Puisi-puisi Budhi Setyawan di Oase Kompas.Com

Ada beberapa puisi saya termuat di rubrik Oase Kompas.Com pada tanggal 4 Agustus 2008. Saya kutipkan tidak semua yang termuat. Masih berupa puisi-puisi yang sederhana sebagai proses pembelajaran saya dalam menulis karya sastra. Selamat membaca.

Pantai Jimbaran suatu senja

Pantai Jimbaran suatu senja

JALANG MENJALAR
engkau adalah
sungai jalang
yang biarkan ku berenang liar
dalam kecipakmu kian menjalar
sampai kapan
kauserap aku
dalam kubangmu
tergagap ruang membaca waktu
Jakarta, 26 April 2007
TINGGALKAN DI SINI
tinggalkan di sini sesobek senja
biar kuciumi
semampai jingga
tinggalkan di sini secarik malam
biar kutiduri
segaris dingin
tinggalkan di sini seiris mimpi
biar kurenangi
sebait ilusi
tinggalkan di sini seutas sepi
biar kususuri
seranting arti
Jakarta, 19 Mei 2007
MAGIS LUKA
luka, remah aku dalam kunyahmu
hingga tergerus segala pedih
jadi irama di tembang musim
luka, rengkuh aku dalam asingmu
hingga terkumpul segala jauh
mengapung mencipta jelujur gapai
luka, permainkan aku dalam gelinjangmu
hingga terlena sekujur ingin
langit turun merapatkan pengap
luka, tenggelamkan aku dalam hampamu
hingga meleleh segala lelah
lebur meluruh terhempas nganga
luka, cumbu aku manis awalmu
terkam aku ke dalam buas
hingga punah segala ronta
Jakarta, 30 Mei 2007
BALADA PENYAIR
berapa banyak yang tlah hadir
berapa banyak lagi yang kan lahir
dalam tiupan dunia
kocar-kacir
akankah menjadi mortar
atau akan berujung menjadi seorang martir?
Di atas Eropa (Lufthansa;
Jakarta-Frankfurt, 26 Juni 2007)
SAPA KOTAMU
memasuki kotamu
merinding daku
masihkah sudut jalanan dan gang
ramah menyambutku
menyodorkan peluk dan cium laksana kekasih
berkelana di kotamu
berpelana asa
menjadi pemulung kenangan lampau yang tercecer
kucoba simpan dalam ranselku
kususun menjadi lukisan di langit
meninggalkan kotamu
ada wilayah tak mampu kusentuh
memanggilku sepoi
berenang di lorong pembuluh
menemani malam-malam rapuh sungguh
Purworejo, 18 Agustus 2007
SESAL PAGI
hari telah mengepak siang
ketika pagiku ketinggalan di gerbong kereta
mencari bisik suara perjalanan usia
dijilati lidah kemarau yang kerontang
udara meradang
ditingkah jerit geragal usang
Bekasi – Jakarta, 24 Agustus 2007
SI PEMANAH AWAN
seorang laki-laki di huma kering
setiap senja menarik busurnya
melepaskan seribu anak panah
sarat cerita
ke wajah awan
berharap anak-anak panah bertemu dewi langit
mandi pelangi dan memainkan orkestra sunyi
lalu turun ke bumi
menjelma menjadi bunga abadi
Bekasi, 30 Agustus 2007
RINTIH BATU
batu geragal dan kerikil itu dulu
suka bercerita degan ceria
menyongsong cahaya rembulan
menyanyikan harmoni awal bersama
desir dedaunan
ramah pepohonan
lembut rerumputan, serta
gaung senandung serangga malam
tapi kini mereka terdiam
membisu kaku beku
dalam luka tanpa kesah
begitulah
daku pasrah
saat sang cinta menyembelihku
dalam sebuah kisah
Bekasi, 30 Agustus 2007
GETAR GETIR
harum mawar yang kau berikan adalah seranting impian
sedang durinya adalah ciuman yang meretakkan langit kamarku
dan sirip-sirip waktu menelusupkan gelombang getir di belukar rindu
Bekasi, 9 September 2007
Tentang penulis:
Budhi Setyawan, lahir di Purworejo Jawa Tengah 9 Agustus 1969. Alumnus Fakultas Ekonomi Jurusan Akuntansi UGM Yogyakarta. Sekarang bekerja sebagai pegawai negeri di Badan Kebijakan Fiskal Departemen Keuangan di Jakarta. Beberapa puisinya termuat di Tribun Kaltim, Republika, Majalah GONG, Jurnal The Sandour, dll. Kumpulan puisinya yang telah terbit adalah KEPAK SAYAP JIWA (2006), PENYADARAN (2006), SUKMA SILAM (2007). Beberapa tulisannya ada di blog: www.budhisetyawan.wordpress.com Alamat email: budhisetya69@yahoo.com
Sumber:

Tentang budhisetyawan

Seorang yang suka musik dan sastra.
Pos ini dipublikasikan di Puisi Karya Sendiri 2. Tandai permalink.

8 Balasan ke Puisi-puisi Budhi Setyawan di Oase Kompas.Com

  1. henshu alfatimese berkata:

    cool!!!!!!!!!!!!!!!!

  2. sambayang berkata:

    kukirimkan api, siapa tahu suatu saat nanti kau main sebentar dan mau sedikit membakar kepalaku.
    aku rindu perempuan!
    mahakarya layak perkosa. mahadukana!

  3. edy kurniwan berkata:

    gak ada puisi jawanya ya. kok cuma dikit sich!

    • budhisetyawan berkata:

      ada beberapa puisi dalam bahasa jawa (geguritan). memang belum banyak, karena saat ini saya masih lebih banyak nulis di sastra indonesia…

  4. isty berkata:

    keren banget bang.. puisinya..
    sorry yaa… baru ngeNET lagi..
    hehe..
    (isty: yg wktu tu ktmu di kantin sastra musium bank mandiri)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s