Puisi Budhi Setyawan di Antologi G30S

Sehubungan dengan kejadian gempa bumi pada tanggal 30 September 2009, komunitas penggiat sastra yang tergabung dalam Milis Apresiasi-Sastra atau disingkat Apsas membuat sebuah buku kumpulan puisi yang diberi judul Antologi Puisi G30S Gempa Padang. Ada 100 puisi dari 45 penyair yang terdapat dalam buku ini.  Saya yang pertama kali melemparkan ide antologi ini ke milis Apsas, lalu ada sikap pro & kontra dari beberapa anggota milis, yang akhirnya dari moderator mendukung untuk dibuat antologi puisi berkaitan dengan kejadian gempa di Padang/Sumatera Barat.

Setelah melalui proses penilaian dan apresiasi dari beberapa penilai, dan kesepakatan panitia, maka dari 112 puisi yang masuk diambil 100 puisi untuk dimasukkan ke dalam buku Antologi G30S ini. Pembuatan buku ini melalui dana swadaya dari iuran penyair dan sumbangan beberapa anggota milis, sehingga hanya dicetak dalam jumlah yang tidak banyak. Namun demikian, beberapa eksemplar buku ini akan disumbangkan ke daerah bencana gempa 30 September 2009 di Padang, Sumatera Barat sebagai bentuk empati kepedulian terhadap warga di sana. Apabila ada penjualan, maka hasil penjualan akan dikirim ke sana, sedangkan apabila tidak dapat terjual, maka akan disumbangkan dalam bentuk buku, yang diharapkan tetap memberi manfaat bagi masyarakat di sana.

Ada 3 puisi saya dalam Antologi G30S ini yaitu Minang Berlinang, Kampung Kampung Terluka Lagi, dan Padang 7,6 Skala Richter. berikut saya tuliskan di sini 2 puisi saya yang berjudul Kampung Kampung Terluka Lagi dan Padang 7,6 Skala Richter.


Kampung Kampung Terluka Lagi


dalam bayang langit hitam pertiwi

tiga puluh september tikam

putaran jarum titian waktu tujuh belas enam belas

mata senja berkaca kaca

menampung curah kepedihan anak anak negeri

yang direkam bulir mendung

bukit gugur

runtuhlah ribuan sungai air mata

menjelma gerimis kelam di labirin doa

jorong cimanak gunung tigo balantiak tandikek

gunung padang alai kudo gantiang limo paruik

lantak lenyap oleh lidah bencana

gigir barat andalas kini tersayat

labirin duka berundak undak

serial tak usai negeri terkoyak

hujan lumuri memar malam

menguyupi bangkai bangkai harapan

melengkapkan beku muram

drama masih saja bawakan kegelapan

meruncing menusuk lekuk tubuh

kampung berdarah terluka dalam

Bekasi, 4 Oktober 2009

Padang 7,6 Skala Richter

seribu ketakjuban mimpi taman nirwana

tumbang dalam rinai guncang

terbelah belah untai kisah

keelokan senja tergores

derak luka memanjang

berkelebat di lembaran roman

siti nurbaya terhisap mukanya ke dalam muram

bedak beterbangan di udara kecemasan

nada nada saluang mengirimkan luka

membasah di sembilan penjuru

ke lembah ke ngarai

ke bukit ke pantai

ke dalam catatan harian anak negeri yang masai

rendang terbakar kegetiran kata

menghitam dalam kepahitan cerita

nestapa nganga di setapak sejarah

bumi onak langit duri

darah di pengap kamar silsilah

danau danau pedih

terbata mengeja riwayat kehilangan

pesta tabuik di lingkar kelam

tari piring di tebing miring

segala waktu menjelma malam

semua pantun merupa kering

Bekasi, 5 Oktober 2009

Tentang budhisetyawan

Seorang yang suka musik dan sastra.
Pos ini dipublikasikan di Puisi Karya Sendiri 2. Tandai permalink.

12 Balasan ke Puisi Budhi Setyawan di Antologi G30S

  1. Dedy berkata:

    saya boleh dapatkan bukunya mas?

    • budhisetyawan berkata:

      nanti dikasih oleh mas Yo. saya kemarin hanay bawa beberapa waktu diperkenalkan di ultah Apsas di Jogja.

      demikian mas dedy..

      [matur nuwun sudah mampir..]

  2. alwaysmommo berkata:

    dalam dan menghanyutkan.

  3. ALRIS berkata:

    Judulnya menarik, semoga isi bukunya juga mantap. Salam

  4. dani berkata:

    untuk kemanusiaan. salam mas Buset. sukses terus.

  5. dino berkata:

    puisi-puisi yang menyentuh hati. bukunya pesan di mana mas?
    terima kasih

  6. Puisi saya 1 ada di buku ini, terima kasih mas Budi.

  7. hendri berkata:

    smoga paska G 30 s padang kembali bangkit………..bangkik padang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s