Puisi Budhi Setyawan di Jurnal Puisi AMPER

Jurnal Puisi AMPER edisi 01, Mei 2011 memuat cukup banyak puisi dari 40 penyair. Ke empatpuluh penyair tersebut adalah Afrizal Malna, Alek Subairi, Asep Sambodja (almarhum), Aslan Abidin, Beni Setia, Bode Riswandi, Budhi Setyawan, Choirul Wadud, Dahta Gautama, Dian Hartati, Dody Kristianto, Esha Tegar Putra, Fahrudin Nasrulloh, Faisal Imron, Gendut Pujiyanto, Hanna Fransisca, Indra Tjahjadi, John Kuan, Khoer Jurzani, Lennon Machali, M Faizi, Mahwi Air Tawar, Mashuri, Mugya S Santosa, Oka Rusmini, Pringadi, Putri Hatiningsih, Ragil Supriyatno Samid, Ramon Damora, Ririe Rengganis, Romi Zarman, S Yoga, Saiful Hadjar, Syarifuddin Dea, Tengsoe Tjahjono, Timur Budi Raja, Toni Lesmana, W Haryanto, Yayan R Triyansah, Yudi Setiawan.

INFO:

Alamat Redaksi Jurnal Puisi AMPER: Babatan III-D No. 2D Wiyung, Surabaya

Telepon: 0856-4881-7032

Email: amperpuisi@yahoo.com

Bagi yang berminat dengan Jurnal Amper, silakan menghubungi alamat/telepon tersebut di atas.

Atau menghubungi Mardiluhung, email: mardihung@yahoo.com

Harga: Rp. 45.000,- (35.000,- plus ongkos kirim 10.000,-)

Ada 2 puisi saya yang termaktub di Jurnal itu, yang berjudul Kabut di Kotamu dan Petasan. Alangkah senangnya tulisan saya bisa satu buku dengan mereka, penyair-penyair yang karya-karyanya banyak menginspirasi saya. Terima kasih Redaksi Amper. Terima kasih penyair-penyair tekun.

Aslan Abidin: kapan bisa ketemuan lagi ya Bang. semoga saya ada dinas lagi ke Makassar..

Bode Riswandi: dulu jumpa di TSI 2 yaa… sekarang di Tasik terus yaa?

Dian Hartati: saya sering ke Bandung, koq ga pernah bs jumpa lagi yaa?

Esha Tegar Putra: waktu kemarin saya ke Padang, eh dikau lagi sibuk di luar kota yaa… ga sempat jumpa

Hanna Fransisca: kita sama-sama di bekasi, tapi jarang ngumpul nih. ayo kumpul-ngumpul di Forum Sastra Bekasi (FSB)

Mahwi Air Tawar: kalau ke Jakarta, singgah ke Reboan yaa?

Mashuri: kapan ngobrol-ngobrol lagi? dulu cuma sebentar & sekali di depan UNAIR…

Oka Rusmini: mba Oka, puisi-puisimu dalam PATIWANGI, dahsyat, menginspirasiku. semoga akhir tahun ini aku ada dinas lagi ke Bali, sehingga bisa jumpa lagi mbak..

Pringadi: satu lingkungan di Lapangan Banteng, tapi jarang ketemu, ha3….

Ragil Supriyatno: di TSI 2 kita ga sempat ngobrol lama ya….

Romi Zarman: kapan lagi ya kita duduk-duduk di pantai Padang itu?

S Yoga: kapan kita makmurkan Purworejo dg puisi mas? he3..

Yayan R Triyansah: sekarang ga pernah ke Reboan lagi yaa…

(maaf, sekedar menyebut kepada yang pernah berjumpa di sebuah ruang di sekeping waktu. salam kenal untuk semua. salam progresif)

Berikut puisi saya yang berjudul PETASAN.

Petasan

ada bait bait lagu yang berkejaran di punggung punggung malam. keringat mengucur di sela nada yang berlepotan lumpur perjalanan. serupa pejalan jauh yang rajin mengetam letih menjadi relief dendam. dan kian tak ada sepercik pun kelegaan saat ruangnya telah kau mampatkan, kaudesak dengan pelebaran rusuk keinginan. melalui sumbu kelam, dia akan mengirimkan cerita segala gundah keperihan kepada ribuan media, juga telepon gelap kepada belantara debaran. karena relung pembaringan telah ditumbuhi duri kekacauan, ada yang mendesak desak, menggesek gesek menuju ilusi api buat melunaskan luapan perasaan.

mungkin kau tak mendengar lirih ucapnya: ”akan kukembalikan masa lalumu yang dulu kautitipkan padaku saat separuh musim kesepian, telah terlalu lama mendekam di jantungku, melilit terlipat di dalam gulungan masygulku”.

Bekasi, 2010

Tentang budhisetyawan

Seorang yang suka musik dan sastra.
Pos ini dipublikasikan di Puisi Karya Sendiri 1. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s