamahnya

saku

diam tak banyak bicara

rapi menyimpan

rahasia perselingkuhan Arjuna dan Banowati

Jakarta, 26 Mei 2001


 

Tentang budhisetyawan

Seorang yang suka musik dan sastra.
Pos ini dipublikasikan di Puisi Karya Sendiri 1. Tandai permalink.

3 Balasan ke Beberapa Puisi dari kumpulan PENYADARAN

  1. kiky cute berkata:

    “Ya Tuhan, Ya Gusti, apakah artinya cinta? Ketika rasa menjadikan segala terlupa. Ketika getaran mengubah segala. Adakah cinta tetap cinta, jika rasa dan getaran itu berwujud rupa, dan kemudian menjadikannya tiada?”

  2. windbee berkata:

    bang… puisi tiket ke surga saya copy ya, diminta ngumpulin puisi ma temen2 untuk dibikin teatrikal puisi buat acara tadarus puisi jum’at malam ini di Banjarbaru, Kalimatan Selatan. blom tau di pakai atau gak, tapi izin dulu gituw, thanks

  3. Shinichi berkata:

    saia siy cuman isa menikmati kata per kata aja, om budhi

    saia kurang isa mendalami puisi

    hehehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s