Puisi Budhi Setyawan di Bali Post (lagi)

Saya sangat bersyukur, karena untuk kali ketiga, ada puisi saya yang termuat di koran Bali Post, yaitu di edisi Minggu Pon 8 Agustus 2010. Semacam ucapan selamat ulang tahun dari puisi itu kepada diri saya. Juga saya baca sebagai perhatian dari redaksi yang tengah menyulutkan bara semangat pada saya agar terus menulis, dan lebih kreatif. Saya menangkap maksud baik dan tulus tersebut, meskipun saya tak bisa berkomunikasi atau berinteraksi langsung dengan redaksi. Betapa perhatiannya telah mengirimkan getar-getar putih keharuan, debar-debar cita sastra ke depan. Terima kasih saya ucapkan setingi-tingginya. Juga terima kasih kawan-kawan penyair/esais Bali. Salam juang.
Ada 2 puisi yang termuat berjudul: Sebuah Prasasti yang Kau Simpan dan Yang Menunggu Tarian Jemarimu. Berikut saya cantumkan 1 puisi di blog ini.

Yang Menunggu Tarian Jemarimu

ada buku tulis dengan halaman depan warna ungu bergambar etiket kuda terbang warna biru. sayapnya memercikkan rintik kisah masa kecil yang suka sembunyi di rerimbunan dedaun yg menyadap cahaya pagi. derapnya mengirimkan gaung debar dan percik kekar ke dinding usia. sorot matanya menembusi pintu pintu kisah yang terkunci pada ragu. betapa ringkiknya telah menebas rimbunan rintih yang lama melukis gulma.

ada buku tulis dengan halaman depan warna ungu bergambar etiket ular sanca berwarna kecoklatan. sisik cerita kampung kampung sunyi bertebaran di relief perjalanan. percabangan kata dan niat senantiasa mengendap endap dan bersijingkat di buritan bayang. ada kelambanan di palung eja, aksara aksara yang tersembunyi di gua gua dan tak terpahami cuaca. tak pernahkah kaubayangkan belitan keharuan pada malam malam yang basah oleh rintik doa.

ada buku tulis dengan halaman depan warna ungu bergambar bibir merona merah jingga. masihkah kau ingat kecupan awan pada gigil kamarmu yang lalu mencipta hujan. hujan yang lalu bermekaran di telaga dadamu, menjelma lingkar lingkar percakapan gemuruh tanpa jeda. tak jemu mengisahkan kelindan asa di sela sela malam yang meluruhkan sisa letih pada gaib rembulan.

Yogyakarta, 2010

Tentang budhisetyawan

Seorang yang suka musik dan sastra.
Pos ini dipublikasikan di Puisi Karya Sendiri 1. Tandai permalink.

4 Balasan ke Puisi Budhi Setyawan di Bali Post (lagi)

  1. Aji berkata:

    Wow… very nice…
    Mohon ijin kutip sajak ini ya bang….

    • budhisetyawan berkata:

      terima kasih.
      boleh mengutip dengan menyertakan nama saya sebagai pengarang-nya yaaa.
      demikian, agar terjadi semangat menghargai orisinalitas berkarya.

      salam.

  2. 'Ne berkata:

    tanggal lahirnya hampir sama.. saya 8 Agustus..
    semoga saya bisa mengikuti jejaknya melahirkan karya🙂
    semoga sukses selalu..
    salam..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s