JADI JURI DALAM LOMBA BACA PUISI: BEKASI BERPUISI

Jadi Juri Bekasi Berpuisi

Jadi Juri Bekasi Berpuisi

Pada beberapa bulan yang lalu, saya dihubungi lewat telepon oleh Ketua Forum Lingkar Pena (FLP) Bekasi Wiwiek Sulistyowati yang meminta agar saya menjadi juri dalam lomba baca puisi. Sejenak saya bertanya-tanya sendiri, apakah saya bisa? Saya bilang kepadanya bahwa saya memang suka menulis puisi, tetapi menjadi juri lomba baca puisi belum pernah. Saya merasa bahwa dalam pembacaan puisi pun saya belum bagus. Karena saya didesak dan dalam hati saya akan mencoba, maka permintaannya saya sanggupi.

(saya jadi teringat dengan pernyataan dalam attitude/psiko-test yaitu: “Saya suka mencoba hal-hal baru”. Maka saya pikir tak ada salahnya saya mencoba. Saya telah membuktikan beberapa hal baru yang saya geluti, walaupun tidak ada minat terhadap sesuatu hal tersebut sebelumnya. Saya mulai dari kegiatan waktu saya kuliah di Yogya. Dari hobi bermain gitar secara otodidak dan akhirnya sempat mengamen dengan bermodal hafal beberapa lagu dan gitar akustik yang senarnya sangat menggigit jari. Meski tidak lama dan tidak menjadi kegiatan yang diseriusi, paling tidak saya telah mencoba tampil di depan orang-orang, sekalian melatih mental dengan mengamen di Yogya dan Solo. Kemudian adalah hobi menulis puisi. Saya sendiri tak menyangka, bahwa menulis puisi yang awalnya adalah kegiatan di kala sendiri dan untuk konsumsi sendiri, akhirnya saya ‘nekad’ menerbitkan buku puisi yang kemudian beredar dimana-mana. Terlepas dari kualitas tulisan ditinjau dari aspek kritik sastra, namun saya telah mencoba sesuatu yang baru, yang tak pernah terpikirkan pada awal-awal masa penulisan. Paling tidak saya jadi bertambah teman dari para pencinta puisi dan tentu saja para penyair yang telah dikenal, dan bagus dalam karya-karyanya. Hal lain adalah ketika saya ingin bisa memainkan alat musik drum. Sejak lahir sampai dengan pada saat itu usia saya 32 tahun, belum pernah sekalipun memukul-mukul alat musik drum. Ketika saya dan teman kantor di Jakarta latihan bermain musik, saya sering memainkan gitar. Karena banyak teman yang bisa memainkan gitar, dan kebetulan teman yang biasa memainkan drum sering tidak ikut latihan, maka saya ikut kursus drum untuk mengisi posisi drummer agar kegiatan latihan musik tetap jalan. Meski hanya kursus tingkat dasar, namun akhirnya saya bisa memainkan drum, meski untuk lagu-lagu yang cenderung easy-listening dan tempo sedang. Dan seperti kebetulan, ketika berdinas di Balikpapan tahun 2004-2005 bertemu teman-teman kantor yang usianya masih sangat muda tetapi punya kemampuan bermusik yang cukup bagus. Maka tahun 2005 saya dan teman-teman membentuk Douane Band, sempat beberapa kali ikut festival dan parade musik di Balikpapan. Kemudian yang belum lama saya geluti adalah menjadi MC atau presenter. Bermula dari tidak bisa hadirnya orang yang biasa menjadi presenter di acara Reboan yang diselenggarakan oleh Komunitas Pasar Malam (Paguyuban Sastra Rabu Malam) di Warung Apresiasi Bulungan Jakarta Selatan, saya dtunjuk oleh teman-teman paguyuban untuk menjadi presenter, didampingi seorang presenter perempuan. Jadilah saya berduet menjadi presenter dalam acara Reboan berturut-turut pada bulan Juni, Juli dan Agustus 2008. Meskipun pada awalnya ada sedikit kegamangan dan demam panggung, namun lambat laun keadaan saya kuasai dan mengalirlah kata-kata dari sarangnya serta berbagai improvisasi yang muncul dengan renyahnya. Dan sekarang saya mulai menikmati peran sebagai presenter, sambil terus belajar agar dapat kian menghidupkan dan mewarnai acara yang saya pandu. Sambil berharap, siapa tahu ada orang dari stasiun televisi tertarik dan diajaknya saya menjadi presenter acara di televisi…..wuaaahhh….jadi mengkhayal…! [“namanya juga usaha”, he3… ])

Kembali ke warta tentang lomba baca puisi. Lomba baca puisi bertajuk “Bekasi Berpuisi: Lomba Membaca Puisi tingkat SLTA se-Kota & Kabupaten Bekasi, yang rencananya diadakan tanggal 10 Agustus 2008 akhirnya berubah menjadi tanggal 24 Agustus 2008, bertempat di sebuah lobby di Kampus UNISMA Bekasi. Lomba dimulai pada pukul 09.30 WIB. Dibuka oleh sambutan Ketua Pelaksana Ary Amilin yang juga seorang penyair muda Bekasi. Sambutan berikutnya oleh Ketua FLP Bekasi Wiwiek Sulistyowati. Dari panitia saya diberi lembar penilaian yang terdiri dari 3 item penilaian yaitu penghayatan, penampilan, dan intonasi. Saya pikir itu item yang disederhanakan disesuaiakan dengan lomba yang baru pertama kali diselenggarakan dan agar mempermudah dalam penilaian. Sebelumnya saya baca beberapa tulisan mengenai aspek penilaian baca puisi, bahwa penilaian meliputi: pengucapan, intonasi, penghayatan, gerak, mimik, penguasaan panggung, pemanfaatan alat bantu/peraga, perubahan emosi, interaksi, dan lain-lain.

Dalam lomba itu ada 3 juri yaitu saya, Ane (Sanggar Matahari), dan Epri Tsaqib (penyair, Ketua Komunitas Puisi FLP). Peserta lomba baca puisi yang semuanya anak-anak sekolah SLTA berjumlah 22 orang, sangat didominasi oleh perempuan yaitu 16 orang dan peserta siswa laki-laki hanya 6 orang. Secara umum penampilan peserta cukup baik, namun yang masih sangat kurang adalah pada sisi emosi dan penguasaan panggung. Hanya ada beberapa peserta siswi yang cukup menarik perhatian dan begitu merdeka dalam penampilan. Dalam lomba ini tidak ada tahap penyaringan peserta untuk ke tahap final, tetapi langsung diambil rangking dari kumulatif nilai dari dewan juri.Setelah hasil penilaian dari tiga juri dikumpulkan, langsung diambil 3 peserta dengan nilai terbaik. Yang memperoleh nilai terbanyak dan sekaligus menjadi Juara ke-1 adalah Hane Kartika siswi SMAN 12 Bekasi, Juara ke-2 Tunggal Veronica siswi SMAN 6 Bekasi, dan Juara ke-3 Triana Komalasari siswi SMA Martya Bakti Bekasi.

Karena dalam lomba baca puisi itu yang masing-masing peserta membacakan 2 puisi, ada peserta yang membacakan sebuah puisi ciptaan sendiri, maka perlu untuk dicermati lagi dalam kegiatan sejenis ke depan. Akan lebih baik apabila lomba adalah membacakan 1 buah puisi wajib, dan 1 puisi pilihan yang juga telah ditentukan beberapa puisi tersebut oleh panitia. Tentunya puisi-puisi tersebut akan lebih baik apabila merupakan puisi yang telah banyak dikenal. Saya rasa itu akan lebih mempermudah dalam penilaian karena akan kelihatan lebih jelas perbandingan dari penampilan para peserta.

Selamat kepada para pemenang, dan kepada yang belum menjadi juara teruslah berusaha dan belajar selagi masih muda. Hidupkan kata pujangga di panggung yang membahana!

Selamat juga kepada teman-teman di FLP Bekasi. Langkah inisiatif mengadakan lomba baca puisi ini adalah hal yang sangat positif dan apresiatif, dan tentu saja progresif. Tabik!

Jakarta, 27 Agustus 2008

Tentang budhisetyawan

Seorang yang suka musik dan sastra.
Pos ini dipublikasikan di Kabar & Silaturrahmi 1. Tandai permalink.

11 Balasan ke JADI JURI DALAM LOMBA BACA PUISI: BEKASI BERPUISI

  1. salwangga berkata:

    ya ya ya ya, sudah saatnya para remaja ditelikung dengan kegiatan sastra. biar gak tawuran melulu.

  2. wiwiek berkata:

    Wuah, aku malah blom nulis reportasenya mas. padahal udh dikejar2 ama majalah bekasi kini dan suara bekasi hiks..hiks…

  3. wiwiek berkata:

    Iya nih, proyek pertama dari FLP Bekasi so, masih banyak kekurangannya deh, harap maklum ya. makasih ud mau “dipaksa” jadi juri🙂

  4. wiwiek berkata:

    oh ya, makasih udh memajang piagamnya (yang ada tanda tangan aku itu loch) hehehe…..

  5. fit berkata:

    iya,mbak wiek…mana atuh reportase Bekasi Berpuisinya?
    Mas Bud makasih ya dah dtng ‘n jadi juri. Oya sy minta izin blog mas Budi mau sy masukan d link blog http://www.flpbekasi.blogspot.com ,

    Trims,

  6. herbert berkata:

    Pagi…

    Kawan2 saya sedang mencari pelajar SLB (Tuna Netra) yang dapat membaca puisi dengan baik, untuk kegiatan yang dihadiri para pejabat negara kita. jika kawan2 ada yang mempunyai referensi atau kenalan, dengan hormat kiranya bisa membantu saya dengan membalas ke email saya(herbert.nbb@gmail.com; herbert_nab@yahoo.com)….atas partisipasi kawan2 saya haturkan trimakasih banya.

    Salam,
    Herbert

  7. Fitrhy berkata:

    bleh tau ga aspek penilaian baca puisi ?????? itu tuh penting banget, soalnya q dpt tgas dr dosen buat nyari aspek tsb….,,,

  8. Alizar Tanjung berkata:

    aku juga lagi dapat tawaran jadi juri lomba puisi ni mas. Aku sebelumnya juga ndak pernah jadi puisi. Seringnya hanya menulis puisi

  9. Bayu berkata:

    Mksh ya mas, aq jd tau apa aja yg dinilai dlm lomba bc puisi, coz bsok,aq l0mb4 b4c4 puisi, mhon doa’nya..

  10. Avent Saur berkata:

    Mas budhi, saya juga ingin menjadi juri (pertama kali) dalam lomba baca puisi tingkat SMA kota Ende, Flores, NTT. Hari H-nya, Senin, 1 Desember 2014. Ini dilakukan mengisi peringatan Hari AIDS Sedunia (HAS) tingkat kabupaten Ende (kota di mana Soekarno dahulu renungkan butir-butir Pancasila, hehe). Terima kasih untuk pengalaman-pengalamannya menjadi juri.

  11. Ping balik: Menjadi Juri Lomba Baca Puisi di Ksatrian Marinir Cilandak Jakarta Selatan | Budhi Setyawan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s