Puisi-puisi Bocah Purworejo

Berikut ini saya tampilkan beberapa puisi karya anak-anak sekolah SD/MI/SMP/MTs di Purworejo, yang termuat dalam buku PENA TINTA PERAK; Antologi Puisi Bocah Purworejo, yang diterbitkan oleh KOPISISA tahun 2007)

1. Endah Tri Utami: duduk di kelas VI SDN Kenteng Banyuurip Purworejo. Lahir di Sleman 8 Mei 1995, sementara ia tinggal bersama orangtuanya di Kenteng, Kledung Kradenan.

 

RENUNGAN

bila bulan bisa kupindahkan

aku tak ingin malam

ia mengajak buka lembar dimensi

hingga menutup jendela masa depanku

tanpa pamit

bila matahari bisa kupindahkan

aku mau tenang selalu

ia balon gemilang

pemompa semangat kehidupanku

agar dapat

mencapai awan tepis mendung

menggapai nyata kikis duga

mengukir renungan di bingkai langit

betapa kita sebesar debu

di matanya

2. Amali Yafi Hidayati: lahir di Purworejo 22 Agustus 1992. Siswa kelas VIII MTs. Negeri Bener ini adalah penyair berbakat yang pernah menulis di berbagai media sekolah dan surat kabar. Dalam lomba cipta puisi bocah ini (Lomba Cipta Puisi Bocah Purworejo 2006, red), ia meraih juara I. Sekarang masih tinggal bersama orang tua di Guyangan, Loano.

 

SURAT CINTA UNTUK MATAHARI

kukirim surat ini kala remajaku ranum di ladang rindu-Mu

kukirim surat ini karena remajaku berbunga oleh kumbang yang

terbang di seberang kelas

dan…

surat ini kukirim untuk penyesalanku telah bermimpi mengawini

matahari

sepucuk surat berisi butiran tasbih atas nama-Mu

ketika jari takhiyatku menembus galaksi dan menyentuh nama-Mu

di antara sujud jagad raya

sejenak aku kembali bermimpi menyusul-Mu

dengan segenggam pelita yang kudapat dari tahajud malam ini

namun mimpi terkoyak oleh tegur suara binatang malam

bahwa malamku masih panjang

dan zikirku tak sempurna

dan cintaku ternoda

saat menjelang sadar di subuh yang membangunkanku

kudapati diriku telah jatuh cinta pada sepotong matahari kecil

yang duduk di teras madrasah

apakah ada beda makna cinta pada keheningan malam dengan

ceria matahari pagi?

kucoba cari dengan beberapa tetes wudhu

untuk menemukan mu’jizat cinta waktu bangunku yang pertama

dan kubersihkan debu cinta menjelang langkah kedua menuju

madrasah

Banyuasin, Ramadhan 2006

3. Dany Septian: siswa kelas VIII e SMPN 23 Purworejo ini sering mengikuti lomba dan menulis di media massa. Lahir di Purworejo 24 September 1993 dan tinggal bersama orang tuanya di Pekutan Bayan. Dalam lomba cipta puisi bocah 2006 ia meraih juara ketiga.

 

TARIAN ANGIN

seusai angin menghujani boning-bonang kehidupan

angin menari-nari memasuki hari-hariku

memancarkan mata hurufmu sunyi tanpa nada-nada

tetapi mengapa angin itu berubah berisik

mengganggu ketenangan di sela-sela buluh kata-katamu

mencakar kulitku dengan pisau rambutmu

yang mengeluarkan air-air senyummu

di antara pucuk-pucuk tulang daun

yang tersimpan cinta gongku yang membara

lalu datang suara yang mengusik

dari dalam lubang-lubang hatimu

batuk-batuk itu mencekik tubuh

pilek itu membasuh hidung

pusing itu keliling di otak rumahku

bersama pengawalnya membawa debu tangismu

ke dalam urat daun yang menggeliat

di tubuh-tubuh rokok seruling jiwaku

yang melamunkan wajah-wajah lidiku

menuju lecutan kebeningan embun

yang memakan cahaya kehijauan perbukitan

untuk mengambil setetes rindu

yang menyelinap di gigi-gigimu

4. Nurngaini Solihati: masih duduk di kelas IX SMPN 23 Purworejo yang bertempat di Bayan Purworejo. Lahir pada tanggal 29 Juni 1992. Beberapa kali menjadi finalis lomba baca puisi dan pernah menjadi juara I Lomba Baca Puisi Tingkat Kabupaten Purworejo, sering juga mengirimkan karyanya di berbagai situs internet.

 

BERBAUR ANGAN DALAM PURWOREJO

anganku melayang mengenakan kain kebaya dikutukkan nyai bagelen

meresapkan azan berkumandang seusai bertalu bedug kyai bagelen

siapa akan hidup dan percaya dalam keheningan asap dupa

di dekat lumbung menyahut punggung tergerai payudara sang derita

sementara angin berbau garam dari jatimalang mengundang sunyi

ingin menggemuruhkan peperangan antara nasi dan api

menggaris gores ke barat hingga pasir besi mengiris hati

kaukah itu yang bersembunyi di dua puluh sembilan mitos benteng pendem

membawa kehampaan melewati mitos demi mitos menuju dambaan

surga hingga akhirnya kautemukan dinginnya tanah seplawan yang

bermakna

dari kata-kata sang kedamaian

kita akan menulis kembali makna sejarah lewat keheningan

di derasnya curug muncar, katamu yang telah terjalari ketangguhan

aku terus melayang

melukis taman bunga masa depan kotaku tersayang

dengan semilirnya angin berdaun cinta

Purworejo, Jawa Tengah, 2006

Tentang budhisetyawan

Seorang yang suka musik dan sastra.
Pos ini dipublikasikan di Puisi Penyair Lain 2. Tandai permalink.

7 Balasan ke Puisi-puisi Bocah Purworejo

  1. Nicholas berkata:

    KawAn,

    SaTu HaRi CINTA & KAWAN BeRJaLaN DaLaM SeBuaH KamPuNg…

    TiBa-TiBa CINTA TerJaTuH DaLaM TeLa9a…

    KeNaPa??

    KaReNa CINTA iTu BuTa…

    LaLu KAWAN PuN iKuT TerJuN DaLaM TeLa9a…

    KeNaPa??

    KaReNa… KAWAN aKaN BuaT aPa SaJa DeMi CINTA !!

    Di DaLaM TeLa9a CINTA HiLaNg…

    KeNaPa??

    KaReNa… CINTA iTu HaLuS, MuDaH HiLaNg KaLaU TaK DiJa9a, SuKaR DiCaRi aPa La9i DaLaM TeLa9a YaNg 9eLaP…

    SeDaNgKan KAWAN MaSiH La9i MenCaRi-CaRi DiMaNa CINTA & TeRuS MeNuNggu….

    KeNaPa??

    KaReNa… KAWAN iTu SeJaTi & aKaN KeKaL SeBa9ai KAWAN YaNg SeTia…

    So, Har9aiLah KAWAN KiTa SeLa9i KiTa TeRaSa Dia BERARTI….

    WaLau KiTa PuNya pasangan, TeMaN TeTaP YaNg PaLiNg SeTia,,,
    WaLau KiTa PunYa HarTa BanYaK, TeMaN TeTaP YaNg PaLiNg BerHar9a….

    frenz never break………..

  2. sambayang berkata:

    siapakah Mu?
    untuk siapakah Mu yang kau tulis wahai penyairku…
    penyair adalah profesi batin yang sangat kuat menempel di jiwa anda. maka saya sangat mendukung jika kekentalan jiwa itu anda persembahkan buat si Mu yang tahu akan mu….
    salam kenal….
    (sam_bayang)

  3. nuril berkata:

    SLAMAT BLAJR,RAIH CITA2,GAPAI IMPIAN ,GUNAKAN KEAHLIAN

  4. Deni Rahman berkata:

    Melepas Harapan

    Ketika kau bersamanya,,,
    Ku lihat kau bahagia
    Karna mungkin kau lebih bahagia dengannya

    Jiwa ini harus merelakan
    Meski perih pedih mendalam
    Luka dan kecewa akan ku bawa berlari
    Berlari, hingga hilang segala kepedihan
    Percuma menyesali keadaan daya ketidakmampuan
    Daya untuk menggapai sebuah harapan kebahagiaan
    Andai… dirimu mampu untuk kumiliki !!!
    Mungkin aku tak akan sepedih ini

    Terima kasih wahai Diah…
    Engkau telah membumbui hidupku meski singkat
    Tak dapat ku kubur dalam semua kenangan
    Biarkan semuanya tetap hidup dalam ingatan…
    2014.01.01 – 00:30

  5. eksisku berkata:

    Puisi karya penulis-penulis yunior Purworejo keren, apalagi sebagian sudah mengirimkan karyanya ke media massa atau media online. Menjadi kebanggaan tersendiri bagi Purworejo yang tentram dan damai, sedamai penyair dan cerpenis seperti mas Budhi, mba Dian, mas Seta Permada. Tentu masih banyak penulis-penulis Purworejo lainnya yang tetap konsisten dan eksis berkarya yang belum kukenal,, buktinya kiprah KOPISISA di tahun 1990-an saja sudah luar biasa.

    • budhisetyawan berkata:

      terima kasih bu Eko Hastuti telah berkenan singgah blog saya ini. mohon doanya ya bu agar bisa awet dalam kekaryaan. Aamiin.

  6. eksisku berkata:

    Amin, semoga semangat berkarya dan berbaginya tetap eksis mas. Saya numpang belajar di sini. Makasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s