Puisi BARA JUANG sebagai Puisi Pilihan di Festival Musikalisasi Puisi 2009

Beberapa waktu yang lalu saya iseng mengetikkan kata-kata “draft puisi Budhi Setyawan” di mesin pencari Google, saya terkejut dan setengah tidak percaya karena puisi karya saya yang berjudul Bara Juang menjadi salah satu Puisi Pilihan dalam Festival Musikalisasi Puisi 2009 yang diselenggarakan oleh Kantor Bahasa Provinsi Lampung. Festival itu diadakan pada tanggal 19 – 20 Mei 2009 di Kantor Bahasa Provinsi Lampung. Puisi saya sebagai 5 puisi pilihan bersama puisi lainnya yaitu Tanah Air Mata karya Sutardji Calzoum Bachri, Nyanyian Untuk Yang Dilupakan karya Ramadhan KH, Elegi Tanah Airku karya Aspar Paturusi, dan Cahya Merdeka karya Rustam Effendi. Sedangkan sebagai Puisi Wajib adalah Kerawang-Bekasi karya Chairil Anwar. Bisa dicek di blog di bawah ini:

http://kantorbahasaprovinsilampung.blogspot.com/2009/04/festival-musikalisasi-puisi-2009.html

Saya merasa terharu kalau memang hal itu benar, karena saya yang masih pembelajar dan pemula dalam penulisan karya puisi, ternyata satu puisi saya berdampingan dengan puisi karya para penyair terkenal. (terlepas ada atau tidak grup musikalisasi puisi yang memilih puisi saya tersebut). Sampai saat ini saya tidak pernah menanyakan kepada panitia penyelenggara tersebut. Juga karena puisi Bara Juang tersebut belum saya masukkan dalam buku antologi puisi tunggal maupun antologi bersama. Puisi tersebut baru saya publikasikan di blog saya ini juga, sebagai pemberitahuan bahwa puisi tersebut saya bacakan di RRI Jakarta tanggal 15 Agustus 2008, dalam acara menyambut peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-63 yang bertema: Nasionalisme dan Hari Depan Indonesia. Bisa dicek di kolom Kabar & Silaturahmi 1 di blog saya:

https://budhisetyawan.wordpress.com/2008/08/17/baca-puisi-di-rri-jakarta-15-agustus-2008/

Menurut saya, kemungkinan ada seseorang yang berbaik hati memilih puisi saya tersebut menjadi puisi pilihan. Saya sangat berterima kasih kepadanya. Untuk sekedar mengingatkan, berikut saya tampilkan lagi puisi Bara Juang.

Bara Juang

api yang tegap nyala

mengaliri sumbu-sumbu yang tumbuh menyapa

kembang berjaya di dada anak bangsa

tepiskan lena

kibaskan manja

dalam ruas ritual

menjaga panasnya

merawat baranya

bubur merahnya

bubur putihnya

selaksa usap doa menjaga harap yang tekun merayap

empat mufakat

lima bersama

empat lima keramat yang senantiasa mengguncang langit jingga

tlah ditabukan segala lelah

tlah dilenyapkan segala pasrah

dalam menelusur riwayat masa bentang alur sejarah

kau, kau, kau…

pantang berdiam sahaja

mari bersama

kumandangkan gelora semangat

merah putih: merdeka

darah merdeka

tulang merdeka

tubuh merdeka

jiwa merdeka

Bekasi, 7 Agustus 2008

Tentang budhisetyawan

Seorang yang suka musik dan sastra.
Pos ini dipublikasikan di Kabar & Silaturrahmi 1. Tandai permalink.

3 Balasan ke Puisi BARA JUANG sebagai Puisi Pilihan di Festival Musikalisasi Puisi 2009

  1. omblog berkata:

    Salam kenal,
    Nderek tanglet
    Alamat emailipun Panjebar Semangat menika napa?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s