Puisi Budhi Setyawan di KabarBekasi.com

Ada 1 puisi saya yang dimuat di surat kabar online http://www.kabarbekasi.com yang berjudul Menanya Hijau.

link koran tersebut adalah di http://www.kabarbekasi.com/bekasi/puisi-menanya-hijau

MENANYA HIJAU

sahabat, apakah masih banyak kau simpan

cat warna hijau yang ada padamu

kalau masih, berilah aku sedikit

ku perlu gemulai sapuan untuk mewarnai hutanku

yang mulai berubah warna

yang tak kutahu:

mengapa di sini mereka lebih menyukai warna gersang berdebu yang ketika turun hujan akan

terikut ke dalam perosotan alam sambil menawarkan:

berita duka bernarasi air mata

lukisan bencana berbingkai poranda

Tentang budhisetyawan

Seorang yang suka musik dan sastra.
Pos ini dipublikasikan di Puisi Karya Sendiri 2. Tandai permalink.

12 Balasan ke Puisi Budhi Setyawan di KabarBekasi.com

  1. abdul malik berkata:

    saya dukung penghijauan mas,,,,,,,,
    merdeka
    apanya ya..????
    ya merdeka aja dechhh

  2. jiwankandi jaya berkata:

    ya saya sering baca harian online kabarbekasi.com

  3. pakdhe berkata:

    coba bikin geguritan mas……

  4. Bondan blitar berkata:

    Wuihhh puisi sangat bagus…s, kritik pedas buat kondisi ecology kita.

    • budhisetyawan berkata:

      terima kasih mas Bondan.
      salam…

      di Blitar? di bacem, ponggok ini?

      • Bondan blitar berkata:

        Yo…i, meksi skr d pasuruan, tp masih asli bacem, ponggok, blitar & tetep darah jawa tengah… He he he. Masih pengen lbh bnyak baca karya2 mas budi, wlu kdng gk bgt ngrti bhsa2 sastra

  5. Tiyang Atmojo berkata:

    Iya, bukan hanya hutan yang berubah warnanya. Sungai-sungai juga berubah warnanya jadi keruh dan coklat. Hidup penghijauan.

  6. sb wanara berkata:

    dan kembalikan warna cat merah yang kau curi dari belulang para syuhada
    dalam meraih merdeka di muka nusantara tercinta

    kembalikan pula cat putih yang kau rampas dari para bayi yang menjerit
    kehilangan puting ibunya karena kemiskinan menjeratnya

    kembalikan merah-putihku

  7. yogi's memeth berkata:

    seperti itulah, ketika kabar dari angin itu menyentuh daun di kamarku, kamar yang semakin senja memahami resahku. di putaran waktu yang lama telah menjadikan hujan. hujan segera datang dan menggenang di sebuah kota, dan kota itu adalah milikkita yang musti rampung pada kertas lusuh dekat jendela. YS. Memeth

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s