Puisi Budhi Setyawan di Bali Post 22 Januari 2012

Ada tujuh puisi saya yang termuat di koran Bali Post (Denpasar) edisi hari Minggu Kliwon, 22 Januari 2012. Ketujuh puisi tersebut berjudul Salam Alam (3), Mutasi Rasa, SejatiNya, Sayur Lodeh, Kebaya Biru, Improvisasi Setapak Elegi, dan Matahari Putih.

Satu puisi yang saya cantumkan di sini berjudul Matahari Putih.

MATAHARI PUTIH

: ibu

bu, aku senantiasa merawat adamu di sini, biar cuma ngiang tetap nyala. ketika kota kota yang penuh dengan bulu getar dan rambut cemar, mendekapku bertubi berkali. seperti mereka telah memesan kegersangan buatku. penuh lembab rabun dan cendawan racun, yang kerap merajuk buat melupa padamu. dadaku disusupi jejarum keterjauhan perihal jangkau bakti. betapa aura gelombang putihmu tekun mengirimkan pancaran peluk dan usapan restu.

masihkah rumah limasan di kampung mengingatku. keteduhan kamarnya merawat rahasia sepi. juga letup masa kecil yang selalu menari. dari sebuah jendelanya kuhirup aroma kembang jambu, dan aku pun ingin menjadi lebah atau kupu kupu. menyentuhi putik sembari menafsir gemulai ramalan di surai kisah purba yang sedemikian lembut bertalu talu.

namun, tubuhku kini telah sedemikian penuh dengan dengung, lagu tak bernada. pun ketika aku dalam kepungan renta, belum jua usai menerjemahkan segenap pijar mutiara yang menyungai dari matamu itu. hingga sebagian luruh saja melindap, raib ke dalam kelam lumpur usiaku.

Jakarta, 2011

Tentang budhisetyawan

Seorang yang suka musik dan sastra.
Pos ini dipublikasikan di Puisi Karya Sendiri 1. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s