Puisi Budhi Setyawan di Radar Banjarmasin (Jawa Pos grup)

Ada 3 puisi saya yang termuat di kolom Cakrawala Sastra & Budaya harian Radar Banjarmasin, Minggu 17 Januari 2010. Ketiga puisi tersebut berjudul: Terjuntai Terkulai, Aku Memilih Telanjang, dan Jalanan Tepi Kota. Berikut akan saya cantumkan di sini 2 puisi yaitu:

Aku Memilih Telanjang

kukunyah onggokan hari yang telah tertiriskan sejuknya

begitu kenyal hingga mencabuti gigiku

melubangi langit langit ingatan

membuat liang bagi persembunyian tentara

yang kalah perang, serta karat lapuk lapis baja dan tank

tak ada kiriman luberan parfum dari ujung gang

atau wangi surat petani berisi kabar tentang panen

kacang tanah dengan beberapa biji merah

serta jagung yang gemar merawat warna senja

kemana larinya yang kian mengibarkan kesangsian

pakaian yang kukenakan hasil dari rajutan

serimba kecemasan dengan renda sulaman letih

menemani limbung doa dan kerontang kata

melata di tubir licin mimpi kota

gurat asap

kalut kabut

ruap gelap

carut takut

kini

di hadapanmu

aku memilih telanjang

tanpa masa silam

tanpa masa depan

Bekasi, 2008

Jalanan Tepi Kota

tak kaubacakah di sekitarmu tumbuh rimba antonim, naik berundak menjulang penuhi musim. diam diam ada duri yang rajin mengepak dari pori silam. lelaki tua menyulut rokok mengusir gigil galau, awas jangan sampai kejatuhan mendung. trotoar menggelar wajah wajah cekung yang memaksakan seikat plot cerita masuk ke lubang jarum. tak ada arloji di sana, namun detik tertib melata lamban di dada mereka. matahari menahan gelak melihat petualang yang menyalakan lampu di kala siang. beberapa kursi di kelas sebuah sekolah mahal masih lengang, tak memenuhi syarat. uang gedung, otak mesin dan cermin retak. pakaian seragam, satpam garang dan ejek kecoa. di pertigaan dan perempatan tak pernah nyala lampu merah. juga tak tersedia jembatan penyeberangan. aku kian ragu apa ada kendaraan yang akan membawa waktu ke masa depan. dan siapa yang akan menanggapi gugatan yang meminta pengakuan. di selokan masih sarat bertabur nyanyian sampah yang akan memekakkan kisahmu pada halaman depan koran koran.

Bekasi, 2008

Tentang budhisetyawan

Seorang yang suka musik dan sastra.
Pos ini dipublikasikan di Puisi Karya Sendiri 1. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s