Puisi Budhi Setyawan di Bali Post 15 Januari 2012

Ada dua puisi saya yang termuat di koran Bali Post (Denpasar) edisi hari Minggu, 15 Januari 2012. Kedua puisi tersebut berjudul Salam Alam (1) dan Salam Alam (2).

Satu puisi yang saya cantumkan di sini berjudul Salam Alam (2).

SALAM ALAM (2)

dan laut sedang memagutkan arsirannya pada pulau pulau. kedalaman impresi yang terletup dalam gugusan badai, menautkan idiom purbawi tentang nasib. musim tengah mengikhtisarkan gerah samudera. kerinduan garis canda yang mendesingkan parau, jelmakan bayang dan siluet sembilu. merah hitam percakapan mimpi. berhamburan madah alam keluar dari kamar persembunyian, dalam ketergesaan, tertinggal partitur irama di lemari kesunyian. ingatan ingatan andai yang segera terlampaui usang serupa jamur berspora yang pilu kehilangan momentum. lalu masih adakah yang meragukan kesetiaan maut.

evakuasi nurani berjalan sedemikian lambat. sedangkan tahun tahun terus berguguran, memucat.

Jakarta, 2010

Tentang budhisetyawan

Seorang yang suka musik dan sastra.
Pos ini dipublikasikan di Puisi Karya Sendiri 1. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s