Puisi Budhi Setyawan di Oase Kompas.com

Ada 8 puisi saya yang dimuat dalam kolom Oase di http://www.kompas.com pada tanggal 19 Desember 2009.  memang cukup banyak, namun hampir semuanya adalah puisi-puisi pendek. kepada para pembaca yang mau kirim tulisan silakan ke alamat email: jodhi@kompas.com atau nanagung@gmail.com.

klik di: http://oase.kompas.com/read/xml/2009/12/19/17463389/puisi-puisi.budhi.setyawan

Saya tuliskan 3 puisi di blog saya ini. Salam damai penuh keindahan.

Debar Denyar

sekuntum puisi yang kuberikan dulu
masihkah segar di taman rindumu?

Rumah Sajak

ini rumah beralas sunyi
berdinding mimpi
beratap pelangi

di sini
di tiap detak masa kucumbui kekasihku:
gelinjang desah resah kata-kata menggoda

kusetubuhi ribuan sosok pantun dan syair
beranak pinak
mengalirlah wajah-wajah ranum
sajak-sajak berkecipak

Puisimu Penjagamu

penyair cahaya
puisimu setia melulur tiap jengkal langkah
tampakkan sosokmu di tiap penjuru
seperkasa rindu
bahkan saat kau telah diringkas sang waktu
puisimu setia di pusara dan seluruh jejakmu
memelihara nafas dan semangatmu
di pagelaran sejarah
menjagamu,
dari amuk gerus segala debu

Tentang budhisetyawan

Seorang yang suka musik dan sastra.
Pos ini dipublikasikan di Puisi Karya Sendiri 2. Tandai permalink.

23 Balasan ke Puisi Budhi Setyawan di Oase Kompas.com

  1. SS berkata:

    “NGEBUT”
    … Aku harus ikut berlari, di pinggir-pinggir jalan sejarah … [esai Aku Menuju Mesin, Budhi Setyawan]
    > terkadang dilematis, memang

    • budhisetyawan berkata:

      he3.. iya. dalam hidup selalu ada pertimbangan, dan banyak yang cenderung seperti punya bobot sama, dan berakibat dilematis dalam pengambilan keputusan.

  2. hajriansyah berkata:

    debar denyar puisimu
    di rumah sajak menjagamu

    salam.

    • budhisetyawan berkata:

      terima kasih Hajri telah singgah di blog saya.

      salam untuk teman2 di banjarmasin & banjarbaru,
      serta Kalsel.

      salam romantika-dialektika.

  3. hanifah nila berkata:

    waw, amazing
    saya ngefans tiba2
    itu emailnya cuma nampung puisi ya mas?
    cerpen gak bisa?

    • budhisetyawan berkata:

      terima kasih udah singgah.
      ehm… maksudnya blog saya ini, yang hanya menampung puisi?
      memang selama ini saya baru menulis puisi. sedangkan cerpen ada beberapa draft, namun belum ada yang selesai. saat ini masih suntuk ria di puisi.

      pada dasarnya blog ya bisa diisi apa saja, tulisan puisi, cerpen, atau cerita bersambung / novel, dan juga gambar.

      komentar yang lain gmn?
      he3…

      Salam puisi terindah yaa…

  4. unis berkata:

    ada dEbar baru hari ini…
    chat dengan seorang asing
    mengundangku merayau di blok ini
    indah, sungguh…
    berdenyar tak kentara

    • budhisetyawan berkata:

      wahai, pembacaku yang berurai debar. kuhaturkan terima kasih karena dikau telah singgah di gubug sederhana ini. aku tak sempat membuatkan teh hangat menemani senja dan sepoi kenangan tiduran menikmati sepi. hanya ada beberapa kata yang terus berupaya dengan sepenuh kesan untuk menjadi indah, memeram elok.

      mungkinkah esok dikau akan singgah lagi, dan memberikan jejak pesan mu di sini? pintu gubug ini tak pernah terkunci, seperti ilusi imaji yang siap kaumasuki kapan kau ingini.

      salam penuh keelokan!

  5. Yudishtira berkata:

    aku mabuk… ingin kembali
    aku ketahian … ini lagi..
    karena begitu mengispirasi untuk terus menulis dan menulis
    blog yang indah dengan rangkaian puisi…
    jadi pengin puisi-puisi-ku yang sederhana bisa di koran… wakakakakakakak

    makasih mas.. budi.. sudah mau singgaih di blog sederhana saya,

    • budhisetyawan berkata:

      terima kasih mas Eka ‘Yudishtira’..
      saya masih belajar berpuisi.
      belum bagus….
      semoga saya dapat berbagi keindahan dalam kata…

      salam..

  6. noorlaela berkata:

    Aku tergoda tuk masuk ‘gubuk sederhana’mu….
    membaca puisi2mu , gaya bahasamu..membuatku terpaku dan enggan beranjak dari tempatku.., hatiku jadi mengharu biru..( seperti katamu..) ,dan puisi2mu kan tumbuh subur di ruang rinduku… , selalu..!
    Met berkarya Pujanggaku…

    • budhisetyawan berkata:

      Terima kasih Noor…
      selalu ada debar yang serasa hari baru, setiap sapa komentar di blog sy. ya semoga saya selalu haus untuk terus belajar memperbaiki karya karya ke depan.
      ya kerinduan yang membuat saya terus bertahan. bertahan untuk terus mencipta keindahan. meski kesunyian selalu mengiringi dan melingkari….

      salam sastra…

      • siska berkata:

        mau tanya bagaimana caranya menulis puisi di di internet kompas ini,tolong kasih tau caranya donk?……………………

  7. myrna cahya berkata:

    Puisimu.. tetap seperti dulu, selalu membangkitkan gelora rinduku, yang membuncah.. memecah beku2 rindu… Tetap exist ya, cakep banget puisinya…

    • budhisetyawan berkata:

      ah lagi2…. gelombang rindu memenuhi langit jiwaku.
      betapa keindahan yang menumbuhkan rekah kembang dan jingga cakrawala. rindu sanggup menjelma matahari dan menerangi semesta.

      salam..

  8. Wiwit Mingratwaty berkata:

    Tinggalkan utara kembali ke barat
    Begitulah beta, gembira meski mungkin tersesat…

    (Meski aku gemar terbang mengacak arah mata angin namun rindu dan cintaku memusat di satu titik : Sumber Cinta itu,Sumber Rindu itu)
    Terimakasih tlh mngundang tuk singgah… dan saya tentunya akan sering mampir.

    • budhisetyawan berkata:

      terim akasih Wiwit. sering seringlah singgah ya di gubug sederhana ini. meski tak ada sajian yang mewah, namun kuharap kesunyian di sini akan membuatmu betah dan sering singgah.

      tak lupa, kasihlah setitik dua kritik buat ku yang sedang menapaki bukit sastra ini. biar semakin baik langkahku dan memberikan sekelumit pijar permai pada pembaca.

      sekali lagi terima kasih.

  9. wiekerna berkata:

    wuih hatiku berdebar-debar membacanya. Buset makin Bu..Seet ;))

    Mas, penulis kacangan kaya aku bisa gak ya tembus oase kompas.com hehhe

    • budhisetyawan berkata:

      oase kompas.com menurutku belum menerapkan seleksi yang sangat ketat untuk karya. bisa berupa puisi, cerpen, cerbung, atau tulisan lain. bisa dilihat di wesite-nya.

      jadi silakan aj kirim ya Wie.
      biar terpublikasi, dan bisa dibaca oleh banyak pencinta sastra..

      oke, kutunggu tulisanmu di situ..

  10. nurulkey berkata:

    puisi menjagamu,
    dari amuk gerus segala debu.

    hhmm….
    puisi juga bisa mengamuk di jiwa
    menggerus segala duka
    dan menjadi debu lara.

    duh, miris banget sih? hehe…

    two thumbs dab! ditunggu terus yg bikin debar denyar!😉

    • budhisetyawan berkata:

      terima kasih Nurul,
      telah bersedia singgah sejenak. ya beginilah rumah kecilku, rumah yang ada di pelosok sepi, jauh dari keriuhan kemerlap dunia. dengan halaman dan kebun yang tak seberapa luas, hanya ada beberapa pepohonan, itu pun sudah tua. gemericik kali kecil masih sayup terdengar. juga sepoi angin yang meniup dedaun kisah dan cerita.
      rumahku tak berpagar, dengan pintu yang selalu terbuka, mencoba menyajikan kesederhanaan, apa adanya.

      salam tebar-debar.

  11. kukuh berkata:

    utang jangan kau hiraukan

    hanya satu kejujuran hati dan jiwa

    awan panas sahabat alam merapi 085727517223

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s