Puisi Budhi Setyawan di Antologi Puisi ‘Pukau Kampung Semaka’

Pada beberapa hari yang lalu, ada pesan pendek atau sms dari sebuah nomor yang belum saya kenal  masuk ke telepon genggam saya. Dia menanyakan alamat lengkap. Pengirim pesan tidak mencantumkan nama. Setelah saya tanyakan dari mana, maka dia mengatakan bahwa akan mengirim buku (maksudnya buku Antologi Puisi dari hajatan Lomba  Cipta Puisi Nasional Batu Bedil Award dalam rangka Festival Teluk Semaka 2010). Saya merasa dalam email pengantar kiriman puisi untuk lomba tersebut, telah saya cantumkan alamat lengkap saya. Namun kemudian saya kirim lagi alamat lengkap saya via sms. Namun entah karena jaringan seluler sedang tidak bagus atau telepon genggam saya yang sudah kurang sakti dalam kekinian, ternyata pesan saya yang berisi alamat lengkap tersebut baru sampai sehari kemudian, yang dibalas oleh dia (sampai sekarang saya tidak tahu namanya) bahwa buku telah dikirim. Maka saya pun berdoa dan berharap buku tersebut tetap akan sampai alamat.

Pada tanggal 14 Maret 2010 pagi, saya mendapatkan pesan pendek dari seseorang yang ternyata pegawai kantor Pos, yang isinya seperti ini: “mohon bantuannya untuk menghubungi kami bag. Antaran PT Pos Indonesia karena ada kiriman untuk anda yang tidak dapat kami serahkan disebabkan alamat pada kiriman tidak jelas dan jawaban anda kami tunggu. Apabila kami tidak mendapat jawaban maka dengan terpaksa kiriman akan kami kembalikan ke sip (pasti maksudnya ke si pengirim). Terima kasih.” Dan tak lama kemudian pegawai kantor pos Bagian Antaran (yang kemudian saya ketahui bernama Pak Slamet. Terima kasih banyak ya Pak Slamet. Jasamu tiada tara..he3) menelepon saya agar mengambil barang kiriman dari Dinas Kebudayaan & Pariwisata Kab Tanggamus tersebut di kantor pos. (untungnya, si pengirim mencantumkan nomor telepon genggam saya di alamat kiriman).  Dan karena secara kebetulan kantor pos tidak jauh dari kantor tempat saya bekerja, maka pada siang itu saya mengambil kiriman berupa antologi puisi di kantor pos Besar Pasar Baru, Jakarta Pusat.

(Nah, menurut saya ke depan pihak panitia agar lebih berkoordinasi, sehingga tidak terjadi lagi kesulitan dalam pengiriman buku atau masalah lain. Karena setiap peserta hampis pasti memberikan alamat lengkap pada saat mengirim karya, dan kalau pun tidak ada alamat, tentunya dapat dihubungi via email. Kemudian juga karena lomba ini diadakan secara resmi oleh pemerintah (dalam hal ini Pemerintah Kabupaten Tanggamus), maka sebaiknya dalam pengiriman buku juga dengan format yang lebih formal, misalnya: alamat tujuan dan pengirim diketik dengan rapi, ada surat pengantar dari Pemkab di dalamnya, meskipun hanya salinan, selain 1 buah buku antologi puisi. Juga tidak ada jeleknya jika ada sertifikat yang diberikan kepada peserta lomba yang karyanya masuk dalam antologi puisi tersebut. Karena pada waktu saya menulis laporan ini saya belum tahu, mungkin sertifikat hanya diberikan kepada pemenang saja? Juga penulisan nama peserta agar dicek sebelum dicetak. Nama saya berbeda semua dalam 3 kali penulisan di buku antologi tsb. Semoga ke depan akan lebih baik.)

Nah, baiklah sahabat-sahabat tercinta. Dalam buku antologi tersebut, ada 1 puisi saya berjudul Prasasti Batu Bedil. Sebagaimana diberitakan Lampung Post beberapa waktu yang lalu, ada 3 puisi yang memenangkan lomba cipta puisi Batu Bedil Award ini yaitu juara 1 puisi Pukau Kampung Semaka karya Okki Sanjaya, juara 2 puisi Menjaga Cinta di Teluk Kiluan karya Ahmad Musabbih, dan juara 3 puisi Kenangan Bersama Ibu karya Widya Karima. Selain 3 puisi tersebut, dalam buku Antologi Pukau Kampung Semaka ini tercantum 15 puisi non-rangking karya dari A’ayat Safrana G Khalili, saya, Dhea Fitria Juhara, Dian Hartati, Dwi Setyo Wibowo, Edi Purwanto, Faisal Syahreza, Kemas Feri Rahman, Moh. Sofatul Muttaqin, Muh. Husen Arifin, Okky Sanjaya, Sakti Wibowo, Wayan Sunarta, dan Zanila Aqsa. Jadi buku ini memuat 18 puisi.

Dalam buku ini termuat Sekapur Sirih Bupati Tanggamus, Sekadar Pengantar dari Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Tanggamus, dan Catatan Dewan Juri Batu Bedil Award 2010 yaitu Ari Pahala Hutabarat, Isbedy Ztiawan ZS, dan Jimmy Maruli Alfian.

Harapan saya pribadi semoga lomba cipta puisi ini terus berlanjut secara rutin setiap tahun, dan banyak kabupaten atau daerah lain yang juga mengadakan kegiatan lomba seperti ini, yang tentunya akan ikut mendorong semangat menulis karya sastra kepada masyarakat.

Tabik.

(Budhi Setyawan)

Berikut 1 puisi saya dalam Antologi Puisi Pukau Kampung Semaka:

Prasasti Batu Bedil

serupa perahu terdampar tanpa kabar

di Bukit Barisan penutup selatan

mengalir lereng curam situs

menjelma pertapa dilumur lumut

berambut belantara buat burung bersarang

induk yang kepakkan bekal makanan

anak anak yang melangitkan igauan

naluri jernih tarikh kasih

para pejalan jauh tertegun berpeluh

menyimak artefak artefak yang cuat

dalam gerumbul sketsa kebun kopi

menggerimis magis tutur terulur

dalam tangis ruh prasasti tegak

yang menerakan sepuluh baris kalimat

seikat mantra puja merapal tangguh

pusaran jemari angin teguh bersimpuh

sekelompok menhir bersepakat membina segiempat

buat menjaga kesyahduan ziarah batin

jajak jajak pertemuan

jejak jejak pertautan

sembahyang dalam ritme metamorfosis berpilin

menelusup kegaiban akar nusantara

menyeruak lekuk primitif tubuh usia

azimat pusaka merawi sayap legenda

buku buku yang terus dibuka

letup senapan lelatu dalam kelam cuaca

bunga teratai menggurat samar

relung kelopak puisi setia

eja masa, purba rasa

Bekasi, 2010

Tentang budhisetyawan

Seorang yang suka musik dan sastra.
Pos ini dipublikasikan di Puisi Karya Sendiri 1. Tandai permalink.

5 Balasan ke Puisi Budhi Setyawan di Antologi Puisi ‘Pukau Kampung Semaka’

  1. Edi berkata:

    Salam kenal mas Budi. Sy jg dah trima bukunya. Sy jg brharap mudah2an th ini ada lg lomba tsa. Jg daerah2 lain bs mengikutinya.

  2. Supianoor, S.Pd berkata:

    Salam kenal dari anak-anak SMPN 2 Kusan Hulu. selain itu, siswa-siswi SMPN 2 Kusan Hulu memohon kepada Bapak agar dapat menyumbangkan buku-buku kumpulan puisi untuk kegiatan ekstrakurikuler apresiasi sastra di sekolah. Jika nanti memerlukan ongkos kirim maka silahkan menghubungi kami.
    Demikian, atas bantuan dan perhatian Bapak kami ucapkan terima kasih
    Wass.wr.wb
    Supianoor,S.Pd
    Kepala Sekolah
    SMP Negeri 2 Kusan Hulu
    Jl. Valgosons 57 Teluk Kepayang, Kec. Kusan Hulu, Kab. Tanah Bumbu 72272 Kalimantan Selatan Telp. 081348562835

    • budhisetyawan berkata:

      Insyaallah nanti saya kirim Pak.
      tetapi saya belum bikin buku kumpulan puisi baru lagi.
      jadi sementara saya kirim yang lama ya Pak.

      terima kasih sebelumnya pak Supianoor.
      salam kreatif selalu untuk adik2 di SMPN 2 Kusan Hulu.
      selamat belajar…..

  3. naisyatunnajwa berkata:

    dengan hormat tlong di krimkan antologi puisi n kompirmasi melalui no ini083129006873

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s