Puisi-puisi Sitor Situmorang

SURAT KERTAS HIJAU

 

segala kedaraannya tersaji hijau muda

melayang di lembaran surat musim bunga

berita dari jauh

sebelum kapal angkat sauh

 

segala kemontokan menonjol di kata-kata

menepis dalam kelakar sonder dusta

harum anak dara

menghimbau dari seberang benua

 

mari, dik, tak lama hidup ini

semusim dan semusim lagi

burung pun berpulangan

 

mari, dik, kekal bisa semua ini

peluk goreskan di tempat ini

sebelum kapal dirapatkan

 

DUKA

                                    kepada Chairil Anwar

 

manakah lebih sedih?

nenek terhuyung tersenyum

jelma sepi abadi

takkan bertukar rupa

 

atau petualang muda sendiri?

gapaian rindu tersia-sia

tak sanggup hidup rukun

antara anak minta ditayang

 

sekali akan tiba juga

takkan ada gerbang membuka

hanya jalan merentang

sungguh sayang cinta sia-sia

 

manakah lebih sedih?

nenek terhuyung tersenyum

atau petualang mati muda

mengumur duka telah dinujum

 

(diambil dari buku: SURAT KERTAS HIJAU, kumpulan sajak SITOR SITUMORANG, Penerbit Dian Rakyat, cetakan ketiga, tahun 1985)

Tentang budhisetyawan

Seorang yang suka musik dan sastra.
Pos ini dipublikasikan di Puisi Penyair Lain 2. Tandai permalink.

4 Balasan ke Puisi-puisi Sitor Situmorang

  1. ogut medan berkata:

    orang medan harus lebih baik. hal ini harus dijaga.teman2 mari kita menengok kebelakang, siapa kharil anwar, siapa sitor situmorang. bakar semangat untuk warnai dunia, bakar semangat demi mereka, lanjutkan cita dan kipra mereka.

    • budhisetyawan berkata:

      ya… dari Medan dan sekitarnya (Sumut), kini juga banyak bermunculan sastrawan/penyair muda yang sangat berbakat dan tekun berkreasi. semoga menginspirasi.

      salam kepada para penyair Medan/Sumut.

  2. ogut medan berkata:

    saat semua senja itu pergi menuju alam yang sebenarnya
    mentari pun kelur dengan garangnya
    dia akan mengepakan sinar hingga binar
    dia akan meneruskan cita2 mu khiril
    diakan membawa namamu sitor
    izinkan kami untuk menjadi tunasmu
    izin kan kami
    meneruskan bakatmu
    karna kami adalah pemujamu.

    • budhisetyawan berkata:

      terima kasih. komentar yang puitis dan menggelorakan semngat untuk terus berkiprah sebagai penulis. penulis/penyair/sastrawan memang sebenarnya dapat menjadi suluh bagi bergejolaknya semangat untuk melakukan upaya perbaikan keadaan, lewat tulisan-tulisannya.

      “di ujung pena, termaktub peta perubahan dunia”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s