Puisi Budhi Setyawan di Bali Post

Ada 1 puisi saya yang dimuat sebuah surat kabar yang terbit di Denpasar, Bali yaitu Bali Post. Puisi yang ada di Bali Post hari Minggu Pon tanggal 4 Juli 2010 berjudul Yang Asing Membeku. Silakan kepada para pembaca untuk memberikan komentar berupa kritik dan saran, yang tentunya sangat berguna bagi diri saya. Terima kasih sebelumnya.

Yang Asing Membeku

aku tunggu kabarmu di karang debu. menepuk deru dalam terpaan kelu gagu. aku tak sempat menanyakan apakah telah sampai suratku. terbacakah olehmu. atau huruf huruf yang kupasang melukai matamu. mungkin aku terburu memburumu. seperti merasa ada lagu baru. mengepak melayang ke perbukitan. dataran tinggi suka menyambut dengan serbuan pelukan kabut. tak ada jawaban teriak selain gema suara sendiri yang menyahut. hanya ada setapak jalan kecil. rumit dan licin. juga lorong di tubir yang mungil. kelam dan tajam. ada sedikit wilayah rata terbuka. timbul leluasa mengedarkan bola mata. di sebelah barat itu bukankah kotamu. ada sungai membelah agak di tengah. ada menara air mencuat. meminta pengakuan bahwa air bersih telah merata. sedang di sini aku kegerahan digelayuti kehausan. aku seperti baru keluar dari gedung bioskop tanpa pendingin udara. di luar hujan deras mengangkut igauan. mengirimkan lapuk mimpi. di remang pertikaian bayang bayang cerita film laga. asing mencari cari, gasing menari nari. kulihat kau berdiri di pojok perempatan itu, berpayung senja yang ungu. dari seberang musim kupanggili dirimu, juga dengan nama lengkapmu, namun tak terbit terbit juga suaramu.

Tentang budhisetyawan

Seorang yang suka musik dan sastra.
Pos ini dipublikasikan di Puisi Karya Sendiri 1. Tandai permalink.

4 Balasan ke Puisi Budhi Setyawan di Bali Post

  1. keren tulisannya,,,salam hangat,,,

  2. siroel berkata:

    keren bgt pak puisinya, gmn cara kirim2 puisi ke koran atau majalah pak??? bisa kasih tahu alamat2nya ngga pak? terimakasih…🙂

  3. zahra diahpandora berkata:

    like this.
    salam sastra.

  4. igam susanti berkata:

    saya bangga bisa membaca puisi Bapak, terkadang apa yang saya alami terlukis dalam puisi anda. terima kasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s