CATATAN SOSOK PENYAIR

(dari buku KIDUNG BULAN TERTIKAM: Antologi Puisi Penyair Purworejo. KOPISISA, 2000)

1. ATAS DANUSUBROTO

    Lelaki berusia lepas setengah abad yang nampak sederhana ini adaah mantan aktivis ‘Persada Studi Klub’ Yogya yang eksis seputar tahun 197-an. Selain sebagai wartawan, ayah sejumlah anak yang tinggal di Bubutan, Purwodadi, Purworejo ini juga menulis cerpen, bahkan cerita bersambung yang dipublkasikan di berbagai media cetak. Sejumlah lakon ketoprak pun ia tulis dan ia sutradarai.

2. AGUNG HARY WIBOWO

    Remaja yang tinggal di Borokulon Banyuurip ini menamatkan sekolahnya di SMUN 2 Purworejo bersamaan dengan terbitnya antologi puisi ini. Belum banyak pengalaman menulisnya, namun sempat menjuarai Lomba Karya Tulis Puisi dalam rangka Hari Kesehatan Nasional ke-35/1999. Pendatang baru di KOPISISA ini bertekad senantiasa aktif menulis puisi.

3. USTADJI PANCA WIBIARSA

     Segudang pengalaman diraihnya di bidang sastra dan teater. Antara lain di Teater ‘SS’ IKIP Negeri Semarang (sekarang, Universitas Negeri Semarang) tempat ia mendapatkan gelar sarjananya. Di KOPISISA ia memulai ‘karir’ sebagai juara menulis puisi dan cerpen. Belakangan ia tak mau lagi ikut lomba karena memilih menjadi juri lomba. Pak Guru yang mengajar di SLTPN Kemiri ini juga dikenal tekun membina kreativitas sei siswa-siswinya. Cukup banyak karyanya yang ikut di berbagai media cetak.

4. R. IMAN CIPTADI

    Alumnus IKIP Muhammadiyah Purworejo (sekarang Univ. Muhammadiyah Purworejo) ini pernah menjadi pemenang I Lomba Cipta Puisi KOPISISA. Karyawan Kantor Dinas P dan K Kab. Purworejo ini pernah juga menjadi penulis naskah dan pengisi acara sandiwara di RRI Semarang. Berbagai media cetak dan sejumlah antologi puisi memuat karya puisinya yang rata-rata religius.

5. RATNA WIDIASTUTI

    Terbitnya antologi ini sekaligus menjadi tanda telah selesainya ia kontrak belajar di SMUN 1 Purworejo. Gadis manis asal Megulung Kidul, Pituruh, Purworejo ini menjadi Juara I Lomba menulis puisi KOPISISA tahun 1998, dan tahun 1999 cerpen dan puisinya mampu menempatkannya sebagai pemenang kedua dan ketiga. Ia lahir 16 Juli 2000.

6. SITI KHODIJAH

   ‘Menulis puisi berarti menentramkan hati’, katanya suatu ketika. Gadis kelahiran 2 Desember 1974 yang beralamat di Sucen Jurutengah, Bayan, Purworejo ini pernah menjadi Juara ke-2 Lomba Cipta Puisi KOPISISA 1997. Karya-karyanya banyak mewarnai Rimba Batin Sastra RSPD Purworejo.

7. KRISTINA KUSUMA INDRAWATI

     Ketika para remaja merayakan Hari Valentine (tanggal 14 Pebruari.), ia merayakan ulang tahunnya sendiri. Gadis manis yang tahun terbitnya antologi ini memasuki kelas 3 di SMUN 1 Purworejo ini punya pengalaman bersastra antara lain: Juara 1 Lomba Baca Puisi Islami FAIS se-kab. Purworejo, Juara Lomba Cipta Puisi KOPISISA 1999. Kini tinggal di Pituruh, Purworejo.

8. DANDUNG DANADI

    Aktivitas keseniannya diawali sejak masa kuliah di Yogya, dan kemudian membentuk sanggar seni musik SERAMBI di Kecamatan Bagelen, yang memadukan perangkat musik pentatonis dan diatonis disertai syair-syair lagu religius. Bersama KOPISISA pernah tampil musikalisasi puisi di Yogya, bahkan garapan musiknya pernah direkam – tayangkan TVRI Yogya.

9. THOMAS HARYANTO SOEKIRAN

    Berguru kepada Bagong Kussudiarjo membuatnya menjadi penari. Nyantrik di Rendra membuatnya lebh matang berteater. Merasuk ke dalam diri sendiri membuat pandai menulis puisi. Itulah sejumlah pengalaman yang dilalui oleh rekan kita yang dikenal paling “leda-lede”. Sejumlah puisinya sempat dimonologkan, di samping yang ia titipkan lewat sejumlah antologi puisi. Kita tunggu tampilnya lewat pentas grup teater yang ia pimpin: Teater NYA Purworejo.

10. TRI MURNI

      Ibu rumah tangga yang beralamat di Pangen Juruengah Purworejo ini cukup rajin menulis puisi. Selain KOPISISA, sejumlah media ia manfaatkan untuk memasyarakatkan sejumlah puisinya. Ia juga aktif berkegiatan seni lewat Teater “Rimba”, grup teater milik SLTP Negeri 2 Kemiri, tempat sehari-harinya ia bekerja sebagai guru Bahasa dan Sastra Indonesia.

11. SOEKOSO DM

    Lahir di Purworejo, 17 Juli 1949. Puisinya dimuat di Suara Merdeka, Sinar Harapan, Suara Karya, Kartika, Semangat, Horison, dan lain-lain. Antologi yang merangkum puisinya antara lain: Kutang-kutang, Bidak-bidak, Tergusur, dan Waswas Waswas, Was!, Semarang Dalam Sajak, Puisi Pendopo Taman Siswa, Tonggak-tonggak, Sajak Ikan Asin, Antologi KOPISISA, Menoreh 1, Menoreh 2, Dari Negeri Poci 2, Serayu, Lirik Kemenangan, Antologi Penyair Jateng. Tinggal di Gg. Potrowijayan I/6, Pangenrejo, Purworejo 54115.

12. SUMANANG TIRTASUJANA

    Lahir di Purworejo, 1 Agustus 1961. Puisinya dimuat Bernas, Mutiara, Kedaulatan Rakyat, Simponi, Swadesi, Surabaya Pos, Suara Karya, Pusara dan lain-lain. Puisinya juga terangkum dalam Antologi Selokan, Kidung Pendopo, Pendopo Dalam Sajak, Momentum 32 Penyair Yogya, Forum Penyair Jawa Tengah, Menoreh 1, Menoreh 2, Perjamuan, Getar, Serayu, Vibrasi Tiga Penyair, Refleksi Setengah Abad, dan lain-lain. Tinggal di Jl. Pasar Pituruh No. 3, Purworejo 54263

13. JUNAEDI SETIYONO

    Merasa masih kurang pintar, dosen Bahasa Inggris UMP (Universitas Muhammadiyah Purworejo-red) ini masih terus belajar. Berbagai media cetak memuat sajak-sajaknya. Berbagai lomba cipta puisi dan cerpen pernah dijuarainya, Riak Bogowonto, Gelanggang Gema. Syair-syair yang memuat karya-karyanya. Lelaki yang lahir di Kebumen tanggal 16 Desember 1965 ini tinggal di Baledono Purworejo ( terakhir ia mendapatkan juara di lomba novel berjudul GLONGGGONG yang diadakan oleh DKJ)

14. MASKUN ARTHA

    Lelaki kelahiran 22 Oktober 1951 ini termasuk pendiri KOPISISA. Kini ia berpredikat sebagai Ketua Komite Sastra Dewan Kesenian Purworejo, walaupun tak lagi rajin menulis. Obsesi dan kecintaannya pada seni sastra ia salurkan lewat acara Rimba Batin Sastra di radio RSPD Purworejo tiap Minggu malam. Acara yang ia rintis sejak 20 tahun yang lalu itu kini ia asuh dengan pembaca puisi yuniornya: Dian Arisa. Sajak-sajaknya yang rata-rata enteng berisi ikut menghiasi 8 buah buku antologi. Ia tinggal di Rendeng, Gebang, Purworejo.

15. MASDI ARTHA

    Ia merupakan pemyair ‘terpendam’ yang dimiliki KOPISISA sejak 1980. hanya sedikit karyanya yang terpublikasikan, selebihnya tersimpan di rumahnya jauh di pedalaman desa Blimbing Kec. Bruno. Kini ia bekerja sebagai guru di jajaran pendidikan dasar.

Tentang budhisetyawan

Seorang yang suka musik dan sastra.
Pos ini dipublikasikan di Kabar & Silaturrahmi 1. Tandai permalink.

3 Balasan ke CATATAN SOSOK PENYAIR

  1. Eko Prasetyo berkata:

    R. Iman Ciptadi, Bagaimana kabarnya. Ingat gak sama teman seangkatanmu ini. Selamat ya, Anda masih menggeluti bidang sastra. Aku ingat deh pernah main drama sama Anda, di bangku kuliah dulu.

  2. arif berkata:

    wah ternyata kegiatan sastra di purworejo ramai juga

  3. windriani berkata:

    bung thomas….piye wartanya….sejak thn 1996 kita trus ga pernah kumpul2 lagi…terakhir kita ketemu diacara dramasiasi puisi memperingati sedone ortu penjenengn…..ada bung edy romadhon…setelah itu….smua hilang tnp warta……

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s