Puisi Budhi Setyawan di Koran Kampung (Lombok)

Saya mendapat informasi dari penyair Kiki Sulistyo di Mataram, Nusa Tenggara Barat, bahwa ada 2 puisi saya yang dimuat sebuah surat kabar yang terbit mingguan di sana yaitu KORAN KAMPUNG edisi 20/2011. Kedua puisi tersebut berjudul Kemelut dan Bunga Plastik Bermekaran di Kotaku. Di sini akan saya tampilkan 1 puisi yang berjudul Kemelut.

Kemelut

dinding ruang menerjemahkan panorama tubuhku

menjadi bunga api, yang tak henti memercik yang tak

jemu memekik. setiap butirannya menebarkan fisi,

secepat tumpahan wewangian mimpi di belantara pagi.

reaksi berantai yang menerbitkan tusuk letupan dan

tikam ledakan, hingga menjelma jejaring penuh perekat

hunjam. lilitan benang yang mengusut, menyumbat

pembuluh cakap. kata kata terkatup, huruf huruf redup.

garang kelam meraja,  menyerap peronda menghisap

penjaga.

asap keruh mengirimkan lingkar gumul, sembunyikan

penampang mata angin. lalu gagap gaduh bertumbuhan

di ruas jalanan berkabut.

Bekasi, 2010

Tentang budhisetyawan

Seorang yang suka musik dan sastra.
Pos ini dipublikasikan di Puisi Karya Sendiri 2. Tandai permalink.

4 Balasan ke Puisi Budhi Setyawan di Koran Kampung (Lombok)

  1. eizta berkata:

    maaf mas saya mau tanya “Apa makna dari puisi KEMELUT?”

    • budhisetyawan berkata:

      dari Judulnya, Kemelut; isinya tentang perasaan yang dipenuhi kecamuk banyak hal dalam kehidupan ini. bs marah, kecewa, kacau, dll..

      semoga berkenan sedikit penjelasan ini.
      salam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s