Puisi Budhi Setyawan di www.penulismuda.com

Ada 2 puisi saya di website http://www.penulismuda.com. Saya termasuk yang kurang aktif posting di website tersebut, oleh karena rutinitas pekerjaan yang terkadang menyita banyak waktu dan menjelma rutinitas. Sehingga dalam beberapa bulan ini juga belum kirim karya lagi ke media-media cetak. Kehadiran media sastra di internet tetap merupakan upaya positif bagi penyebaran karya para penggiat sastra. Berikut 2 puisi tersebut yang berjudul: Liuk Jemari dan Kemana Laju Kereta. Linknya di:

http://penulismuda.com/puisi-mainmenu-40/3054-liuk-jemari

LIUK JEMARI

di sepoi angin yang melingkar lingkar di pucuk pucuk ruang, ada antologi senyum yang terus memercik mengikuti gerak tarian jemari
meruncing di sulur sulur tembakau
memaknai terbit hari
mengisi jarum jam dengan dengan hijau pagi
menyimpan anak anak matahari di kepalanya
kecipak riuh warna penuh tawa
yang mengajaknya memahat kenangan tentang petak sawah ladang di kampung, ada padi kacang dan jagung
dan kambing kambing yang subur karena menemukan rumput di sepanjang jalur
elegi menarikan desah

mengekalkan semburat sungai sungai kecil yang membelah peta desa, mengalir di dadanya
diam adalah gemuruh seribu percakapan yang tertahan di gerbang, karena lupa tak membawa kartu nama
sama seperti gulungan dedaun dilapis kertas lantas dikemas
mengirimkan roman perjalanan panjang dari kebun kebun ke hampar kisah kota
yang kini menajamkan asing
memojokkan lengang
di gudang gudang berwajah usang

KE MANA LAJU KERETA

di antara riuh gaung kebingungan
sekelompok jemari meruncing mengembang
tangan melambai tertahan
terkunci meneriakkan gapai
di celah celah ceruk gerbong panjang
mencari cari ruang tersisa
sekedar mendudukkan sepostur tanya
ke tempat kesukaannya
memoles kenang
mengantar liukan serpih bayang
yang melenggang lalu lalang
menyeret lengang mengambang
tak jua usang
tiang tiang pancang tlah habis keringat
hanya keluh tersangkut yang tak jua didengar
perkasa laju kereta

kamu mau ke mana?
aku mau menuju secarik cakrawala
mungkin ada lagu yang lebih asing di sana
meski mendekapku dengan keruh nadanya
meski menikamku dengan sesak iramanya
mendesakku pada sudut alunan

lukisan yang tanpa daya
namun tak jua binasa
membuka kelopak kelupas
hampir menghampar hampa

sampai bertemu
kutunggu di lingkar jejak bebatuan
yang merapikan waktu
yang mengekalkan rindu

Tentang budhisetyawan

Seorang yang suka musik dan sastra.
Pos ini dipublikasikan di Puisi Karya Sendiri 2. Tandai permalink.

2 Balasan ke Puisi Budhi Setyawan di www.penulismuda.com

  1. Yoyo Sakiyo berkata:

    Assalamualaikum Wr. Wb, Memang gag gampang memprosikan benda benda sejarah secara umum, mestinya kalo anak anak sekolah waktu berwisata salah satunya di ajak di tempat tempat bersejarah ( Termasuk Bedug Purworejo ) bukan hanya di tempat tempat seperti pantai, saya juga merasa prihatin setiap saya pulang ke Purworejo dan Sholat di Masjid tersebut jarang melihat orang manca yang datang/ melihat benda yang bersejarah itu. Tapi gag perlu kecil hati kita semua mari kita sama2 bergandeng tangan untuk membuat Kota Purworejo yang kita cintai ini menjadi sejuk, aman dan nyaman Amin. Wassalamualaikum Wr. Wb

  2. fajrin berkata:

    http://www.penulismuda.com sudah hilang. G tau lari kemana….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s