Puisi Budhi Setyawan di Suara Merdeka 29 Januari 2012

Ada empat puisi saya yang termuat di koran Suara Merdeka (Semarang, Jawa Tengah) edisi hari Minggu, 29 Januari 2012. Keempat puisi tersebut berjudul Emanasi (1), Pendar Pendar Cahaya, Voltase Tinggi, dan Puisi Tak Ada Batas.

Satu puisi yang saya cantumkan di sini berjudul Puisi Tak Ada Batas.

Puisi Tak Ada Batas

 

orang orang yang lengah diperkuda keriuhan

terjerembab dalam kotak paradigma

dijerat detik detik tanpa jejak

 

dan kejenuhan akan mengirimkan tubuh

tubuh gagap ke palung nadir

kebingungan peran diri

mengikut angin kecenderungan

 

di tudung gelisah

jonjot nebula berkeliaran

mengendap endap di sebalik gelap bayang napas

lirih rintih yang kerap tak terliput

 

diam diam ada yang merekam

bait bait pun mencatat

rimba penempuhan silsilah ruh

menembusi lapisan lapisan alam kesan

menebarkan sel sel matahari

tarian pencarian menyusur arus melodi

nuju wujud harmoni

 

Abu Dhabi, 2011

Tentang budhisetyawan

Seorang yang suka musik dan sastra.
Pos ini dipublikasikan di Puisi Karya Sendiri 1. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Puisi Budhi Setyawan di Suara Merdeka 29 Januari 2012

  1. tyo berkata:

    wah hbt maz,lo mau krim puisi thu bhasa hrus eyd ya??pnggunaan koma dan titik dpermasalhkn g.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s