Puisi-puisi Shinta Febriany

MASA DEPAN RINDU

 

mengunjungimu di malam yang keruh. angin

bersenandung malu-malu. dengan bersijingkat

kuhampiri kau. rindu meluap-luap. aku ingin

merayakannya dengan dua gelas susu coklat tanpa

gula dan roti bakar isi keju. aku ingin merayakannya

tanpa teman, tetapi malam menjelma kabut di matamu.

puisi untuk seseorang yang tak pernah dibacakan,

tersimpan di bawah tumpukan majalah remaja. cahaya

bulan meranggas pelan. sebuah psikodrama yang tak

tiba di rumah, singgah di jalan tanpa kata. jalan kosong

yang tak ada dalam peta masa depan kita. hampir saja

kau berlakon dan aku menjadi penonton.

 

mengunjungimu di malam yang keruh, bagai menjemput

masa depan, kering dan lusuh.

 

            Makassar, Pebruari 1998

 

 

SAJAK CINTA PERTAMA

 

di bibir masa yang renta, kita masih saja mengurai

tanya padahal sesak di dada senantiasa bergema.

 

di bibir masa yang renta, kita bersembunyi dalam cinta

menghanyutkan luapan rasa pada helai-helai udara.

 

di bibir masa yang renta, kita masih saja menuntut kata

menjadi seuntai mutiara untuk dikalungkan di jiwa.

 

            Makassar, Desember 1997

(sumber: buku AKU BUKAN MASA DEPAN; kumpulan puisi Shinta Febriany, Penerbit Bentang Budaya, Yogyakarta, cetakan pertama, Juni 2003)

 

 

Tentang budhisetyawan

Seorang yang suka musik dan sastra.
Pos ini dipublikasikan di Puisi Penyair Lain 2. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Puisi-puisi Shinta Febriany

  1. muammad yusuf berkata:

    om dood… kalo punya antologi puisi shinta febriani yang berjudul moyangku bugis dan bumi impian bumi kenangan aku dikasih info boleh ke nomor hpku, ini 085640052707, makasih sebelumnya atas kjasamanya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s