Karya sastra R Ng. Ranggawarsita

Salah seorang pujangga besar yang pernah ada di lingkungan kerajaan Kasunanan Surakarta adalah Raden Ngabehi Ranggawarsita. Ranggawarsita termasuk pujangga yang peka terhadap permasalahan sosial. Zaman Kali atau Kaliyuga yang oleh Ranggawarsita lebih populer disebut dengan istilah jaman edan merupakan sindiran pada kekacauan waktu itu. Kutipan tembang sinom dalam Serat Kalatidha menunjukkan kekacauan yang sedang melanda masyarakat:

Amenangi jaman edan,

ewuh aya ing pambudi,

melu edan nora tahan,

yen tan melu anglakoni,

boya keduman melik,

kaliren wekasanipun,

dilalah kersa Allah,

begja-begjane kang lali,

luwih begja kang eling lawan waspada

(pupuh Sinom, pada 4)

Terjemahan:

Mengalami zaman gila,

serba sulit dalam pikiran,

ikut gila tak tahan,

kalau tidak ikut,

tidak dapat bagian,

akhirnya kelaparan,

untungnya takdir Allah,

seuntung-untungnya orang lupa,

masih untung yang sadar dan waspada

(sumber: buku SEJARAH SASTRA JAWA, penulis Dr Purwadi, M.Hum, Penerbit Gelombang Pasang, Jogjakarta, cetakan pertama, 2005)

Tentang budhisetyawan

Seorang yang suka musik dan sastra.
Pos ini dipublikasikan di Puisi Penyair Lain (Geguritan). Tandai permalink.

6 Balasan ke Karya sastra R Ng. Ranggawarsita

  1. astrid berkata:

    Mas Budhi, aku mau dong di-email-in buku” karya sastra Ranggawarsita (terjemahan bahasa indonesia), pingin baca” seperti apa sih isi bukunya.
    Pertama kali saya tau karya sastra Ranggawarsita adalah dari cerita film “KALA” di situ di sebut” ramalan jayabaya yg ternyata karangan Ranggawarsita.
    Kalo ada mau ya di email ke alamat di atas.
    sebelumnya terima kasih banyak.

    Thanks,
    astrid

    • budhisetyawan berkata:

      sebenarnya karya eyang Ranggawarsita cukup banyak yang dibukukan. hanya saja saya jarang ke toko2 buku skrg2 ini. saya banyak menemukan buku2 karya pujangga2 jawa keraton solo n jogja, waktu saya di jogja dulu. dan relatif mudah mencarinya…

      sialakn search di google, kemudaian mencari di beberapa toko buku. lbh baik di daerah jogja/solo. kadang malah ada di toko buku yang kecil/lokal..

  2. sukatma.marsanijaya berkata:

    meski sy terlambat pada usia menjelang isya, tetapi keiinginan berbuat bijak selalu menggelayuti mainset sy. sebab itu info-info ttg kebajikan selalu sy selami. dengan begitu bila sy menyembul di permukaan jagad pengetahuan terasa lega. bagaikan menyelam di dalam air, makin dalam sy menyelam makin lega pernafasan sy ketika muncul di permukaan air. pertanyaan sy sebagai pemula; mengapa dialek bhs jawa banyak menggunakan kata O sy ulangi kata O. Sementara dlm buku “serat kalatidha” tulisan Wiwin Widyawati R. serat-serat R.N Ranggawarsita sy tak menemukan kata O tsb. Matur nuwun gih penulis apik. Hapunten bilih aya kalelepatan. wass

    • sukatma.marsanijaya berkata:

      selamat berpuasa bila anda melaksanakannya

    • budhisetyawan berkata:

      dari beberapa informasi yang saya dengar dan beebrapa bacaan, termasuk pelajaran bahasa jawa saat saya sekolah SD-SMP, penulisan kata ‘a’ untuk beberapa kata tertentu dibaca ‘O’, misalnya kata ‘ana’ dibaca ‘OnO’ [dalam bahasa Indoensia artinya = Ada]. tetapi tidak semua kata dengan huruf ‘a’ akan dibaca ‘O’. misalnya kata ‘alas’ tetap dibaca ‘alas’ [bhs Indonesianya, alas = hutan].

      yang saya belum mencari informasinya adalah sejak kapan pengucapan beberapa kata yang mengandung huruf ‘a’ dibaca dalam ucapan ‘O’.
      sementara demikian pak Sukatma. terima kasih telah berkenan singgah. salam takzim.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s