Puisi-puisi Thomas Budi Santoso

DI PINGGIR KOTA SENJA

di pinggir kota senja aku berdiri menghadap sana

sunyi hatiku seperti tugu menyapa kehidupan tak berarah

memandang rumah-rumah pelacur tanpa aspirasi

pada tingkah gelak lusuh yang terjalin dalam sajakku

dimana saja kota pelacur tersedia bagai mainan

membuka paha membasuh sukma adalah satu kesetiaan

mengharap senja yang panjang, tidur seribu kali dan tak peduli

guratan aneka suara, umpatan maki dan palingan muka

sedihnya kota pelacur tua menghuni kaki lima

teringat lupa masa muda, tak sadar menjerat diri

tinggal senyum melompong di antara gelak sementara yang hampa

sedihnya tua bermula mimpi tentang cinta dan hari depan

meratapi kelahiran diri bagai seonggok sampah di jantung kota

di atasnya langit makin hitam menggelegak menantikan kiamat

Kudus, 4 maret 1970

KUTANYA DIRI SENDIRI

di kepalsuan malam kutanya diri sendiri

tentang madunya cinta dan hari depan sehabis ranjang perkawinan

terpampang wajah-wajah penuh gairah, wajah-wajah kuyu dan sahdu

seperti halnya setiap kredit yang selalu diragukan

kutanya diri sendiri tentang kebahagiaan sejati

setelah anak dilahirkan, menangis dan tertawa

menyejuk hati sehangat ciuman di musim dingin

setelah itu dingin kembali sebab sejati hanyalah mimpi

ke mana harus kucari, adakah yang aku cari

bahagia dalam sebaris romansa yang kelu

seperti sebuah ayunan, bergerak pulang pergi dan tenang kembali

pada porosnya, lekang dan susut digodog musim menjadi debu

jawabnya seperti filsuf gila sebab pada tuhan hatiku masih terbentur:

kebahagiaan harus kucari di hati yang paling sedih

Kudus, 14 Mei 1970

(sumber: buku NYANYIAN SEPASANG DAUN WARU, karya Thomas Budi Santoso, Penerbit Indonesia Tera, Jogjakarta, cetakan pertama, April 2007)

Tentang budhisetyawan

Seorang yang suka musik dan sastra.
Pos ini dipublikasikan di Puisi Penyair Lain 2. Tandai permalink.

3 Balasan ke Puisi-puisi Thomas Budi Santoso

  1. Rie berkata:

    menikmati karya2 Anda….
    salam kenal

  2. budhisetyawan berkata:

    salam kenal juga. beberapa puisi penyair memang saya tempatkan di blog saya. beberapa telah kenal dengan saya. Puisi2 (Mas) Thomas Budi Santoso (saat ini sbg Direktur Produksi PT Djarum, Kudus) ini diterbitkan bersama puisi2 (mas) Sosiawan Leak. Dan (mas) Sosiawan Leak yang mengirim bukunya ke saya. Selamat terus menulis ya Rie; meski jauh dari tanah air kelahiran, namun selalu ada cercah cahaya penyemangat berkarya. Salam.

  3. sambayang berkata:

    assalamualaikum…
    adakah sesuatu yang lebih indah selain dari berkarya dan bekarya…
    tapi saya tahu bahwa karya adalah sebuah penemuan yang dilalui lewat perenungan. salam kenal bagi si empunya kata dalam blog ini. mudah-mudahan sang Maha Kata akan memberikan kita imaji yang lebih hingga kita bisa menutup mata dalam kata-kata kita yang kita rangkai sendiri…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s