Puisi Budhi Setyawan di Antologi Puisi Narasi Tembuni

Ada 1 puisi Budhi Setyawan (Buset) yang termuat di dalam buku NARASI TEMBUNI: Kumpulan Puisi terbaik KSI Award 2012 Komunitas Sastra Indonesia. Buku antologi tersebut memuat puisi-puisi karya dari 65 penyair. Sekedar menyebut penyair yang karyanya dimuat di buku tersebut antara lain: A. Ganjar Sudibyo, A’yat Khalili, Alizar Tanjung, Anwar Putra Bayu, Arif Fitra Kurniawan, Beni Setia, Dimas Arika Mihardja, Dinullah Rayes, Endang Supriadi, Evi Idawati, Faisal Syahreza, Fakhrunnas MA Jabbar, Heri Maja Kelana, Jumardi Putra, Kiki Sulistyo, M Taufan Musonip, M. Raudah Jambak, Mustofa W. Hasyim, Pringadi Abdi Surya, serta masih banyak lagi.

Satu puisi Buset tersebut berjudul Tua Tua Ibukota.

Tua Tua Ibukota

jalanan sepurba ini

asap riuh mengirimkan karat ke tubuhku

dan jeritku pun kehilangan nada

di lintasan setapak mimpi

yang basi, yang sangsi

jantung jantung memburu

suar kelebat di bawah bayang

sedangkan kabut menggantung di pelupuk

kalender terlipat di bawah kursi

sarang laba laba menjadi selimut

terlupa lagi mencatat nama hari

kian tergelar menggetar

gerak mabuk memutar mutar

arah rumah pun makin samar

plaza plaza bersenggama

menerabas musim kawin

perniagaan nurani tercetak di dinding kota

belumlah terlalu malam

dalam temaram

ada yang kau peram, diam diam

(ah, genitmu menggoda)

Jakarta, 2011

Tentang budhisetyawan

Seorang yang suka musik dan sastra.
Pos ini dipublikasikan di Puisi Karya Sendiri 2. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s