Puisi Budhi Setyawan di Antologi 100 Puisi Tema Ibu Se-Indonesia

Ada satu puisi saya yang termuat di Antologi 100 Puisi Tema Ibu Se-Indonesia “Karena Aku Tak Lahir dari Batu”. Antologi ini adalah hasil kerja Sastra Welang Publisher yang dikelola oleh Moch. Satrio Welang di Denpasar, Bali.  Pemilihan 100 puisi karya 100 penyair yang dikumpulkan pada tahun 2010 dilakukan oleh Dewan Kurator yaitu Oka Rusmini, Warih Wisatsana, dan Satrio Welang. Antologi ini dirilis pada tanggal 22 Desember 2011 bertepatan dengan peringatan Hari Ibu. Puisi saya yang dimuat dalam antologi ini berjudul Kau yang Menempuh Seluruh Perasaan.

Selain dibagikan kepada penyair yang karyanya dimuat, buku antologi ini juga dijual kepada masyarakat umum, dan kepada yang berminat dapat menghubungi Moch. Satrio Welang dengan alamat email: mochsatriowelang@gmail.com

Kau yang Menempuh Seluruh Perasaan

: kepada ibu

ibu, kau pejamkan matamu pada elok dunia, demi kesuburan cahaya pada anak anakmu.

kau yang datang dari pijar kitab langit, merunut penempuhan panjang dalam menegakkan cita. hujan badai dan garang gelombang tunduk, dan merasuk ke dalam serambi jantungmu. menyatu menjadi azimat bagi seluruh derap pendakian rasa.

senantiasa tersimpan sebutan nyaman sebagai kamar ritus kelahiran, bagi kerjap tangisan yang menawan haru bunga. dan kauperam tarian yang teratur yang terukur, dalam menelusur  irama iklim yang kerap oleng dan guncang. dedaunan jemarimu merawat hangat bergunung degupan dalam sutera rengkuhan.

tak ada penunjuk waktu di dadamu. selalu saja kau kekarkan tegar menerabas masuk ke dalam belantara perawan, yang belum pernah terjamah, ricik runcing petaka tak terpeta. arena baru dengan aneka tetumbuhan, juga keasingan duri yang paling malam. ribuan peran  yang kian mengirimkan penguat di relung kesan.

dalam rahim kesahajaanmu, tersimpan ketekunan menganyam sulur bara dunia batin. kaurekam gelisah anak cucu yang kerap bergaung di beranda rumah siput, lewat kebeningan pucuk mata air. lalu mengalir merambati selasar musim bersama keheningan kasih, yang tiada kenal letih merawat denyut hijau kalpataru.

lingkar aura pancaran cinta yang tak pernah padam, gesit mengarungi semesta jazirah pengembaraan. asa dan doa menjelma restu bagi subur bumi. hampar kesabaran, kukuh keyakinan, dedah ketabahan; memucuk pada desir nubuat: menembus mimpi, menebus misteri.

ibu, kau pejamkan matamu pada elok dunia, demi kesuburan cahaya pada anak anakmu.

Bekasi, 2010

Tentang budhisetyawan

Seorang yang suka musik dan sastra.
Pos ini dipublikasikan di Puisi Karya Sendiri 1. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Puisi Budhi Setyawan di Antologi 100 Puisi Tema Ibu Se-Indonesia

  1. lanna berkata:

    I like it….and luar biasa………….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s