Puisi Budhi Setyawan di Padang Ekspres 29 Januari 2012

Ada tiga puisi saya yang termuat di koran Padang Ekspres edisi hari Minggu, 29 Januari 2012. Ketiga puisi tersebut berjudul Kepada Perempuan Bersayap Laut, Kilau Ungu Pukau, dan Menafsir Tentangmu.

Satu puisi yang saya cantumkan di sini berjudul Menafsir Tentangmu.

Menafsir Tentangmu

 

menyeruak langit tatap dan rasa

angkasa menjadi ladang ladang

persemaian tikai pandang

 

galaksi berpendaran

mengusung rintih kisah silam

ruah getah pembebasan

 

awan bercengkerama dengan ribuan almanak

mencari sketsa garis tangan

serta samar lambang dan tanda tanda

 

matahari mengirimkan anak anaknya

lewat rimbun cakra nafas

dalam sembunyi terus berpinak

 

tembang dolanan menjelma korona

pada siluet emas purnama

gemintang membingkai di sebuah jendela

 

sungai kata tetap mengalir

mana hulu mana hilir

kesturi wewangian berpusar semilir

 

riak jejak suar debar

menjelma perdu paragraf purba

kitab kitab yang terbuka

 

sepoi nada lirih shalawat

mengusap segala dinding doa

nuju titik pucuk pemaknaan

 

negeri dalam tempurung bimbang

gamang mengaji gerak bayang bayang

dalam layar pejam terawang

 

ah tentangmu,

serupa hujan salah musim

ombak pasang di remang malam

 

betapa zaman masih gagap mengeja

Tentang budhisetyawan

Seorang yang suka musik dan sastra.
Pos ini dipublikasikan di Puisi Karya Sendiri 2. Tandai permalink.

9 Balasan ke Puisi Budhi Setyawan di Padang Ekspres 29 Januari 2012

  1. menikmati ya Mas Budhi
    sungguh saya selalu suka membacanya…

    • budhisetyawan berkata:

      matur nuwun mas, kula inggih taksih sinau ing babagan sastra/puisi mas.
      salam taklim mas Akhmad Muhaimin Azzet.

  2. mas kirimi maksud dari geguritan ilir-ilir 087737941669 trimakasih

  3. Rissa Churria / Ummi Rissa berkata:

    Assalamualaikum mas Budhi Setyawan,
    hmmmmmm…… berjalan jalan di blog mas Budhy sungguh menyenangkan
    rasanya aku tak mau beranjak pergi
    rasanya aku tak mau meninggalkan semua yang tertuang di sini
    menikmatinya dengan hati
    aku terkesima membaca larik larik aksara yang indah
    semuanya indah….
    to be continue….
    salam sastra

    • budhisetyawan berkata:

      waalaikumsalam. mba Ummi Rissa.
      terima kasih telah sudi dan berkenan singgah blog saya.
      ya begitulah adanya, semua karya saya masih daam proses pembelajaran.

      minta kritikannya ya mba, agar sy dpt lebih baik ke depannya.
      salam..

  4. Asa Tuna berkata:

    maz Budhi Setyawan..
    mau nanya maz…
    apa maksud dari puisi Menafsir Tentangmu yang anda buat ?

    • budhisetyawan berkata:

      puisi tsb sebenarnya sy tujukan kepada seorang yg termasuk tokoh namun krg diapresiasi. jd banyak hal2 yang baru atau lbh maju dr ide2 dia, namun orang2 sekitar belum bisa mengikuti pola pemikirannya. memang ada orang yang sangat visioner, shg lingkungan belum bs menerima.
      makanya di akahir puisi sy tulis: betapa zaman masih gagap mengeja.

      terima kasih Asa Tuna.

      salam sastra penuh asa!

  5. ulvia berkata:

    aku suka diksinya! perpaduannya unik dan ciamik.
    salam🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s