Puisi Budhi Setyawan di Radar Tasikmalaya (Jawa Pos grup)

Selain puisi saya termuat di Radar Banjarmasin, Kalimantan Selatan, pada hari yang sama yaitu Minggu 17 Januari 2010 ada 5 puisi saya yang termuat di Radar Tasikmalaya, Jawa Barat. Kelima puisi tersebut berjudul: Yang Tersisa, Rimba Terbakar, Di Batas Cemas, Marga Nirwana, dan Lentik Aura. Berikut saya cantumkan 3 puisi di sini:

Rimba Terbakar

kau kirimkan paragraf paragraf neraka

melalui malam kering

ketika di sini waktu tengah setitik api

mencakar langit sesepi

kau kirimkan kamar kamar pengap

melalui tikam tatap

menelisik kisah di balik dinding wajah

menusuk labirin tanya

kau kirimkan warna warna kelam

melalui sketsa kusam

menyisir tepian rumputan ranggas

mengejar harmoni jejak

Bekasi, 2008

Di Batas Cemas

parasmu menjadi getah waktu

atau serbuan seribu hantu

angin kandas

jendela laut buram

meluas gugusan was was

lumut antariksa

sangkar matahari

jamur bintang

larutan awan

larimu

rasaku

diammu

muramku

aku tertinggal sembunyimu

cermin menganga gua

sesiapa menyimpan catatan

ingatan yang terus kehilangan peran

degup memanjangkan kalut

karut menyuburkan redup

episode badai

labirin dalam penyeberangan angan

usia maktub dalam keterjauhan

Jakarta, 2009

Marga Nirwana

ingat laparku

catat hausku

sungai patah

laut pecah

langit terbanting

tanah berkeping

matahari padam

kubakar bulan

malam pingsan

dalam sukma bersila

sedekap alam

cahaya dalam penyatuan

kusantap takutku sebayang demi sebayang

kuminum darahku senafas demi senafas

sampai detik tuntas

hingga detak tumpas

Jakarta, 2009

Tentang budhisetyawan

Seorang yang suka musik dan sastra.
Pos ini dipublikasikan di Puisi Karya Sendiri 1. Tandai permalink.

7 Balasan ke Puisi Budhi Setyawan di Radar Tasikmalaya (Jawa Pos grup)

  1. Karena aku suka alam, jadi aku menyukai sajak yang menceritakan tentang alam mas Budhi….karena alam sangat dekat dengan kita, seperti degup jantung kita
    wah, saya senang sekali berkelana di blog mas Budhi….

    salam Hangat….

    • budhisetyawan berkata:

      terima kasih sekali Ida telah singgah di blog sederhana dan sunyi ini. semoga pengelanaan di blog ini menginspirasi Ida sehingga kian rajin dan kreatif menulis.

      selamat ya atas terbitnya buku antologi karyamu.
      semoga mendorong untuk semangat berkarya.

      salam indah.

  2. aku senang bacanya.mas budi bikin puisi enak dibaca dan didengar sih.kalo menurutku gampang dipahami,jd gampang jg diterima smua kalangan.oh ya,ms budi memang spesialis nulis puisi yg berlatar belakang alam ya?

    • budhisetyawan berkata:

      Terima kasih Kurnia.
      dalam menulis, saya tidak merasa hanya menulis pada tema tertentu atau spesialis. apa ide yang muncul, bisa tema tentang alam, kehidupan, sosial, cinta, marah, benci, spiritual, dll; berusaha saya tuliskan semampu saya.

      nah mungkin karena alam juga sesuatu yang universal, dan dekat dengan kita, maka akan mudah dalam membaca karya dengan tema alam tsb.

      silakan baca yang lainnya, semoga Kurnia juga suka dengan puisi2 yang lain.

      salam.

  3. salam kreatif jabat erat dunia puisi

  4. haridjogja berkata:

    salam aja dulu, pertama mampir nih🙂

  5. helki berkata:

    Mas Budi, dapatkah saya minta alamat email koran radar tersebut?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s