Sajak Budhi Setyawan di Majalah GONG

Majalah GONG yang terbit di Yogyakarta pada edisi 118/XI/2010 memuat 4 sajak saya yang berjudul: Ruang Tunggu, Masih Ada Lolong di Lorong,  Sesuatunya dan Pelukan Asing Buru. Dalam blog saya ini tampilkan 2 sajak saya yaitu yang berjudul: Ruang Tunggu dan Sesuatunya. Silakan kepada para pembaca untuk memberikan komentar kritik, demi pembelajaran saya dalam bersastra. Terima kasih sebelumnya. (diperbolehkan mengunduh tulisan karya saya, dengan menyertakan nama saya sebagai pengarangnya)

Ruang Tunggu

ah mengapa baru kurasa. kemana saja kemarin. nanar gamang rajin mendekap dari belakang dan menciumi tengkuk zaman. sejauh pelarian di tepi lingkar imaji. kaki kaki ini dicengkeram tentakel kenangan yang tumbuh sepanjang jalan. sabana dan perbukitan adalah sejenak ruang pendingin. laut dan pantai tak mau ketinggalan menyusul ke dalam kamar mandi. mimpi mimpi digelar di bawah rindang malam buat merebahkan letih, mungkin bisa tertidur dan terhindar dari gigit kejaran sketsa yang pahit. masih tersimpan berkas berkas cemooh beberapa musafir di map kecil di bawah tangga, ketika lengang mereka sering bersuara: itu gaya bahasamu terlalu kuno, sudah tak laku buat merayu perempuan abad akhir, tapi hanya pelipur pandir yang kian nyengir. di sekitarku rumah berlari kisah, desa melaju kereta, kota melesat tanpa kata. aku di sini. di sini aku. sendiri. mendengarkan nyanyi mozaik elegi yang satu demi satu tanggal dari ruang hati.

Semarang, 2008

Sesuatunya

sesuatu lama dikenangnya

sosok yang datang meniriskan warna pelangi di kerah baju

semburat angin mengeja relief leher purba

begitu banyak wilayah memeram barang tambang

sejauh tebar pandang seluas tabur riang

detik detik menumpahkan kata kata tanpa rencana

malam malam mendaratkan nada nada sapa renjana

siapa paling api dalam kobaran janji

siapa paling kayu dalam deburan deru

buas musim dan taring ingin telah jelma latar belakang mimpi

burung burung kecil di sawah rajin mengaji cuaca

sesuatu baru dikenalnya

Bekasi, 2008

Tentang budhisetyawan

Seorang yang suka musik dan sastra.
Pos ini dipublikasikan di Puisi Karya Sendiri 2. Tandai permalink.

18 Balasan ke Sajak Budhi Setyawan di Majalah GONG

  1. nkey berkata:

    pertama, selamat untuk perbaruan halamannya. hehe.. cakep banget.
    di ruang tunggu dan sesuatunya:
    selalu mencoba mencari, apa yg ingin di ceritakan. tapi sering tidak menemukan.
    apakah diperlukan cara lain, mata lain, yg bisa membantu menemukannya?
    🙂
    salam mencipta

    • budhisetyawan berkata:

      Terima kasih Nurul. sudah bersedia singgah di rumah gubug saya yang sederhana, tak banyak polesan dan warna. namun saya berharap dirimu menemukan sesuatu yang bisa kaurasakan, entah sesuatu yang menyejukkan dan menentramkan, lalu kau merasa hidup ini indah. atau sesuatu yang meresahkan dan menggelisahkan, hingga dirimu pun lalu terus melakukan ritual pencarian. serupa Bima yang mencari air suci, yang akhirnya bertemu Dewaruci, yang tak lain adalah kesejatian di kedalaman kediaman batinnya.

      sajak2 saya hanyalah sajak pembelajar yang belum mapan, semacam pemancing bagi pembaca untuk menghidupkan jiwa tantangan dan tualang ke alam yang lebih luas dan dalam, dunia kreativitas bagi pembaca semua: kenangan, kesan, cita-cita, harapan, dan format masa depan yang didambakan. semoga senantiasa terjaga keteguhan untuk berproses dalam rangka “menjadi”.

      Salam dinamika-dialektika.

  2. keren..keren..
    izin keliling sejenak di sini

    salam dari aceh

    • budhisetyawan berkata:

      terima kasih sudah singgah. silakan berkeliling di pekarangan yang sederhana, tak banyak tanaman yang memikat. namun semoga anda dapat menghirup aroma inspirasi yang akan menuntun anda semangat berkarya, memaknai pergeseran usia yang kadang seperti tak terasa…

      salam dari Purworejo…. [he3… bumi asal]

  3. rud berkata:

    hehe..
    masihkah aktif ini blog..?? tulisan yg bagus, perenungan yg lahir tdk dalam satu malam. semacam aksioma..,,
    ya. kau merenungkannya, siang dan malam. selalu, sepanjang waktu berputar..

    • budhisetyawan berkata:

      hehe…
      Insyaallah masih aktif [mas] Rud. [maaf kalau salah menyebut]
      terima kasih sudah berkenan singgah. ya saya masih belajar nulis puisi, sebagai hobi dan rekreasi batin, yang semoga memberikan kebermanfaatan bagi orang lain. secara minimal tentu bagi saya sendiri. dan secara lebih tinggi, semampu saya untuk sedia memaknai atau menandai ruas waktu, arus usia; sehingga ada jejak yang dapat dibaca.

      silakan singgah lagi lain kesempatan, dan mohon kritik atau saran; yang saya maknai sebagai jamu bagi proses kreatif saya.

      salam progresif.

  4. Dedy berkata:

    situsnya ganti jaket ya mas?
    makin keren …

    • budhisetyawan berkata:

      iya Mas dedy. mau bikin yang background custom, didesign sendiri belum bisa. he3…. ya ini aj untuk variasi. eh mas dedy, selamat ya, puisiny ada di Kompas 23 Mei 2010. NEM puisi saya masih belum bisa menembus KOMPAS, hiks3….

  5. kekuatan kata dalam puisi menggelisahkan pikiran dan menggerakkan jiwa

  6. Dee berkata:

    ..terima kasih karan telah memberiku kesempatan untuk singgah menikmati indahnya kehidupan dan cinta yang terangkai sempurna dalam untaian kata2…

    selamat yaa atas kesuksesan sajak nya…naise n great overall..

  7. budhisetyawan berkata:

    terima kasih Dee telah berkenan singgah, memberi komentar, yang tentu saja memberi semangat bagi saya untuk terus belajar. karena saya otodidak, belajar semampu saya dan secara saya; tetaplah mengharap saran2 demi kebaikan karya ke depan.

    selamat berkarya juga ya Dee. buktikan pemaknaan usia lewat karya.
    salam sastra.

  8. elang sableng berkata:

    ikut belajar yo Mas… salam

  9. taufik akbar berkata:

    hangat. sejuk. permainan imajinasi yang di paksa untuk berlompatan…
    salam kenal dan salam hangat….

    • budhisetyawan berkata:

      terima kasih mas taufik.
      ehm, apa memang permainan imajinasinya terasa dipaksa ya mas?
      kira2 sebaiknya bagaimana ya biar tidak ada unsur pemaksaan, namun mengalir dengan nyaman?
      mohon masukan dan saran…

      terima kasih.

  10. pujiono Slamet berkata:

    salam kenal dari aku, anak blora..aku juga menyukai sastra tapi baru tahap belajar…ada sih beberapa puisi yang di muat dimedia tapi masih ga pede…. and aku suka puisinya mas, diksinya cukup bagus dan imajinatif banget secara emosinal…met berkarya terus…kutunggu puisi yang lain

    • budhisetyawan berkata:

      terima kasih mas Pujiono. saya asal Purworejo, jadi sama2 jawa tengah ya mas.
      sebenarnya saya juga kadang merasa tidak pede dengan karya saya, namun saya taruh dan publikasikan, karena saya masih dalam proses pembelajaran. kalau tidak saya publikasikan, bagaimana saya bisa mendapatkan masukan dan saran dari orang lain? demikian mas.

      saran saya, ya pede aj mas, dan publikasikan seluas meungkin, sembari mendengarkan masukan dari orang lain. meskipun bisa jadi masukan2 yang disampaikan ada yang serius, ada yang bercanda, dan tentunya bisa kita saring.

      demikian. selamat berkarya mas Pujiono.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s