Puisi-puisi Gus tf

BUKAN BAGIAN

 

      Suatu ketika – entah bila –

      aku bukan bagian dari alam raya. Tentang apakah manusia,

tentang apakah dunia, bagiku semua kosong saja. Tak ada pikiran

tentang hidup karena aku tak bakal berurusan dengan mati. Tak ada

apa pun kata dalam bunyi karena aku bukan bagian dari ensiklopedi.

 

      Suatu ketika – entah bila –

      aku bukan bagian dari alam raya. Anda melihat bintang,

aku belum ada dalam kerlipnya. Anda melihat laut, aku belum ada

dalam ombaknya. Adakah Anda, seperti mereka, mendapatkan belum

dalam tak ada? Setiap waktu, setiap ketika, mereka mendengar

 

diamku dalam suara. Melengking, merintih, jauh menuju tiada.

 

            Payakumbuh, 1997

 

 

BERSAMA SUARA

 

      Bersama suara: Kau menyelam ke dalam kata.  Menyilih,

mencari ia yang kaupikir ada di setiap rupa. Tapi rupa

punya wajah yang lain. Tapi batok punya kepala yang lain.

 

      Bersama suara: Kaukatakan tangis dalam tawa. Menyilih,

mencari ia yang kaupikir ada di setiap canda. Tapi canda

punya tangis yang lain. Tapi tawa punya gegaduhan yang lain.

 

      Bersama suara: Kau menjadi sabun. Membalon berbusa-busa.

 

            Padang, 1996

(sumber: buku DAGING AKAR, Sajak-sajak 1996 – 2000, karya Gus tf, Penerbit Buku Kompas, Jakarta, 2005)

Tentang budhisetyawan

Seorang yang suka musik dan sastra.
Pos ini dipublikasikan di Puisi Penyair Lain 1. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Puisi-puisi Gus tf

  1. Titik Embun berkata:

    Desember 2007 puisi Gus tf bukan punya mas Budhi. Nanti saja di analisanya…hehehe.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s