Puisi Budhi Setyawan di Bali Post (lagi)

Ada 1 puisi saya yang termuat di harian Bali Post edisi Minggu, 5 September 2010. Puisi tersebut berjudul: Yang Terurai di Kecipak Pagi. Terima kasih kepada guru-guru dan teman-teman saya, juga para pembaca yang telah berdoa dan memberikan banyak dorongan buat saya. Semoga ini menambah semangat saya untuk terus menjaga suasana puitis dalam dunia batin, dan tetap tekun berproses. Salam.

Berikut puisi tersebut:

Yang Terurai di Kecipak Pagi

ada dua gelas berisi air putih dan teh manis dengan tutup dari gumpalan awan. tapi bukan kau yang membuatnya. malam yang riang mengirimkannya kepada pagi. pagi yang suka berlompatan dan bermain tali, dan kau selalu kelelahan mengejarnya. juga pesan hikayat hikayat malam yang penuh ukiran terkirim ke pundakku.

bulan separuh, sisiknya kebiruan mengingatkan janji pertemuan pada halaman sebuah buku yang kubuka. malam itu bulan menyusun telaga dengan ikan ikan dewa. tak ada perahu. Sangkuriang telah membuangnya ke dalam kusut mimpi. hanya ada rakit dengan sembilan buluh tebu. tebu yang diambil dari ladang yang dada, yang rimbun dengan sejarah perburuan kata.

dua minuman itu selalu mengirimkan pijar ke dalam buku buku di mataku, lalu dengan tekun merawat risalah petuah di dadaku. sedemikian gemar membuat saluran degup yang jenjang, juga riwayat sepoi silam yang panjang.

Tentang budhisetyawan

Seorang yang suka musik dan sastra.
Pos ini dipublikasikan di Puisi Karya Sendiri 1. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s