Baca Puisi di TIM Jakarta

Dalam rangka menyambut dan memeriahkan Hari Ulang Tahun Jakarta ke 481, PKJ TIM bekerja sama dengan Forum Sastra Jakarta, Komunitas Sastra Indonesia, dan Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin Jakarta menyelenggarakan acara JAKARTA DALAM PUISI, MUSIK & RUPA. Acara tersebut digelar di panggung terbuka di lapangan parkir TIM pada tanggal hari Minggu, 22 Juni 2008 mulai pukul 16.00 s.d 22.00 WIB. Dalam acara tersebut tampil seorang pelukis yang melukis selama acara berlangsung di depan panggung. Acara tersebut dipandu oleh duet MC Remmy Novaris dan Fatin Hamama. Kadang posisi Remmy Novaris diisi oleh Mbah Surip, yang mengisi acara musik pada acara itu. Dengan lagak dan lagu-lagunya yang menggelitik dari Mbah Surip menjadikan suasana lebih ramai. Musikalisasi puisi disi oleh Kelompok Kapas, yang sering membawakan musikalisasi puisi dengan puisi-puisi karya Abdul Hadi WM, Rendra, dll. Dalam acara tersebut tampil penyair-penyair yang sebagian besar telah cukup terkenal antara lain Jose Rizal Manua, Diah Hadaning, Dharmadi, Imam Maarif, Adri Woko, Viddi AD Daery, Ahmadun Yosi Herfanda, Johannes Sugianto, Yonathan Rahardjo. Juga tampil beberapa penyair muda. Saya kebetulan diundang dengan diberitahu seorang teman, dan saya bersyukur bisa ikut mengisi acara tersebut, tampil dengan para penyair terkenal. Sungguh seperti mimpi, seorang penggemar bisa sepanggung dengan idolanya.

Puisi yang saya baca adalah 2 puisi yang temanya berkaitan dengan Jakarta. Puisi tersebut salah satunya pernah dimuat di majalah GONG. Kedua puisi tersebut adalah:

KUKETUK DIAMMU

pagi baru mengetuk hari

ketika tiba-tiba Jakarta mendekapku lekat

sebentar, aku membuang sengal

mana janjimu kemarin?

janji apa?

tentang rindumu yang kaulukiskan di sepanjang trotoar

ya rinduku pontang-panting terpelanting

digulung asap dan karat zaman

kini tengah kucari serpih-serpihnya

pada tawa gedung-gedung tinggi

tapi malah kuteriris runcingnya

mari ke kolong tol

mewarnai kanvas waktu

dengan harum sampah dan kudis luka

Jakarta, 6 September 2007

METROPOLUTAN

selamat datang di kota besar, kawan

inilah metropolitan yang kini

tlah menjelma wajah metropolutan

karena semua penampakan,

hanyalah gairah sampah

Bekasi, 2 Desember 2007

Acara tersebut juga diliput oleh sebuah stasiun televisi yaitu Tourism network (The First Tourism TV Channel). Saya memberikan apresiasi yang tinggi dan sangat berterima kasih kepada media massa yang juga peduli dengan acara seni budaya, termasuk acara sastra yang biasanya memang sepi pengunjung karena persepsi masyarakat dan media umumnya memandang sastra sebagai komoditas yang kurang menguntungkan. Sungguh publikasi acara semacam ini akan membantu sedikit penggugah perubahan persepsi sehingga semoga akan semakin berarti bagi kehidupan masyarakat. Tentunya acara seni yang bermain dalam ranah estetika mampu menyampaikan pesan-pesan kebaikan dan kebajikan untuk memberikan penyadaran secara lembut dan pelan, menyusup ke dalam pori-pori, lambat namun pasti. Terima kasih, Sahabat!

Tentang budhisetyawan

Seorang yang suka musik dan sastra.
Pos ini dipublikasikan di Kabar & Silaturrahmi 1. Tandai permalink.

3 Balasan ke Baca Puisi di TIM Jakarta

  1. Roy Thaniago berkata:

    Wah..sayang saya ga dateng..Padahal waktu itu sudah ada niat. Salam kenal, Mas!

  2. refalda jeanz berkata:

    …???

    😦

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s